
"Mama!, Papa!" teriak Daniel merentangkan tangannya
"Sayang, sayang, sayang" Leny menepuk-nepuk pipi Daniel yang tengah tertidur
"Haakkk!" Daniel spontan terduduk
"Kamu kenapa suamiku? mimpi buruk?" tanya Leny khawatir
Tanpa menjawab pertanyaan sang istri, Daniel langsung memeluk Leny dengan erat, dia seakan tak ingin melepaskan wanita cantik yang berada dalam pelukannya.
"Kamu yang tenang ya suamiku, semua baik-baik saja" ucap Leny mengelus-elus pundak Daniel yang semakin erat memeluknya
"Kamu jangan tinggalin aku ya honey" ucap Daniel masih memeluk Leny
"Enggak bakal suamiku" jawab Leny menggelengkan kepalanya
Daniel melepaskan pelukannya lalu menatap perut Leny yang semakin membuncit itu, dia mengelusnya dan berbicara pada calon bayi mereka
"Anak Ayah jangan tinggalin Ayah ya"
Leny mengerutkan keningnya, dia bingung ada apa dengan suami tampannya itu?. Tak biasanya dia menjadi seperti ini.
"Sayang, ayo kita ke depan, pasti Dion lagi menuju kemari" ucap Daniel meraih tangan sang istri
"Iya suamiku" jawab Leny mengikuti Daniel.
"Ada apa dengan suamiku?, mengapa aneh sekali?" batin Leny bertanya-tanya
Daniel dan Leny duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Dion, karena hari ini Daniel telah berjanji untuk melatih sang adik.
"Honey.. Kamu mau minum apa?" tanya Daniel membelai kepala Leny
"Teh hangat aja deh" jawab Leny masih bingung dengan sikap Daniel
"Oke" jawab Daniel mencium kening Leny
Saat Daniel berdiri dia merasakan kepalanya sangat pusing, pandangannya mulai kabur, kakinya goyah.
"Kepalaku pusing sekali" gumam Daniel memegangi kepalanya
"Sayang... sayang, kamu kenapa" Leny ikut berdiri dan memegangi tubuh sang suami
"Brugh" (Daniel terjatuh di lantai dan tak sadarkan diri)
Wulan yang sedang berada di kamar mendengar seperti ada benda yang jatuh, dia takut terjadi apa-apa pada sang kakak ipar, dia sangat panik dan langsung keluar dan mencari sumber suara yang iya dengar tadi.
__ADS_1
Saat sudah sampai, dia sangat terkejut karena melihat Daniel yang pingsan.
"Ada apa kak? apa yang terjadi pada suami kakak?" tanya Wulan panik
"Kakak juga gak tau dek, tadi di kamar kakakmu ini mengalami mimpi buruk, setelah itu sikapnya menjadi aneh, dan tiba-tiba dia pingsan begini" jawab Leny tak kalah paniknya
"Sebaiknya hubungi dokter Ayu kak" ucap Wulan
"Iya, sebentar kakak ambil handphone kakak di kamar, kamu tolong jaga suamiku" ucap Leny semakin panik dan langsung bergegas ke kamar.
"Duh kak, kak. Seorang pemimpin assassin kok bisa pingsan begini sih? kakak itu di takuti berbagai negara di Asia loh, kalo mereka tau, pasti kakak bakal di tertawai.. Ck,ck,ck" ucap Wulan heran
"Gimana ngangkatnya ini, berat banget si kamu kak" gerutu Wulan
Setelah menghubungi Ayu, Leny langsung menghampiri Daniel dan Wulan. Dia semakin panik karena tubuh suaminya sangat panas sekali.
"Duh gimana ni dek?, kak Ayu pun lama banget" ucap Leny panik
Dion baru sampai di pekarangan rumah sang kakak, dia membawa bungkusan yang ia beli di minimarket tadi dan langsung melangkahkan kakinya ke rumah sang kakak.
Dion melihat pintunya tidak di kunci, jadi dia memutuskan untuk segera masuk.
"Assalamualaikum, ini aku ba..." ucapan Dion terhenti saat melihat sang kakak tergeletak di lantai, ia langsung berlari kearah Daniel.
Wulan yang tak tau kalau sang kakak punya saudara kembar, sangat terkejut dan hampir saja membuatnya ikut pingsan.
Leny tersenyum karena menyadari ekspresi dari Wulan yang sedari tadi memperhatikan seorang lelaki yang sangat mirip dengan kakaknya itu.
