Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TEPAT WAKTU


__ADS_3

Dengan skill mengemudi yang hebat, Daniel berusaha secepat mungkin menuju ke rumah dukun tersebut. Ia takut terjadi apa-apa pada keluarga dukun tersebut terutama pada istri dari si dukun itu. Ia tak mau sampai melihat ada seseorang yang melukai seorang wanita.


Sedangkan Mery yang sudah lebih dulu berada di dalam rumah dukun itu mencoba membantu dukun serta sang istri dengan semaksimal mungkin agar mereka berdua tidak terkena luka fisik dari beberapa pria yang terlihat sangat menakutkan itu.


Sesampainya Caty di sana, dengan tidak sengaja tubuhnya menabrak sebuah meja sampai membuat meja tersebut tergeser. Akibat perbuatan Caty yang secara tidak sengaja menabrak meja, orang-orang yang berada di dalam rumah tersebut langsung terkejut karena mereka melihat sebuah meja yang tiba-tiba bergerak akan tetapi tidak ada yang menyentuhnya.


"Kok tiba-tiba meja itu bergerak?, kau yang menyenggolnya ya?" tanya salah satu dari mereka.


"Mana mungkin!. Bagaimana aku menyentuhnya sedangkan saja aku berada di sampingmu dari tadi" jawab rekannya.


Melihat kejadian itu Mery justru tertawa terbahak-bahak melihat Caty yang dengan cerobohnya menabrak meja tersebut. Akan tetapi itu menjadi sebuah pertolongan untuk si dukun dan sang istri dari amukan para pria tersebut.


"Hahaha. Kau bodoh sekali Caty, meja sebesar itu bisa-bisanya kau tabrak" tawa Mery terbahak-bahak.


"Tolongin bodoh!, malah tertawa" ucap Caty sambil memegangi perutnya.


"Tapi bagus juga perbuatan cerobohmu itu, mereka jadi ragu untuk melakukan penyerangan" ucap Mery sambil memegangi lengan Caty.


"Apa mereka sudah berbuat yang tidak-tidak pada dukun dan istrinya?" tanya Caty sambil memegangi perutnya dengan wajah yang seperti menahan rasa sakit.


"Belum, mereka hanya membentak istri dukun itu saja" jawab Mery.


"Bos, se.. sebaiknya kita pergi saja dari sini, tempat ini sangat angker. Tiba-tiba aku merinding" ucap salah satu dari mereka.


"Bodoh!, apa yang kau takutkan?!. Tidak ada itu semua" ucap sang bos sambil memukul kepala dari salah satu anak buahnya.


"Wah, wah. Sepertinya bos mereka itu menantang kita ni Caty" ucap Mery tersenyum sinis.


"Apa perlu kita kasih pelajaran?" tanya Caty dengan senyuman nakalnya.


"Haha. Dengan senang hati" jawab Mery tersenyum jahil.


"Hey!. Kalian pikir, aku akan takut dengan trik murahan dari kalian itu hah?!" tanya pemimpin mereka sambil menggebrak meja yang ada di depannya, sampai membuat istri dari dukun tersebut terkejut.

__ADS_1


"Jangan kau sentuh barang-barang ku!" ucap sang istri dukun sambil menampar pipi pria tersebut lantaran sudah kehabisan kesabaran.


"Berani sekali kau menamparku!" ucap si pria itu sambil memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari istri dukun tersebut.


"Memangnya kenapa?!. Kalian yang memulainya" tanya istri dukun itu semakin menantang.


"Kau pikir hanya karena kau seorang wanita aku tidak berani berbuat kasar padamu hah?!" ucap si pria itu mengancam.


"Kau pikir aku takut dengan ancaman darimu?!" ucap si istri dukun tersebut menantang balik.


"Kau memang benar-benar membuat aku emosi" ucap si pria itu semakin geram.


Pada saat pria itu ingin memukul istri sang dukun, tiba-tiba sebuah tangan menangkap tangan pria itu dan mencengkeramnya dengan keras.


"Apa kau masih pantas di sebut seorang pria kalau sudah berani bermain fisik dengan wanita?!" tanya seorang pria yang semakin mencengkram erat tangan pria yang ingin memukul istri si dukun tersebut.


