Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PASTI DIA


__ADS_3

Daniel dan Kevin semakin brutal menghajar para preman yang di sewa oleh orang yang belum di ketahui orangnya.


Sedangkan di balik keributan itu ternyata ada seorang pria misterius yang melihat kegaduhan itu dari dalam mobil yang agak jauh dari tempat Daniel bermain-main.


Dengan tatapan mata yang penuh dengan rasa dendam dan amarah yang semakin memuncak ia terus menatap ke arah Daniel yang terus bersenang-senang dengan mainannya.


"Sial!. Sehebat apa orang itu?, kenapa para preman yang aku bayar mahal-mahal malah tidak berguna?!" gumam pria itu sambil memukul bagian mobilnya.


"Bagaimana ini?!, aku sudah membayar kalian mahal-mahal. Tapi anak buah milikmu tidak ada gunanya!" keluh pria itu penuh emosi menatap bos preman yang ia sewa.


"Sabar bos!" jawab kepala preman itu.


"Aku yang akan turun tangan" timpalnya.


"Terserah kalian!. Yang aku mau pria yang di sana itu hancur!" ucap si pria misterius itu.


"Tuan tenang saja. Aku yang akan membereskan pria itu" jawab si kepala preman tersenyum yakin.


Di sisi lain tepatnya dimana Daniel bermain-main, sekilas ia melihat sosok pria itu. Mata mereka saling bertemu dan Daniel menatap pria itu dengan senyuman yang meremehkan. Kemudian tubuh pria itu bergetar karena matanya melihat sosok bayangan singa yang bersemayam di belakang Daniel.


"PERGI DARI SINI! CEPAT!" teriak pria itu sangking ketakutannya.


"Ada apa bos?" tanya si kepala preman itu.


"Gak usah banyak tanya, udah buruan pergi!" jawab pria itu.


Dalam keadaan bingung bos dari para preman itu langsung menancapkan pedal gas mobilnya dan pergi meninggalkan keributan yang ia buat itu.


"Kenapa tuan tiba-tiba meminta kita pergi dari sana?" tanya si bos preman penasaran.


"Aku tak ingin membahasnya" jawab si pria itu tak mau memikirkan hal apa yang ia lihat tadi.


Daniel tersenyum remeh melihat wajah dari pria itu yang langsung lari terbirit-birit setelah melihat dirinya tadi.


"Aku sudah menduganya, pasti dia orang di balik kecoa-kecoa ini" gumam Daniel.


"Kevin" panggil Daniel sembari masih memukul para preman itu.

__ADS_1


"Aku serahkan semua ini padamu, aku akan mengejar dalang di balik ini semua" ucap Daniel.


"Apa kau sudah tau orang yang menyewa mereka semua kak?" tanya Kevin sembari menendang musuhnya.


"Sudah!, dan aku kau juga mengenalinya" jawab Daniel.


Setelah percakapan antara Daniel dan sang adik sudah beres, kemudian Daniel melangkah maju menuju mobilnya sembari memukul preman-preman yang menghalangi jalannya.


"Kau tunggu aku!. Kau di kasih hati malah minta jantung" gumam Daniel sambil membuka Lamborghini miliknya.


Dengan cepat Daniel langsung menancap pedal gas mobilnya. Daniel mengambil jalan pintas untuk menghadang pria misterius itu hanya sekedar memberi sebuah kejutan.


Mobil yang di tumpangi oleh pria misterius itu terus melaju secepat mungkin meninggalkan kantor milik Daniel dan menjauh dari sosok bayangan singa tadi.


Tiba-tiba mobil yang di kendarai oleh kepala preman dan pria misterius itu berhenti mendadak karena di hadang oleh sebuah mobil Lamborghini yang terpampang di tengah jalan tepat di depan mereka berdua.


Dengan santai Daniel duduk di body mobilnya menunggu kedatangan orang yang sudah berani memancing keributan dengannya.


"Kenapa dia tiba-tiba ada di sana?!" gumam pria itu panik.


"Kok bisa dia ada di depan?!" gumam kepala preman itu juga.


Daniel menghela nafasnya dan turun dari mobilnya kemudian ia berjalan santai menunju ke arah mobil di depannya.


"Keluar!" ucap Daniel sembari mengetuk sekali kaca mobil itu.


"Atau mau ku pecahkan kaca mobil ini, dan ku tarik kau keluar ha?!" timpal Daniel mengancam.


