
Setelah beberapa menit red yang memprogram data dimas akhirnya selesai, dimas yang dari awal sengaja memperhatikan red merasa sangat puas akhirnya data perusahaannya kembali seperti semula.
" Bos pemberitahuan dari pak bram telah masuk " ucap alex yang berdiri di depan pintu.
" Bagus sudah saatnya kita membalas semuanya " sahut dimas sambil tersenyum licik.
" Kalian berdua keluarlah dulu " ucap dimas yang langsung duduk sambil menatap komputer di depannya.
Dimas membuka satu persatu data perusahaan yang bekerja sama dengan tiwi sambil tersenyum, kalau semua rencananya berjalan dengan lancar sudah bisa di pastikan tiwi tidak akan bisa bangkit lagi.
" Red kemarilah " ucap dimas.
" Ada apa?" tanya red.
" Meretas data keahlianmu bukan, aku mau kamu meretas semua data sebuah perusahan dan memasukan virus ke beberapa perusahaan lainnya " sahut dimas.
" Tidak masalah, tapi jika aku menggunakan komputermu semua bisa saja di lacak dengan mudah " ucap red.
" Kalau itu kamu tenang saja, ikut denganku "sahut dimas sambil berjalan pergi meninggalkan ruangannya.
Red yang tidak tahu dimas akan membawanya ke mana hanya bisa diam sambil mengikutinya dari belakang.
" Masuklah " ucap dimas sambil menatap red.
" Ruangan apa ini?" tanya red sambil memperhatikan sekelilingnya.
" Ini ruangan rahasia, di dalam sini sebenarnya tidak ada yang penting hanya saja semua yang kamu butuhkan ada di sini " sahut dimas.
" Semua masih baru kalau begitu aku tidak akan membuang waktu lagi, serahkan semua data yang ada di kamu " ucap red yang langsung duduk di depan komputer.
" Ini data yang baru saja ku salin " ucap alex.
" Berikan padanya " sahut dimas sambil tersenyum.
" Baik " sahut alex yang langsung menaruh data di tangannya ke meja red.
" Bisakah kalian keluar, aku tidak bisa bekerja jika ada yang memperhatikanku " ucap red.
" Kerjakan dengan cepat aku ingin melihat hasil akhirnya " sahut dimas yang langsung keluar di ikuti alex di belakangnya.
" Apa bos yakin dengannya?" tanya alex.
" Kita hanya bisa mempercayainya sekarang " sahut dimas.
Aku ingin dia menerima kado dariku sebelum pernikahannya, aku percaya red tidak akan berani berbuat sesuatu yang pasti merugikannya " dalam hati dimas.
__ADS_1
Di sisi lain tiwi yang sibuk mengurus tempat pesta dan gaunnya tiba-tiba menerima telepon dari sekretarisnya, tiwi yang merasa kesal di ganggu langsung mengangkat telepon dan memarahi sekretarisnya.
" Apa kamu bodoh, aku sudah bilang untuk tidak menggangguku beberapa hari ini " bentak tiwi.
" Tapi bos ini ada masalah besar " sahut sekretaris tiwi dengan suara pelan.
" Masalah apa, jika bukan karena masalah yang benar-benar besar langsung saja kamu mengundurkan diri " ucap tiwi.
" Begini bos, sepuluh menit yang lalu data perusahaan kita di retas semua data menghilang " sahut sekretaris tiwi.
" Apa " teriak tiwi yang merasa sangat terkejut.
" Kalian semua sudah tidak ingin lagi bekerja denganku, kenapa masalah sepenting ini malah baru memberitahukannya sekarang " bentak tiwi.
" Aku akan ke perusahaan, beritahu seluruh karyawan tidak ada yang boleh pulang jika masalah ini belum selesai " sambung tiwi yang langsung mematikan teleponnya.
Sialan kenapa semua kembali padaku, jangan-jangan dia sudah sembuh dan sekarang membalas dendam padaku " dalam hati tiwi sambil mengepalkan tangannya.
" Tidak tidak, ini tidak bisa di biarkan " ucap tiwi yang langsung mengendarai mobilnya ke perusahaannya.
Tiwi yang baru sampai di depan pintu perusahaannya di buat pusing karyawannya, karyawannya yang bolak-balik di depannya membuatnya semakin marah.
