
Di sisi lain dimas yang sudah sampai di perusahaan papanya bergegas memasuki ruangan papanya, para karyawan yang melihat dimas berjalan tanpa memperdulikan sekelilingnya saling berbisik satu sama lain.
" Apa kalian sudah tidak ada kerjaan lagi " ucap seorang pria yang membuat para karyawan terkejut.
" Seseorang masuk ke ruangan bos " sahut seorang karyawan wanita.
" Siapa?" tanya pria itu lagi.
" Kami kurang tahu " sahut wanita itu.
Pria itu yang mengira penyusup memasuki ruangan bosnya tanpa berpikir panjang langsung berlari, pria itu merasa sedikit familiar dengan pria yang membelakangi dirinya itu.
" Siapa kamu?" tanya pria itu.
Dimas yang mendengar suara tidak asing dari belakangnya bergegas memutar badannya.
" Bos dimas " ucap pria itu merasa sangat terkejut.
" Alex bagaimana kabarmu " sahut dimas sambil tersenyum.
" Bos dimas aku merasa senang melihatmu baik-baik saja " ucap alex yang langsung memeluk dimas.
" Aku sudah bisa menebak kalau kamu pasti bersama papaku, oh ya di mana papa?" tanya dimas.
" Pak Bram masih rapat sebentar lagi juga keluar " sahut alex.
" Aku ambilkan minum, bos pasti sangat lelah " ucap alex yang langsung berjalan pergi.
" Kamu bukannya mengalami gangguan jiwa bagaimana bisa kembali sembuh " ucap papa dimas yang berdiri di depan pintu.
" Anakmu sembuh kenapa kamu seperti tidak bahagia " sahut dimas.
" Bukan seperti itu, selama ini aku belum pernah mendengar gangguan kejiwaan bisa sembuh " ucap papa dimas.
" Semua karena menantu papa, dia melakukan banyak hal untuk membantuku " sahut dimas.
" Kamu beruntung sekali memiliki istri seperti raya, jangan pernah kamu sia-siakan dia " ucap papa dimas.
" Selagi aku masih bernyawa aku tidak akan menyia-nyiakannya " sahut dimas.
" Karena kamu sudah datang aku akan mengembalikan data perusahaanmu " ucap papa dimas.
__ADS_1
" Bagaimana data perusahanku bisa ada di papa?" tanya dimas.
" Aku sudah membelinya walau harganya tidak murah, tapi masih ada satu hal yang harus kamu lakukan " ucap papa dimas.
" Apa?" tanya dimas.
" Tentu saja mencari hacker untuk mengembalikan datamu dan menyimpannya dengan aman " ucap papa dimas.
" Papa benar lagipula memang saat ini aku membutuhkan hacker, aku sudah tahu siapa yang harus ku cari " sahut dimas.
" Cari saja orang lain dia tidak mungkin mau bekerjasama dengan mu " ucap papa dimas.
" Aku pasti akan membuatnya mau bekerjasama, karena dia tidak memiliki pilihan lain kartu As yang baru ku dapatkan akhirnya berguna " sahut dimas.
" Aku akan meminta alex menemaniku ke penjara bawah tanah, ku harap papa tidak keberatan " sambung dimas.
" Dia memang milikmu terserah padamu " sahut papa dimas yang langsung pergi meninggalkan dimas.
" Bos ini minumnya " ucap alex yang masuk kedalam sambil memberikan secangkir teh ke dimas.
" Terima kasih, ayo pergi aku ingin menemuinya " sahut dimas yang langsung meminum teh pemberian alex.
" Bos, Red tidak mungkin mau bekerjasama " ucap alex.
" Haaaaah " Alex menghela nafas sambil berjalan mengikuti dimas dari belakang.
Alex yang membawa mobil memberhentikan mobilnya di sebuah rumah besar.
Dimas yang melihat mobil telah berhenti bergegas keluar tanpa berbicara, dimas berjalan ke arah tangga yang menghubungkannya dengan penjara bawah tanah tempat seseorang di penjara.
