Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
64. Rencana raya


__ADS_3

Raya yang baru mengetahui cara agar dimas kembali sembuh mulai menyusun rencana.


Hampir dua hari rencana yang di susun raya akhirnya selesai rencana yang sudah di susun dengan rapi sangat di sayangkan tidak bisa jika di lakukannya hanya seorang diri.


Raya mengetuk pintu kamar putrinya untuk mengajak putrinya makan malam, dira yang mendengar suara ketukan pintu dan suara mamanya yang terus memanggil langsung membuka pintu kamarnya.


" Dira makan dulu yuk, selama dua hari di sini dira selalu saja di kamar mama jadi khawatir " ucap raya.


" Mama tenang saja dira hanya sedang menggambar pemandangan di sini kok " sahut dira sambil tersenyum.


" Ya sudah yuk makan dulu " ucap raya lagi sambil menggandeng tangan putrinya ke meja makan.


Raya yang melihat putrinya tersenyum menatapnya langsung tersenyum sendiri, walau tidak tahu apa yang di pikirkan putrinya tapi melihat putrinya yang selalu tersenyum membuatnya bahagia.


" Dira makannya yang banyak, mama tidak mau nanti putri mama jadi kurus tinggal tulang loh " ucap raya.


" Hehehe " dira yang mendengar perkataan mamanya hanya tertawa.


Dira yang sudah selesai makan bersiap kembali ke kamarnya untuk melanjutkan lagi menggambarnya, raya yang melihat dira bersiap kembali ke kamarnya langsung memanggilnya.


" Dira " panggil raya.


" Ya mama, ada apa?" tanya dira.


" Dira sayang tidak sama papa?" tanya raya balik.


" Dira sayang papa dira juga sayang sama mama " sahut dira.

__ADS_1


" Kalau begitu dira mau tidak membantu mama?" tanya raya lagi.


" Membantu apa ma?" tanya dira balik.


" Sini mama bisikin " ucap raya sambil tersenyum.


Dira yang merasa penasaran langsung mendekatkan telinganya, dira mencoba mendengarkan dengan baik apa yang di bisikan mamanya.


" Beneran ma?" tanya dira.


" Iya " sahut raya.


" Baik kalau begitu mulai besok dira akan membantu semoga papa bisa sembuh seperti sebelumnya " ucap dira yang langsung berlari ke kamarnya.


Dira yang mendengar perkataan mamanya merasa sangat bahagia, dira benar-benar tidak sabar melihat papanya yang sembuh dan kembali seperti semula.


Pagi yang cerah seolah menyambut rencana raya, raya yang sebelumnya pernah berjanji akan mengajak dimas berkeliling rumah barunya langsung membangunkan dimas yang masih tertidur.


" Dimas bangun, katanya kamu ingin berkeliling melihat sekitar rumah kita " ucap raya sambil mengelus pipi dimas.


Dimas yang membuka matanya langsung duduk sambil menatap raya.


" Mama " panggil dimas yang langsung memeluk raya.


" Ya sudah yuk ke kamar mandi dulu, seperti biasa kamu harus mencuci muka dan sikat gigi setelah bangun tidur " ucap raya.


Dimas yang menatap raya hanya menganggukkan kepalanya, dimas mengikuti raya ke kamar mandi sama seperti biasanya setelah bangun tidur.

__ADS_1


Setelah mencuci muka sikat gigi dan berganti pakaian raya langsung menarik tangan dimas keluar rumah, panas matahari di pagi hari yang tidak begitu terik membuat raya bersemangat memulai rencananya.


" Mama papa pagi " ucap dira yang langsung berlari ke arah raya dan dimas.


Dira memeluk kaki mamanya bergantian dengan kaki papanya sambil sesekali tersenyum menatap mamanya.


Dimas memperhatikan dira sambil berulang kali menggelengkan kepalanya, dimas masih belum mengerti apa yang di lakukan anak kecil di depannya itu.


Dimas menatap raya dengan penuh kebingungan, Raya yang melihatnya hanya tersenyum sendiri.


" Mama, papa " ucap dimas sambil menatap raya.


" Iya aku mama dan kamu papa " sahut raya sambil menunjuk dirinya sendiri dan menunjuk dimas.


" Siapa aku?" tanya raya.


" Mama " sahut dimas.


" Kamu siapa?" tanya raya lagi sambil menunjuk dimas.


Dimas yang seperti kebingungan hanya menggelengkan kepalanya berulang kali.


" Haaaaah, mungkin kamu masih belum tahu " ucap raya yang langsung menghela nafas.


" Aku pa pa " ucap dimas sambil menatap raya.


Raya yang mendengar perkataan dimas merasa sangat senang, raya tidak menyangka ternyata rencana pertamanya berhasil.

__ADS_1


__ADS_2