" Apa kalian tidak melihatku, aku pusing melihat kalian yang bolak-balik terus " teriak tiwi.
Seluruh karyawan hanya menundukkan kepalanya walau sebenarnya mereka sedang berusaha mencari cara demi perusahaan, mereka terpaksa mengehentikan semua kegiatan mereka.
" Baik bu, Karena ibu bilang kami tidak berguna kami akan mengundurkan diri sekarang " sahut para karyawan serentak.
" Pergi, pergi kalian semua aku tidak membutuhkan kalian " teriak tiwi yang semakin marah besar.
Dasar tidak berguna, di saat seperti ini kalian baru pergi aku menyesal sudah mempekerjakan mereka semua " dalam hati tiwi sambil berjalan ke ruangannya.
" Wied bagaimana apa ada kemajuan " ucap tiwi yang langsung menghampiri sekretarisnya.
" Tidak ada bu, apa lagi sekarang karyawan tidak ada yang membantu "sahut sekretaris tiwi.
" Haaah, kamu sama saja sama mereka " ucap tiwi yang langsung terduduk lemas.
Belum sempat tiwi menghela nafas teleponnya berdering berulang kali, tiwi yang merasa sangat kesal dan marah dengan terpaksa mengangkat teleponnya.
" Hallo " ucap tiwi.
" Bagaimana ini gara-gara perusahaan ibu perusahaan kami juga terkena masalah " sahut seseorang pria yang berbicara di telepon.
" Ada apa pak, aku lagi terkena masalah jangan menambahnya lagi " ucap tiwi.
__ADS_1
" Oh jadi ibu ingin lepas tangan, semua karena perusahaan kami bekerjasama dengan perusahaan ibu sekarang hampir semua komputer di kantor kami terkena virus " bentak pria itu di telepon.
Tiwi yang semakin pusing langsung mematikan teleponnya, kepalanya yang terasa ingin pecah membuat tiwi memijat kepalanya sambil berusaha tetap tenang.
Sialan ini pasti perbuatannya, coba tahu begitu aku akan membuatnya mati hari itu " dalam hati tiwi.
Teleponnya yang terus berdering membuat tiwi semakin setres, tiwi yang tidak ingin mendengar suara teleponnya terus berbunyi langsung membantingnya.
Praaaaaaaannnnng...
Suara bantingan ponsel memecahkan keheningan di ruangan tiwi.
" Tidak ini tidak boleh terjadi, hahahahaha " ucap tiwi yang langsung tertawa sangat keras.
Disisi lain Red yang telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya langsung menyandarkan badannya di kursi, setelah hampir tujuh tahun tidak mengerjakan pekerjaan di bidangnya red akhirnya merasa sangat puas.
Perbedaannya sekarang aku sudah berganti bos, maafkan aku bos terpaksa aku menghianatimu " dalam hati red.
Dimas yang menunggu cukup lama memutuskan masuk kembali ke ruangan red, dimas yang masuk ke dalam ruangan red hanya diam sambil menatap red yang sedang bersandar.
" Bagaimana?" tanya dimas.
" Apa kamu meragukanku "sahut red.
" Jika aku meragukanmu untuk apa aku memintamu yang mengurusnya " ucap dimas.
" Kamu tenang saja, semua sudah ku selesaikan " sahut red.
" Bos telepon dari pak Bram " ucap alex yang berdiri di depan pintu.
" Angkat saja " sahut dimas yang berjalan menghampiri alex.
" Hallo " ucap dimas sambil mengambil ponsel yang di tangan alex.
" Cepat sekali semuanya selesai " sahut papa dimas.
" Tentu saja jika bekerjasama dengan orang professional semua akan berjalan cepat " ucap dimas.
" Kamu harus ingat masalahmu dengannya yang sebenarnya belum selesai " sahut papa dimas
" Aku mengerti, setelah semua selesai aku akan bertanya padanya " ucap dimas.
" Ya sudah jangan lupa salam untuk menantu dan cucuku " sahut papa dimas.
" Tentu saja " ucap dimas yang langsung mematikan teleponnya.
__ADS_1
Akhirnya dia merasakan apa arti kehilangan, jika saja dia tidak memulai semua tidak akan berakhir seperti ini " dalam hati dimas.