Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
55. Penjelasan dimas


__ADS_3

Di satu sisi dimas yang berada di dalam restoran merasa sangat terkejut ketika tiwi tiba-tiba memegang tangannya, dimas yang tidak ingin di lihat orang langsung menarik tangannya.


" Maaf ini tidak baik " ucap dimas.


" Maaf pak dimas, aku tidak sengaja " sahut tiwi sambil tersenyum.


Walau merasa tidak nyaman dimas hanya bisa kembali melanjutkan makannya, tiwi yang duduk di depan dimas terus saja memperhatikan dimas sambil beberapa kali menalan ludahnya.


" Aku masih ada rapat bisakah kita pergi sekarang " ucap dimas.


" Ya baiklah, biar aku saja yang membayarnya" sahut tiwi.


" Tidak perlu biar aku saja, anggap saja sebagai rasa terima kasihku " ucap dimas yang langsung berjalan ke arah kasir.


Pak dimas ini cukup menarik, aku benar-benar tergoda olehnya " dalam hati tiwi.


Dimas yang sudah membayar merasa jijik melihat tiwi yang terus menatapnya sambil tersenyum, dimas yang tidak ingin berlama-lama bersama tiwi terpaksa menghampirinya.


" Bisakah kita pergi sekarang " ucap dimas.


" Tentu saja " sahut tiwi.


Dimas benar-benar tidak tahan lagi melihat tiwi yang terus menatapnya, tidak perduli di manapun tiwi tidak pernah melepaskan pandangannya dari dimas.


" Bisakah kita turun, kita sudah sampai " ucap dimas yang langsung membuka mobilnya.


Tiwi yang melihat dimas hanya berdiri di depan mobilnya bergegas menghampirinya.

__ADS_1


" Pak dimas tidak mengantar ku sampai dalam?" tanya tiwi.


" Maaf aku tidak bisa, aku harus segera kembali ke kantor masih ada rapat yang harus ku hadiri " sahut dimas yang langsung masuk kembali ke dalam mobilnya.


Alex yang melihat tingkah tiwi hanya menggelengkan kepalanya sebenarnya tidak heran jika wanita banyak yang menyukai pria seperti dimas, tidak hanya tampan dan tajir senyumnya saja memancarkan aura yang dipenuhi kasih sayang.


" Hei kenapa diam saja, antar aku ke kamar ku" ucap tiwi yang berdiri di depan alex.


" Mari ikuti aku " ucap alex yang langsung jalan di depan.


" Hei tunggu sebentar, pak dimas itu sudah menikah belum?" tanya tiwi yang berdiri di samping alex.


" Sudah, bahkan pak dimas sudah memiliki seorang putri " sahut alex.


" Haduh, ternyata sudah terlambat" ucap tiwi dengan suara pelan.


Hemm, bagaimana jika ku minta pak dimas menceraikan istrinya siapa tahu saja dia mau " dalam hati tiwi.


" Ini kamar anda, jika ada perlu apa-apa bisa langsung saja menelpon ku " ucap alex sambil menyerahkan kunci kamar tiwi.


Tiwi yang sudah mengambil kunci dari tangan alex tanpa berbicara langsung membuka kamarnya dan masuk kedalam.


" Untung saja calon klien besar, coba tidak mungkin sudah ku tinggal dari tadi " ucap alex yang langsung pergi.


Dimas yang sudah menyelesaikan repatnya memutuskan untuk langsung pulang, tiwi membuat harinya menjadi membosankan.


Suara mobil dimas yang berhenti di depan rumah membuat dira yang asyik bermain langsung berlari membuka pintu, dira yang melihat papanya pulang lebih awal langsung berlari memeluknya.

__ADS_1


" Papa sudah pulang " ucap dira yang masih memeluk dimas.


" Sudah dong sayang " sahut dimas sambil mengelus kepala putrinya.


" Papa, mama dari tadi mengurung diri di kamar dira tidak tahu mama kenapa " ucap dira sambil berbisik.


" Kalau begitu biar papa yang melihat mama kenapa ya, dira jangan ribut ya " sahut dimas.


Dira hanya menganggukkan kepalanya dan langsung berlari masuk ke kamarnya, dimas yang baru masuk ke dalam rumah langsung berjalan ke pintu kamarnya dan membukanya.


" Kenapa pulang jam segini, biasanya juga tidak pulang beberapa hari " ucap raya dengan nada tinggi.


" Kamu kenapa, ini bukan kamu yang biasanya " sahut dimas.


" Oh, jadi kamu mau aku berpura-pura tidak tahu apa-apa. Sedangkan aku sudah melihat apa yang kamu lakukan di luar sana " ucap raya sambil membuang mukanya.


" Tunggu dulu, kamu bicara apa sih aku tidak mengerti "sahut dimas.


" Tidak perlu sok polos, aku tadi melihat kamu di restoran langganan kita kamu tidak hanya berduaan sama wanita bahkan kamu juga berpegangan tangan " bentak raya.


" Kamu salah paham, dia hanya klien ku yang baru datang dari luar negeri " ucap dimas mencoba menjelaskan.


" Banyak alasan " sahut raya.


" Benaran sayang dia hanya klien ku, aku menemaninya makan hanya karena menghargainya tidak lebih kok. Kamu jangan marah dong " ucap dimas yang langsung menggenggam tangan raya.


" Aku juga sengaja pulang cepat demi menghindari dia, jangan salah paham ya sayang " sambung dimas.

__ADS_1


" Tau ah, aku mau istirahat " sahut raya yang langsung menarik selimutnya.


Sudah ku duga semua pasti karenanya, lagi pula kenapa sih dia meminta aku yang menjemputnya dan aku juga yang menemaninya makan. Sekarang raya marah lagi sama aku " dalam hati dimas.


__ADS_2