Kepala preman itu keluar dan berniat untuk menghajar Daniel. Namun karena Daniel sama sekali tidak tertarik dengan kepala preman itu, jadi Daniel hanya memukulnya dengan sekali saja dan kepala preman itu langsung tumbang terkapar di atas tanah sampai tak sadarkan diri.


"KELUAR!" bentak Daniel dan dengan perasaan ragu pria itu keluar.


Tubuhnya bergetar saat membuka handle pintu mobilnya, kakinya terasa seakan sudah tak menempel lagi di tubuhnya. Sedangkan Daniel hanya tersenyum meremehkan saja melihat pria yang sudah tak berdaya itu.


"Apa maumu lagi ha?!" tanya Daniel masih santai.


Sedangkan pria itu hanya menunduk dan sesekali menatap Daniel namun tidak berani berkata-kata. Rasa takut dalam dirinya semakin besar akibat Daniel terus menekannya dengan aura milik Daniel.

__ADS_1


"Kerugian kantorku lumyan banyak karena perbuatan yang kau lakukan itu" ucap Daniel sembari berjalan mengelilingi pria yang sudah pasrah itu.


"Kehilangan uang sebanyak itu bukanlah hal yang penting untukku. Namun rasa kepercayaanku padamu kau rusak begitu saja!. Aku sangat benci pada orang yang berkhianat padaku" timpal Daniel.


"Masih untung kau hanya ku pecat dan ku lepaskan begitu saja" ucap Daniel sembari memegang pundak pria itu.


"Tapi dengan bodohnya kau menyewa para tikus-tikus itu untuk menghancurkan kantorku?!. Sama saja kau hanya mengantarkan nyawa padaku" sambung Daniel.


Pria itu hanya menunduk ketakutan karena merasa semakin dalam ke adaan gelap, meskipun saat ini masih siang dan masih berada dalam waktu bekerja.


"Aku masih berbaik hati dengan tidak memberikanmu hukum. Namun kau sendri yang menginginkan itu semua" ucap Daniel.


Pria itu seakan menyesal karena sudah meniup api yang hampir padam, namun kini api itu justru membesar dan bersiap untuk melahap dirinya sampai tak tersisa.


"Ma..maafkan saya tuan" ucap pria itu ketakutan.


"Apa?! maaf?. Setelah semua yang kau lakukan pada kantorku dan juga rasa kepercayaanku padamu. Kau ingin meminta maaf begitu saja?" ucap Daniel bertanya.


"Hahaha!. Awalnya aku memang berniat ingin memaafkanmu, tapi kau sendri yang menginginkan kasus ini di tindak lanjuti" timpal Daniel.


"Mungkin Daniel yang selama ini kau kenal hanya seorang bos yang lemah lembut, baik hati, dan mudah untuk di tipu daya kan?!" tanya Daniel lagi.


Pria itu semakin takut dan semakin gemetaran saat Daniel terus menekan auranya. Ingin rasanya ia lari dari tempat itu, namun sayangnya kakinya seakan tertanam di tanah dan tak mau bergerak.


"Itu hanya sosokku dalam terang. Jika kau tau sosokku dalam gelap, aku jamin nafasmu langsung berhenti dan kau langsung pergi ke neraka" ucap Daniel dengan tatapan dinginnya.


"Ma..maafkan saya tuan, saya mohon lepaskan saya" pinta pria itu memohon dan berniat untuk bersujud di kaki Daniel.


Namun saat ia ingin bersujud pada Daniel, dengan cepat Daniel langsung menendang pria itu dan membuat tubuhnya terpental menghantam mobil di belakangnya.


"Aku bukan Tuhan!. Untuk apa kau bersujud di kakiku" ucap Daniel.


"Uhuk-uhuk" pria itu terbatuk-batuk dan masih tersungkur di atas tanah.


"Bangun!. Jangan kau memasang wajah yang seakan minta di kasihani!. Semua itu tak berarti apa-apa buatku!" ucap Daniel.


"Jangan pernah kau memancing keluar sisi gelapku jika kau masih sayang nyawa" timpal Daniel.

__ADS_1


Pria itu masih terbaring di tanah, tubuhnya seperti sudah tak mampu bangkit dari tanah itu karena serangan yang Daniel berikan padanya.


"Korupsi besar-besaran mampu, tapi untuk bangkit dari tempat itu saja kau tak kuat!" ucap Daniel meremehkan.


__ADS_2