Kesunyian dari ruang bawah tanah membuat dimas langsung menggunakan earphone yang di bawanya untuk menemaninya, dimas yang melihat dua penjaga suruhan papanya terus menatapnya memutuskan untuk tetap diam.
" Sudah jam dua siang, apa kamu sudah makan?" tanya dimas yang duduk di luar penjara dengan santai sambil melepasakn earphone nya.
" Haaah, aku kira siapa yang datang " sahut red.
" Apa kamu tidak merindukanku, kita sudah hampir dua tahun tidak bertemu loh " ucap dimas.
" Rindu, aku malah berharap tidak bertemu lagi denganmu " sahut red.
" Baiklah-baiklah, kamu pasti lapar karena makan hanya di berikan satu hari sekali saja bukan " ucap dimas.
__ADS_1
" Apa urusannya denganmu, tidak mungkin juga kamu akan memberikanku makan " sahut red.
" Siapa yang bilang tidak mungkin " ucap dimas.
" Alex bawa makanan itu kemari " teriak dimas.
" Ini bos " ucap alex sambil memberikan beberapa makanan yang baru saja di belinya.
" Berikan padanya, dia terlihat sangat kasihan" sahut dimas.
" Baik bos " ucap alex yang langsung memasukan satu persatu makanan yang di pegangnya.
" Matahari terbit dari mana hari ini, apa aku tidak salah melihat bos dimas yang sombong akan bermurah hati hari ini " ucap red sambil menatap dimas.
" Hanya ingin berbuat baik padamu, tidak perlu sampai seperti itu " sahut dimas.
" Jika kamu memberikan makanan untuk menyuapku itu tidak akan berhasil, sampai kapanpun aku tidak akan memberitahu siapa yang menyuhku beberapa tahun yang lalu " ucap red.
" Untuk sekarang aku tidak ingin membahas soal itu kamu tenang saja, nikmati makananmu itu tidak beracun percaya padaku " sahut dimas.
" Tapi aku ingin memintamu mendengarkan sebuah cerita liburanku, kamu tidak mungkin menolaknya bukan " sambung dimas.
" Hanya mendengarkan apa susahnya, kalau begitu langsung cerita saja aku akan mendengarkannya sambil makan " ucap red sambil tersenyum membuka satu persatu makanan di depannya.
" Baiklah aku mulai ceritanya.
Beberapa hari yang lalu aku istri dan anakku pergi berlibur ke sebuah tempat, tempat itu sangat nyaman dan aman. Aku beserta istri dan anakku sangat betah di sana, hingga sesuatu hal penting memaksa kami harus kembali ke kota " ucap dimas memulai ceritanya.
" Menyedihkan " sahut red sambil memakan makanannya.
" Memang sangat menyedihkan, sebelum kembali istriku memberi usulan untuk pergi ke sebuah tempat sebenarnya aku tidak tahu tempat seperti apa yang di usulkan istriku itu " ucap dimas menyambung ceritanya.
" Hais, suami macam apa kamu itu " sahut red tanpa melihat ke arah dimas.
" Keesokan harinya aku istri dan anakku pergi ketempat yang di usulkan istriku itu, apa kamu tahu tempat itu sangat nyaman buah-buahan tumbuh dengan lebatnya di sana " ucap dimas sambil tersenyum.
Red yang asyik makan tiba-tiba menghentikan suapannya, Red menatap ke arah dimas yang tersenyum.
" Wanita tua yang menjaga kebun buah itu sangat ramah, dia menyukai para tamu yang datang ke tempatnya. Cerita panjang lebar akhirnya terjadi di antara wanita tua itu dan istriku. Wanita tua itu bercerita jika dia sangat sedih putra satu-satunya pergi tidak tahu ke mana, Sudah hampir tujuh tahun lamanya putranya tidak juga pulang. Menurutmu bagaimana kasihan bukan wanita tua itu " ucap dimas lagi yang menyambung ceritanya.
" Aku berniat membawanya pergi dan istriku juga sudah menyetujuinya " sambung dimas.
__ADS_1
" Cukup " teriak red.
" Jangan sentuh ibuku, aku tidak akan membiarkanmu membawanya pergi " teriak red lagi sambil menghambur semua makanan di depannya.