Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BUKAN ARENA BERTANGGUNG


__ADS_3

Takaoka terus berusaha menggerakkan tangannya agar bisa memukul Hiroto yang semakin membuat ia kesal. Namun, sosok pria yang menahan tangannya Takaoka memiliki tenaga lebih kuat darinya sehingga membuat Takaoka mau tak mau harus mengalah.


"Tidak ada akan pernah aku mengizinkan siapapun orang yang berani melukai murid-murid ku, bahkan jika orang itu kepala sekolah sekalipun" ucap pria itu dengan nada dinginnya.


Takaoka langsung berbalik badan dengan lengannya yang masih terus di tahan oleh pria tersebut. Ketika ia mengetahui siapa orang yang telah berani menentang dirinya, ia sedikit terkejut karena pria tersebut adalah Daniel yang merupakan wali kelas dari murid-murid yang sedang ia hukum.


"Ah, ternyata anda Daniel Sensei" sapa Takaoka tersenyum sambil menahan amarah.


"Apa anda guru yang bernama Takaoka?" tanya Daniel menebak.


"Iya, saya Takaoka" jawab Takaoka tersenyum aneh.


Daniel langsung terus menatap wajah Takaoka dengan tatapan dinginnya dan di balas dengan senyuman pahit oleh Takaoka, akan tetapi Daniel hanya menggeleng pelan.


"Jika anda ingin mengajar murid-murid ku, tolong gunakan hati dan nurani, jangan menggunakan emosi, apalagi sampai bermain fisik. Aku tidak akan membiarkan itu" ucap Daniel memperingatkan.


"Maaf ya Daniel Sensei. Kita sama-sama seorang guru di sekolah ini. Akan tetapi, saya dan anda itu memiliki cara masing-masing untuk mengajar" jawab Takaoka tersenyum.


"Jadi tolong jangan coba-coba berani menghalangi saya bekerja" timpalnya mencoba melepaskan genggaman tangan Daniel pada lengannya namun cengkraman Daniel sama sekali tidak mengendur.


"Jika anda ingin menggunakan cara kekerasan seperti itu. Sebaiknya anda menjadi guru ahli bela diri, bukan menjadi guru olahraga!. Karena ini sekolah, bukan arena bertarung" jawab Daniel dengan nada dinginnya.


"Kalau anda terus menggangu waktu mengajar saya, saya bisa saja melaporkan anda pada kepala sekolah karena sudah menghalangi saya dalam mempercerdaskan murid-murid di sekolahnya" ucap Takaoka mengancam Daniel dengan senyuman penuh rasa kemenangan.


"Mempercerdaskan? yang bener itu anda menyiksa murid-murid saya!" jawab Daniel menatap dingin Takaoka.


"Lalu apa mau anda Sensei?. Anda ini masih baru di sekolah ini, jangan pernah coba-coba menghalangi saya kalau anda masih tetap ingin mengajar di sini" tanya Takaoka mengancam.


"Apakah itu sebuah ancaman?" tanya Daniel balik.


"Saya tidak mengancam anda. Tapi saya bisa saja melaporkan anda pada kepala sekolah karena anda sudah menghalangi saya, dan mungkin kepala sekolah akan memperingatkan anda atau mungkin akan memecat anda" jawab Takaoka tersenyum licik.

__ADS_1


"Silahkan saja anda laporkan saya padanya. Aku yakin dia akan lebih mendengarkan saya, dan dia akan menuruti apa yang akan saya katakan nantinya" ucap Daniel mengancam balik.


Suasana di tengah lapangan menjadi semakin tegang, dan hingga membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian para guru serta murid-murid lainnya yang berada di ruangan mereka semua.


Haruka dan Miu juga mencemaskan keadaan Daniel, karena mereka tau siapa Takaoka itu. Seluruh guru-guru serta murid-murid yang berada di sekolah milik Joe sangat mengenali sosok dari Takaoka yang merupakan seorang guru serta salah satu anggota militer.


"Kenapa Daniel Sensei begitu ceroboh sih?, berani sekali dia menghalangi Takaoka Sensei?" tanya Haruka merasa khawatir.


"Iya, kamu benar Haruka Sensei. Aku takut kalau Takaoka Sensei akan menggunakan kekerasan dan membuat Daniel Sensei akan terluka" sambung Miu yang ikut khawatir.


"Aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya Leny-san dan Damin-chan kalau tau jika nyawa Daniel Sensei dalam bahaya" timpalnya khawatir.


"Joe Sensei, tolong anda hentikan mereka berdua. Kita sangat mengkhawatirkan keselamatan Daniel Sensei" ucap Haruka memohon bantuan dari Joe.


"Percuma. Tidak akan ada yang bisa menghentikan Daniel Sensei jika sudah menjadi seperti ini" jawab Joe yang merasa penasaran malah bukan merasa khawatir.


"Sebaiknya kita berdoa agar tidak terjadi apa-apa pada Daniel Sensei" timpalnya yang terus menyaksikan keributan yang ada di tengah lapangan.


