
Minggu pagi yang cerah menyambut keluarga kecil raya yang sedang sarapan pagi di meja makan, tidak adanya rutinitas saat Dimas baru saja kembali normal membuat keluarga kecil raya berpikir akan pergi ke mana untuk mengisi hari libur bahagia yang baru mereka rasakan.
" Mama bagaimana kalau kita hari ini jalan-jalan " ucap dira memecahkan keheningan di meja makan.
" Papa setuju sama dira " sahut dimas sangat cepat.
" Tapi papa belum sembuh total, nanti jika kaki papa terasa sakit saat di jalan bagaimana?" tanya raya.
" Ada kamu semua pasti baik-baik saja, Ayolah kita jalan-jalan " sahut dimas dengan suara manja.
" Baiklah-baiklah kalian berhasil membujukku hari ini " sahut raya.
" Tapi lokasinya mama yang menentukan " sambung raya.
" Baik bos " sahut dimas sambil tersenyum.
" Bagaimana jika kita jalan-jalan ke kota saja ma " ucap dira.
" Tidak, itu terlalu jauh dan juga ramai dira tidak ingin sesuatu terjadi lagikan " sahut raya.
" Tidak ma, tidak " ucap dira dengan cepat.
" Memangnya apa yang terjadi di kota?" tanya dimas.
" Tidak ada " sahut raya dan dira serentak.
" Baiklah " ucap dimas yang langsung menutup mulutnya.
Suasana hening di meja makan kembali lagi, dira tidak berani lagi mengajuka saran kemana mereka akan pergi dan dimas hanya bisa pasrah melihat istri dan anaknya yang seperti menyembunyikan sesuatu.
" Mama sudah memutuskan tempatnya " ucap raya yang langsung mencairkan suasana.
" Di mana ma?" tanya dira.
__ADS_1
" Rahasia " sahut raya sambil mengedipkan matanya.
" Oke mari kita bersiap " sambung raya yang langsung tersenyum sambil meninggalkan meja makan.
Raya sudah tidak perlu lagi khawatir tentang dimas saat berjalan, tongkat yang di belikannya untuk dimas membuat dimas lebih leluasa untuk pergi kemanapun dia mau.
" Kita mau ke mana?" tanya dimas.
" Sudah ku bilang rahasia " sahut raya sambil mengganti bajunya.
" Jangan buat penasaran dong sayang " ucap dimas yang langsung memeluk raya dari belakang.
" Mama dira sudah siap " teriak dira yang berdiri di depan pintu kamar sambil terus mengetuk pintu.
" Iya sayang sebentar " sahut raya yang membuat dimas langsung melepaskan pelukannya.
Raya yang sudah berganti pakaian langsung mempersiapkan bawaannya, raya menyiapkan sebuah tikar dan beberapa cemilan raya juga tidak lupa membawa alat pancing yang di bawanya dari kota.
" Hore " teriak dira.
Dimas yang melihat putrinya sangat bersemangat membuatnya merasa sangat senang, dimas yang di bantu tongkatnya perlahan berjalan ke arah mobil dan duduk di samping raya.
" Loh mah, kita mau kemana?" tanya dira yang melihat mamanya membawa mobil bukan ke arah jalan raya.
" Dira duduk manis saja, sebentar lagi kita sampai " sahut raya sambil tersenyum.
Benar saja raya yang baru saja berhenti berbicara langsung menghentikan mobilnya, raya mengeluarkan semua bawaannya dan di taruhnya masuk ke dalam hutan yang berada di depan mobilnya.
" Papa, kok kita malah pergi ke hutan " ucap dira.
" Papa juga tidak tahu " sahut dimas yang merasa kebingungan.
" Kalian berdua kenapa hanya berdiam di dalam mobil, cepatlah keluar " ucap raya dari kejauhan.
__ADS_1
" Sudahlah ayo kita pergi " ucap dimas sambil menatap putrinya.
Kekecewaan terlihat jelas di wajah dira, dira yang berjalan di belakang dimas terus menendang bebatuan kecil yang berada di jalannya.
" Ini indah sekali " ucap dimas yang langsung menghentikan langkahnya.
" Dira coba lihat danau ini indah bukan " ucap dimas lagi sambil melambaikan tangannya memanggil putrinya.
Dira dengan malas-malasan menghampiri dimas tanpa mengetahui di depannya danau yang sangat indah telah menantinya.
" Wuuuuah, ini indah sekali " ucap dira yang masih tidak menyangka.
Piknik kecil yang di siapkan raya di pinggir danau membuat dira langsung tersenyum.
" Dira mengira kita tadi kehutan, dira tidak tahu ternyata mama mengajak dira kesini " ucap dira.
" Sudah tidak apa, mama bawakan pancingan kecil untuk dira ayo kita memancing " sahut raya yang langsung mengeluarkan pancingan.
" Hore " teriak dira.
" Papa duduk di sini saja sambil melihat kami memancing ya, nanti kalau dira dapat ikan ikannya untuk papa " ucap dira.
" Kalau begitu papa tunggu ikan dari dira ya " sahut dimas yang langsung tersenyum.
Raya yang memperhatikan dimas dan dira hanya tersenyum, raya berjalan ke pinggir danau sambil membawa pancingan di tangannya.
Dira yang melihat mamanya memancing langsung duduk di samping mamanya sambil tersenyum.
" Mama terima kasih, dira sudah sangat lama ingin seperti ini " ucap dira.
" Iya sayang, sebenarnya ini juga sudah menjadi impian mama sejak dulu " sahut raya.
Andai saja dimas tidak sibuk dengan kerjaannya, ini mungkin tidak hanya menjadi impian tapi aku bersyukur impian ini menjadi kenyataan " dalam hati raya yang langsung menatap dimas yang tidak jauh di belakangnya.
__ADS_1