
*K*etika semua keluarga telah berkumpul di ruangan keluarga, barulah Daniel dan Leny akan segera memberitahukan kabar gembira untuk mereka
"*K*arena semua keluarga telah berkumpul, aku dan Leny ingin mengumumkan sesuatu kabar bahagia" tegas Daniel
"Apa itu sayang?" Yuni bertanya
"*M*a, pa, ayah ibu, selamat ya kalian akan segera menjadi nenek dan kakek" jawab Daniel tersenyum
"Apa?! benarkah itu sayang?" tanya Rani menatap Leny
"Iya bu" jawab Leny tersenyum mengangguk
"Kita akan segera memiliki cucu" ucap Rani menatap Yuni
"Iya jeng, sebentar lagi kita akan di panggil nenek" jawab Yuni tersenyum
"Wah aku akan di panggil kakek" ucap Leo menatap langit-langit rumah
"Kita akan di panggil om dan Tante ni" timpal Riski menatap Windy
Seluruh keluarga merasa sangat bahagia karena akan segera memiliki momongan dari Daniel dan Leny, namun mama dan ibu mertuanya sangat ketat terhadap Leny, dan akan memperingati Leny untuk tidak terlalu lelah
"Leny sayang, ibu minta kamu jangan terlalu lelah, selalu minum vitamin, dan jangan memakan makanan yang tidak sehat" ancam Rani
"I..Iya bu" jawab Leny
"Dan mama minta agar kamu jangan terlalu fokus bekerja, perbanyak istirahat di rumah dan rajin berolahraga" timpal Yuni
"Iya mama" jawab Leny lagi
"Mengapa mama dan ibu menjadi over protektif begini?" (*batin Leny*)
Daniel hanya tertawa ketika melihat istrinya di peringatkan oleh ibu dan mama mertuanya, dan itu membuat Leny kesal, lalu Leny langsung mencubit perut Daniel
"Aw, sakit sayang" ucap Daniel memegang perutnya
"Rasakan, siapa suruh kamu tertawa ketika aku di marahi" tegas Leny
"Hehe iya-iya maaf istriku, habisnya lucu" jawab Daniel menahan tawa
"Oo mau aku cubit lagi!" ancam Leny
__ADS_1
"Eh eh ampun nyonya ampun" jawab Daniel tertawa
"Daniel sudahlah, jangan terus kamu goda istri kamu itu" tegur Rani
"Tu rasain, marahi aja bu" ejek Leny
"Sudahlah kalian ini jangan memperibut kan hal yang tidak penting, kita ini sedang dalam kebahagiaan" ucap Leo menyela pembicaraan mereka
"Itu Daniel dulu yang mulai ayah" ucap Leny mengadu ke Leo
"Yaudah nanti ayah yang akan hukum dia" timpal Leo
"Sudah-sudah. aku ini lapar, jangan ribut terus. ayo kita makan" timpal Riski
"Hahaha" mereka semua tertawa
Mereka semua menikmati pesta kecil yang di buat Daniel dan Leny, dan sampai pukul 22.00 mereka semua pamit untuk pulang karena sudah malam
Keesokan harinya
Daniel masih tertidur dan Leny sudah bangun namun masih ingin berada di pelukan suaminya, Leny terus memandangi wajah Daniel yang tengah tertidur pulas dan sesekali menciumi area wajah Daniel
"Iya aku tau" jawab Daniel
"Eh, kamu sudah bangun?" tanya Leny terkejut
(*Daniel mengangguk namun dalam mata terpejam*)
"Ih kamu ini" timpal Leny mencubit pipi Daniel
Mereka berdua berpelukan mesra dan sesekali Daniel mencium kepala Leny, akhir-akhir ini Leny sangat manja terhadap Daniel dan selalu meminta hal-hal aneh
"Suamiku, menurut kamu anak kita ini laki-laki atau perempuan ya?" tanya Leny memegangi perutnya
"Ya apapun yang di berikan tuhan, aku berharap kamu dan calon bayi kita sehat-sehat saja" jawab Daniel mengelus kepala Leny
"Sayang, aku ingin terus begini, aku ingin kamu terus mencintaiku meskipun uban telah memenuhi rambutku" ucap Leny manja
"Iya istriku, kamu adalah wanita kedua setelah ibuku yang sangat aku cintai" jawab Daniel semakin memeluk Leny
Lalu Daniel mengajak Leny kebawah untuk sarapan dan dia akan pamit bekerja, namun Leny tidak ingin mengijinkan, Leny ingin terus berada di sisi Daniel
__ADS_1
"Sayang ayo kita kebawah untuk sarapan, dan aku harus pergi ke kantor" bujuk Daniel
"Tidak, kamu tidak boleh kemana-mana, kamu disini sama aku aja" jawab Leny manja dan memeluk Daniel
"Jangan begitu dong istriku, Riski pasti membutuhkanku" timpal Daniel membujuk
"Tenang saja, aku yang akan berbicara padanya nanti" jawab Leny
"Tapi sayang.." Daniel belum selesai berbicara Leny langsung mencium bibirnya, dan memeluk tengkuk leher Daniel
"Berani membantah aku cium lagi" ancam Leny melepaskan ciumannya
"Dasar nakal" timpal Daniel menarik hidung Leny
"Habisnya kamu susah untuk di kasih tau" jawab Leny manja
"Yaudah. ayo kita sarapan saja, kasihan anak aku ini belum makan apa-apa" bujuk Daniel mengelus perut Leny
"Anak bunda lapar iya?" tanya Leny memegangi perutnya
"Yaudah ayo suamiku, tapi gendong" timpal Leny menjulurkan kedua tangannya
"Ini yang manja anaknya atau bundanya sih?" tanya Daniel menggendong Leny
Daniel menggendong Leny menuruni tangga dan menuju meja makan, sesampainya di meja makan, Leny di dudukan di atas kursi dan di perlakukan layaknya seorang ratu oleh Daniel
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Daniel mengelus kepala Leny
"Hmmm"(*Leny berfikir*)
"Semur jengkol" jawab Leny tegas
"Kamu yakin sayang?, mau cari dimana semur jengkol pagi-pagi begini?" tanya Daniel bingung
"Aku ingin kamu yang memasaknya" jawab Leny dengan ekspresi wajah imut
"Baiklah-baiklah, aku akan menurutinya tuan putri" jawab Daniel
Sebelum Daniel memasak dia mencium kening Leny terlebih dahulu, dan langsung memasak permintaan istrinya itu.. Leny terus memperhatikan suaminya yang tengah memasak itu, dan membuatnya tersenyum-senyum sendiri
"Benar kata kak Ayu, kamu memang sosok lelaki idaman para wanita, aku sangat beruntung bisa menjadi istri kamu" (*batin Leny*)
__ADS_1