Takaoka merasa geram karena baru pertama kalinya ada seseorang yang berani menghalangi kesenangan yang akan ia dapatkan.


"Apa yang anda inginkan?" tanya Daniel.


"saya akan merubah semua cara aku mengajar kalau anda bisa menang bertarung satu lawan satu dengan saya" jawab Takaoka tersenyum penuh kemenangan karena merasa ia akan menang telak jika bertarung dengan Daniel.


"Ini sekolah, tempat belajar dan menuntut ilmu agar murid-murid yang belajar di tempat ini menjadi cerdas hingga berguna di masa depan kelak. Bukan ring pertarungan" jawab Daniel menolak.


"Jika anda ingin bertarung, cari tempat dan lawan yang sebanding" timpalnya menjelaskan.


"Jika anda menolak, maka saya akan gunakan cara paksa agar anda mau melawan saya" ucap Takaoka geram dan langsung mencoba untuk menyerang Daniel.


Takaoka langsung melancarkan pukulannya, namun dengan santai Daniel mampu menghindari serangan yang secara tiba-tiba itu dengan sangat mudah.

__ADS_1


Takaoka menjadi semakin emosi dan terus menyerang Daniel secara membabi buta tanpa berpikir panjang lagi karena sudah tidak dapat berfikir lebih jernih lagi. Sedangkan Daniel hanya menghindar tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. Bahkan tubuh Daniel seakan tak bergerak dari tempat ia berdiri.


Pertarungan antara mereka berdua menjadi pusat perhatian para orang-orang yang berada di lapangan serta di ruangan lainnya. Murid-murid Daniel mengkhawatirkan keselamatan guru tampan mereka karena pertarungan itu tepat terjadi di dekat mereka.


"Daniel Sensei..." ucap para siswinya sambil saling berpelukan antar sesama murid perempuan karena mereka takut kalau Daniel sampai terluka.


"Apa anda masih belum lelah?" tanya Daniel masih terus menghindar.


Takaoka tak menjawab pertanyaan dari Daniel dan terus menyerang Daniel tanpa henti sedikitpun berharap ada satu serangnya yang bisa mengenai Daniel.


Takaoka semakin geram dan berteriak, kemudian melancarkan pukulannya yang terakhir menggunakan seluruh tenaganya berharap serangan terakhirnya darinya bisa mengenai Daniel.


Namun Daniel malah menangkap tinjuan Takaoka yang begitu keras dengan sangat mudah. Kemudian Daniel langsung menarik tangan Takaoka, lalu Daniel memutarkan badan Takaoka dan Daniel juga langsung memiting leher Takaoka hingga membuatnya tak berdaya untuk melawan lagi.


"Apakah anda masih ingin melanjutkan permainan ini?" tanya Daniel berbisik.


Sedangkan Takaoka berusaha melawan Daniel yang terus memiting lehernya. Namun ia tidak bisa melawan karena tenaga yang ia miliki sudah hampir habis karena serangannya yang sama sekali tak bisa melukai Daniel.


"Anda sudah kalah, pergi dari sini, dan anda boleh kembali mengajar murid-murid di sekolah ini setelah anda bisa berbuah" ucap Daniel mendorong tubuh Takaoka agar menjauh dari murid-muridnya.


Dengan perasaan malu dan penuh amarah Takaoka pergi meninggalkan lapangan. Ia merasa sangat malu bercampur kesal karena Daniel sudah mengalahkannya di depan orang ramai yang memperlihatkan pertarungan mereka barusan.


"Kau tidak akan selamat" batin Takaoka geram mengepalkan tangannya dan pergi meninggalkan Daniel serta murid-muridnya di tengah lapangan, sedangkan Daniel hanya melambaikan tangannya menemani kepergian Takaoka.


Sorak gembira langsung keluar dari seluruh orang-orang yang menyaksikan kekalahan Takaoka untuk pertama kalinya. Mereka semua bersorak gembira pada Daniel yang begitu hebat, karena telah berhasil mengalahkan Takaoka bahkan mengusirnya dari sekolah milik Joe.


"Yosha" ucap Joe yang merasa bahagia kalau kaptennya itu bisa memenangkan pertandingan itu.


"Yeah" Haruka dan Miu saling berpelukan.


"Yosha. Daniel Sensei menang" ucap para murid-muridnya kesenangan dan saling adu tos tangan. Sedangkan Hiroto hanya tersenyum sambil bersilang dada menatap gurunya yang begitu hebat.

__ADS_1


"Sudah-sudah. Untuk sementara ini, saya yang akan menggantikan Takaoka Sensei, sampai dia kembali dan merubah sistem mengajarnya" ucap Daniel menenangkan murid-muridnya yang sedang bersorak gembira karena kemenangan Daniel barusan.


"BAIK DANIEL SENSEI!" jawab murid-muridnya semangat, dan suasana yang tadinya tegang sudah berubah menjadi kebahagiaan lagi di antara mereka.


__ADS_2