"Lepaskan tanganku!, jangan ikut campur urusanku, sebelum kau menyesal!" ucap pria itu tanpa menoleh kearah seseorang yang mencengkram pergelangan tangannya.


Lalu tangannya langsung di hempasan oleh pria yang menyebabkan pergelangan tangannya sampai retak!.


Si dukun dan sang istri hanya tercengang melihat pria yang mereka kenal melakukan hal itu seperti menggenggam sebuah kerupuk saja.


"Siaalll!!!!!" teriak pria itu memegangi pergelangan tangannya.


Saat ia menoleh ke arah orang tersebut, matanya langsung terbelalak karena terkejut. Wajahnya langsung berubah menjadi pucat saat menatap wajah dari pria yang tengah tersenyum sinis menatapnya.


"Ke..kenapa kau ada di sini?!" tanya pria itu gugup.


"Pa..pada kemana anak buah ku?!" timpal pria tersebut kebingungan.


"Punya mata kan?!" tanya pria itu yang tidak lain adalah Daniel.


"Itu para anjing-anjing milikmu sedang bersantai bak seperti di pantai" tunjuk Daniel ke arah para anak buah dari pria itu yang sudah tumbang semua.

__ADS_1


"Ti..tidak mungkin!. Se...sejak kapan kau sudah berada di sini?, aku sama sekali tidak menyadari kehadiranmu di sini?!" ucap pria itu bertanya-tanya.


Tiba-tiba Daniel langsung mencekik leher pria itu dan menghantamkan tubuhnya sampai ke dinding yang ada di belakang pria tersebut. Dengan wajah dingin Daniel terus menekan cekikikannya pada leher pria malang tersebut.


"Kau tidak perlu tau kapan aku berada disini, karena nyawamu sudah tak bisa di tolong lagi" jawab Daniel dengan nada bicara yang sangat dingin, namun membuat mental pria itu semakin ketakutan.


"Arkkhh" rengek pria itu yang sudah mulai kehabisan nafas.


Kemudian Daniel mencampakkan tangannya ke arah samping dan pria itu terjatuh di lantai dengan nafas yang hampir habis.


"Jika aku langsung membunuhmu, rasanya tidak ada rasa puas dalam hatiku" ucap Daniel dengan nada dinginnya.


"Kau juga harus mendapatkan yang setimpal sama persis dengan apa yang sudah kau lakukan pada keluargaku" timpal Daniel menatap dingin pria itu.


Kemudian Daniel mendatangi si dukun dan istrinya lalu ia bertanya "Apa kalian baik-baik saja?, kau tidak apa nona?".


I..iya tuan kami baik-baik saja kok. Untung saja tuan datang tepat waktu" jawab istri dari dukun tersebut dengan raut wajah yang terlihat lega karena tertolong oleh Daniel.


"La..lalu, apa yang akan tuan lakukan pada pria yang sudah tak berdaya itu?" tanya sang dukun.


"Aku akan membawanya ke sebuah tempat. Tempat dimana dia akan menyesal karena sudah berani mengusik ketenangan keluargaku" jawab Daniel.


"Tapi tuan sebaiknya berhati-hati, karena sepertinya pria itu bukan orang yang sembarangan" ucap sang dukun menasehati karena khawatir pada Daniel.


"Hahaha, kalian tenang saja. Akan ku tunjukkan pada anjing-anjing ini, bagaimana seekor singa yang sedang tertidur namun sudah di bangunin oleh perbuatan mereka yang begitu bodoh!" jawab Daniel santai.


"Yaudah kalau memang itu hal yang menyenangkan untuk anda, maka anda lakukan saja. Kami hanya bisa mendoakan tuan agar tuan baik-baik saja dari orang-orang seperti mereka" ucap istri sang dukun.


"Tenang saja. Aku akan baik-baik saja" jawab Daniel.


"Yaudah aku permisi dulu. Sepertinya anjing-anjing itu sudah tak sabar untuk permainan selanjutnya" timpal Daniel tersenyum sinis sambil berjalan menuju ke arah pria yang sudah tak berdaya itu.


Lalu Daniel membawa pria itu secara paksa dan menyeretnya keluar dari rumah sang dukun tersebut. Para anak buah si pria itu juga bakal di urus oleh Daniel nantinya.

__ADS_1


__ADS_2