"Dek sini, biar kakak jelaskan semuanya" ucap Leny memanggil Wulan
Wulan langsung mengikuti Leny dan ingin segera meminta penjelasan padanya.
"Dion tolong kamu angkat kakakmu ke atas sofa ya, aku ada urusan dengan wanita ini" ucap Leny menarik tangan Wulan
"Iya kak" jawab Dion langsung memapah Daniel dan membaringkan tubuhnya di sofa
Setelah Leny dan Wulan sampai di dapur, Leny langsung menjelaskan semuanya pada sang adik. Awalnya dia tidak percaya, karena Ayah dan Ibu angkatnya tak pernah memberi tau tentang Daniel dan Dion.
"Jadi begitu ceritanya kak" ucap Wulan mulai mengerti perkataan Leny
"Iya sayang, yaudah ayo kita ke sana lagi, kakak khawatir dengan kakakmu" ajak Leny merangkul Wulan
Dion masih panik dengan keadaan kakaknya, dia juga sempat menyentuh kening Daniel yang begitu panas. Saat Leny sudah kembali, Dion langsung menuju dapur untuk mengambil air untuk mengkompres sang kakak.
Tak lama mobil Ayu sampai juga ke pekarangan rumah milik Daniel, dia memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil Dion, saat dia keluar dari mobil, dia terkejut saat melihat mobil yang ia lihat tadi di lampu merah
__ADS_1
"Ini kan mobil Daniel" gumam Ayu
"Ah sudahlah, aku harus segera memeriksa keadaan Daniel" ucap Ayu langsung menuju ke dalam rumah
Ketika Ayu di depan pintu, dia langsung di tarik oleh Leny agar segera memeriksa keadaan suaminya, dia sangat panik karena Daniel tak kunjung sadar.
"Kak, buruan ayo, suamiku kok gak bangun-bangun" ucap Leny menarik tangan Ayu
"Sabar dek, sabar, akan kakak periksa"
Ayu mengeluarkan alat dokternya di dalam tas, dan segera memeriksa denyut nadi Daniel. Tidak ada yang perlu di khawatirkan menurutnya, dia pun sedikit lega karena lelaki yang ia sayangi itu tidak kenapa-kenapa.
Ayu menghela nafasnya dan berkata "Suami kamu baik-baik aja dek, dia hanya kecapean dan pasti lagi bnyak pikiran. Suruh dia banyak istirahat, jangan sampai melakukan aktivitas yang berat dulu"
"Tapi kenapa tubuhnya panas sekali kak?" Leny masih belum tenang dengan keadaan sang suami
"Mungkin dia habis mengalami hal atau mimpi buruk, sehingga tubuhnya menjadi syok" jawab Ayu mencoba menenangkan Leny
"Jadi suamiku tidak apa-apa kak?" tanya Leny masih panik
"Enggak sayang, dia hanya butuh istirahat saja" jawab Ayu tersenyum
Dion yang baru keluar dari dapur dan membawa mangkok yang berisikan air serta handuk kecil yang berada di pundaknya.
"Kak ini aku mengambil kompres untuk suamimu" ucap Dion tanpa menatap ketiga wanita cantik itu
"Iya, makasih ya. Letakan saja di atas meja, nanti biar aku yang mengkompresnya" ucap Leny
Ayu penasaran dengan suara lelaki itu, saat ia menoleh kearah suara yang berasal tadi, matanya langsung melotot, dia sangat terkejut melihat ada dua Daniel di depannya.
"Setaaaaannnnn" teriak Ayu
"BRUGK" Ayu pingsan karena terkejut melihat Dion seperti arwah milik Daniel
"Alamak, pingsan pula" ucap Wulan
Leny dan Wulan membantu memapah Ayu mengangkatnya untuk duduk di atas sofa. Mereka berdua terkekeh sendri saat melihat ekspresi Ayu tadi.
"Parah ni kak Ayu, masa adik iparku di katain setan, ck ck ck" ucap Leny terkekeh
"Iya awalnya aku juga hampir pingsan saat melihat kak Dion itu, hahaha" timpal Wulan
Dion meletakkan Baskom yang berisikan air di atas meja, dan ia juga menghampiri ketiga wanita itu.
"I..ini kan wanita yang bertemu denganku waktu di minimarket tadi?" ucap Dion terkejut melihat sosok wanita cantik yang duduk pingsan di depannya...
__ADS_1