
Setelah diskusi masalah liburan keluarga yang sedikit penuh konflik, akhirnya mereka semua berangkat.
Wulan sempat protes kalau Kevin ikut dia tidak akan ikut. Namun dengan paksaan dan Leny yang terus memohon, akhirnya hati Wulan luluh juga.
"Baiklah, ini semua demi Kakak dan calon keponakanku" ucap Wulan pasrah.
"Gitu dong Sayang" ucap Leny memeluk dan menciumi Wulan
"Haha, ampun Kak!, geli tau" ucap Wulan kegelian karena pipinya terus di hujani dengan ciuman dari Leny
Melihat kebahagiaan dari istri dan juga Adiknya, membuat hati Daniel merasa hangat. Senyuman dari sudut bibirnya tak henti-hentinya ingin memudar.
Kevin yang menyadari hal itu ikut bahagia juga melihat Daniel yang kini sudah menemukan kebahagiaannya sendri.
Setelah puas menghujani beberapa cap lipstik pada pipi Wulan, Leny kembali duduk di samping sang Suami dan memeluknya juga.
"Terimakasih Suamiku, aku bahagia banget" ucap Leny semakin mempererat pelukannya
"Kak!, lihat ini!, karena ulah bibir nakalmu!" protes Wulan melihat banyak bekas lipstik Leny di pipinya
"Hahaha" Kevin tertawa
Wulan menatap Kevin seperti tatapan vampir yang tengah haus darah "Diam kau capung!"
"Mulai lagi" ucap Leny menepuk jidatnya dan bergeleng.
________________________________
"Bagaimana? sudah dapat?!" tanya bos mereka
"Sudah bos!, ternyata dia memiliki Istri seorang aktris yang terkenal" ucap anak buahnya dengan mata yang berbinar
"Hahaha. Bagus!,. Suruh anak buah yang lain untuk mengawasinya, jika ada kesempatan culik dia!. Kita akan mempermainkannya di depan bocah itu!" ucap sang bos penuh dengan semangat
"Baik bos!" ucap seluruh anak buahnya semangat
"Bagaimana bocah?! aku akan melihat keputusasaanmu" ucap Eko tertawa sinis
_____________________________
Wulan yang telah selesai membersihkan bekas lipstik dari pipinya, langsung mengajak Leny untuk keluar dan berbelanja ke sebuah mall.
Leny yang awalnya menolak dan tak mau pisah dari Suaminya, Akhirnya mau tak mau setuju juga karena paksaan dari sang Adik.
"Buruan Kak!, aku sudah gerah banget ini melihat ada capung yang terus bertebaran" ucap Wulan menyindir Kevin.
"Hust!. Gak boleh bicara begitu!" tegur Leny dan merangkul lengan Wulan
"Kak, aku pinjam Istrinya ya" ucap Wulan meminta izin pada Daniel
"Iya hati-hati" ucap Daniel was-was
"Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungiku ya kucing kecil" goda Kevin
"Diam kau capung!. Aku bisa menjaga diri dan juga Kakakku!" jawab Wulan sinis dan langsung menyeret Leny
"E..ehh.. Sayang aku pergi ya" ucap Leny sedikit berteriak karena sudah agak jauh dari sang Suami.
__ADS_1
Tinggal lah Daniel dan Kevin di dalam ruangannya milik Daniel.
"Bagaimana?, sudah kalian temuan lokasi dari Petir Hitam?" tanya Daniel
"Masih proses Kak" jawab Kevin
"Aku takut terjadi apa-apa pada Wulan dan juga Leny. Karena dari tadi perasaanku terus saja tak tenang setelah mereka berdua pergi" ucap Daniel khawatir
"Itu karena memang Kakak tak bisa jauh dari Kakak ipar" ejek Kevin menggoda Daniel
"Mungkin" jawab Daniel tersenyum penuh arti
"ckckck" decak Kevin menggeleng melihat tingkah sang Kakak.
__________
Wulan dan Leny tengah asyik berjalan menuju mobil milik Wulan.
Mereka berdua sangat akrab dengan canda tawa masing-masing sampai masuk kedalam mobil dan segera meluncur kedalam mall tersebut.
Tanpa mereka sadari ternyata sudah banyak pasang mata yang mengawasi kepergian mobil mereka. Tiba-tiba ada beberapa mobil dan motor tengah mengikuti mereka dari belakang.
Leny yang sadar akan adanya bahaya yang mulai mendekati mereka mulai panik dan terus saja beroda agar mereka baik-baik saja dan bisa bertemu kembali dengan sang Suami.
"Duh gimana ni Dek?" ucap Leny panik melihat keluar jendela
"Kakak tenang aja, aku akan melindungimu" jawab Wulan masih fokus menyetir dan berusaha menjauhi mereka
"Kamu itu perempuan sayang, dan kamu hanya sendirian. Aku takut kamu sampai kenapa-kenapa" ucap Leny
"Dek pelan-pelan!, ingat Kakak tengah hamil keponakanmu" ucap Leny panik karena Wulan membawa mobilnya begitu kencang
Karena sangking paniknya, mereka sampai lupa untuk menghubungi Daniel untuk meminta bantuannya.
Pada saat melewati jalanan yang sepi, dua motor langsung menyalip dan berhenti tepat di depan mobil yang Wulan dan Leny kenakan.
Otomatis membuat Wulan harus mengerem mendadak dan membuat mereka hampir terbentur.
"Ahk!" teriak Wulan memukul setir mobil
Pada saat ingin mundur, ternyata mereka sudah di kepung oleh beberapa mobil dan motor, terpaksa Wulan dan Leny jadi tidak bisa kabur.
______________
"Kenapa perasaanku semakin tidak enak ya" ucap Daniel berbicara sendiri karena Kevin sudah kembali kemeja kerjanya.
"Semoga aja tidak terjadi apa-apa" gumam Daniel
________________
"Bos kami sudah berhasil menghadang target" ucap anak buahnya dalam balik panggilan telepon
"Bagus!. Bawa kemari!, jangan buat dia terluka!" perintah sang Bos
"Sepertinya dia tidak sendirian bos" ucap anak buahnya lagi
"Bawa aja semua yang bersama dia" perintah sang Bos
__ADS_1
"B..baik bos" ucap anak buahnya ketakutan
Setelah selesai melakukan panggilan telepon dengan sang Bos, mereka langsung mendatangi mobil Wulan dan Leny untuk memaksa mereka untuk keluar.
Leny semakin panik dan terus memanjatkan doa berharap ada keajaiban yang datang untuk menyelamatkan mereka berdua.
Wulan menjadi tak tega melihat sang Kakak yang semakin ketakutan dan dia juga takut dengan calon keponakannya jika terjadi sesuatu hal yang tidak ia inginkan.
"Dok, Dok, Dok" (suara ketukan jendela mobil)
"Keluar!" teriak lelaki yang berada di luar mobil milik Wulan
"Buruan!" teriaknya lagi
"Atau akan kami seret paksa kalian!" teriak yang lainnya
"Ck" Decak Wulan dan hendak keluar
"Jangan Dek!" Leny mencegah tangan sang Adik
"Kakak tenang aja ya, aku akan segera kembali" ucap Wulan memberi ketenangan
"Mereka banyak, aku takut" ucap Leny lirih
Wulan tersenyum dan mengelus pundak Leny untuk menenangkannya "Kakak di sini aja ya, aku bakal baik-baik aja kok"
Leny terus menggeleng dan derasnya air matanya yang jatuh membasahi pipinya.
"Sudah Kakak jangan menangis, kita akan selamat kok" ucap Wulan memeluk Leny
"Kakak jangan panik, mereka akan segera aku bereskan"
Wulan perlahan melepaskan pelukannya dan membuka pintu lalu menguncinya agar Leny bisa aman di dalam mobil itu.
"Apa mau kalian?!" tanya Wulan sinis
"Wih!! sadisnya" ucap salah satu dari mereka dengan senyuman meremehkan
Leny yang melihat Wulan yang ingin di keroyok semakin takut dan ia langsung teringat dengan sang Suami.
"Sebaiknya aku menghubungi Suamiku" ucap Leny mengeluarkan ponselnya
Leny langsung menelpon sang Suami. Saat panggilan di angkat, Leny langsung mengadu sambil menangis.
"Suamiku hiks.. tolong.. hiks.." ucap Leny ketakutan
"Kamu dimana sayang? apa yang terjadi?" tanya Daniel panik
"Aku tak tau dimana.. hiks.. kami Sepertinya sedang di rampok.. hiks.. dan Wulan tengah menghadapi mereka sendirian sayang.. hiks.. mereka terlalu banyak" jawab Leny tersendu
"baiklah. Kamu jangan panik, kiriman lokasi kamu, aku akan segera kesana" ucap Daniel lembut menenangkan sang istri
Setelah mendapatkan lokasi dari sang Istri, Daniel langsung menghubungi Kevin dan yang lainnya, terutama Fauzi dan Rian agar mereka di suruh berangkat terlebih dahulu untuk membantu Wulan menghadang mereka.
Daniel dan Kevin langsung meluncur dengan cepat agar segera sampai di sana. Daniel sangat marah dan bercampur panik mengetahui ada orang yang berani menggangu Istri dan Adiknya itu.
"BURUAN KEVIN!" teriak Daniel....
__ADS_1