Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BERKUMPULNYA PARA BAWAHAN


__ADS_3

Daniel kembali ke hotel di kawal oleh para bawahannya. Di sepanjang perjalanan mobil mewah Daniel menjadi pusat perhatian para warga sekitar karena mereka melihat banyak mobil militer yang berada di belakang mobil mewah tersebut.


"Apa ada orang penting yang lewat?" tanya beberapa warga yang melihat mobil Daniel lewat.


"Mungkin itu komandan mereka" jawab warga yang lain.


Sedangkan di hotel. Leny nampak gelisah di dalam kamarnya karena sang suami yang belum juga kembali. Ia terus melihat arloji miliknya dan menggerutu terus menunggu sang suami kembali.


"Kamu kemana suamiku?, kenapa kamu telat sih?" gerutu Leny sambil terus melihat arloji miliknya.


Karena merasa bosan di dalam kamar, Leny membawa Damin keluar dan berniat melihat-lihat keadaan hotel miliknya sambil mengawasi para karyawannya yang sedang bekerja.


Sesampai Leny di meja resepsionis, Leny ia langsung di sambut hangat oleh para karyawannya dan Pak Haris yang merupakan kepala hotel di situ juga langsung memberi hormat pada dirinya.


"Selamat siang nona muda, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Haris memberi hormat.


"Tidak ada Pak Haris. Aku hanya merasa bosan berada di dalam kamar. Aku cuma ingin melihat-lihat hotel ini saja" jawab Leny tersenyum sambil menggendong Damin.


Kevin yang tengah mengawasi para pekerja sedang mengecat pagar dan dinding hotel milik sang kakak, di buat terkejut karena melihat mobil mewah sang Kakak di kawal oleh orang-orang yang ia kenal.


"Kenapa mereka datang bersama Kak Daniel?" gumam kevin bertanya-tanya melihat mobil-mobil militer itu terparkir.


"Apa yang terjadi sampai-sampai mereka mengikuti Kakakku?" timpalnya bertanya.


Ketika Daniel hendak turun, tiba-tiba Banba langsung berlari menghampiri mobil milik Daniel lalu ia membukakan pintu mobil mewah tersebut agar Daniel bisa keluar dari mobilnya.


"Tidak perlu sampai repot-repot begitu Pak tua" ucap Daniel sambil keluar dari dalam mobilnya.


"Tidak tuan muda, itu sama sekali tidak membuat saya merasa kerepotan" jawab Banba sedikit membungkuk.


Kevin langsung menghampiri Kakaknya dan mempertanyakan apa yang membuat para mantan bawahannya datang sampai mengawal Daniel.


"Ada apa ini Kak?, kenapa mereka semua ada di sini?" tanya Kevin kebingungan.


Melihat adanya Kevin di samping Daniel, mereka yang berada di dalam mobil masing-masing langsung keluar dan memberi hormat pada Adiknya Daniel itu.

__ADS_1


"Selamat siang tuan Kevin, sudah lama tidak bertemu" ucap mereka memberi hormat.


"Ya, selamat siang juga" jawab Kevin tersenyum.


"Ada apa ini?, kenapa tiba-tiba kalian semua berkumpul di sini?" tanya Kevin penasaran.


"Se... sebenarnya ini cuma masalahku saja tuan" jawab Banba gugup.


"Ada apa?, apa anak buah mu membuat masalah lagi pada Kakakku?" tanya Kevin menebak karena ia melihat Takaoka yang sedang babak belur dan terus menunduk saja.


"I..iya tuan. Tapi saya sudah menghukum mereka semua kok, dan tuan muda masih mau memberi kesempatan pada saya" jawab Banba ketakutan.


"Dasar kau ini Pak tua. Sudah dua kali kau membuat Kakakku kerepotan" ucap Kevin menggeleng heran.


"Ma..maaf" jawab Banba menunduk.


Leny yang sedang berada di dalam di buat penasaran karena banyak orang yang tengah berkumpul di depan hotel miliknya. Ia juga sempat melihat mobil milik sang suami terparkir di tengah-tengah mobil-mobil lainnya.


"Pak Haris, ada apa di depan sana?" tanya Leny penasaran.


Merasa penasaran Leny membawa Damin menuju ke tempat dimana para lelaki itu tengah berkumpul. Sesampainya Leny di sana, ia langsung menyerahkan Damin pada Daniel dan Daniel menggendong putra tampannya itu.


Para bawahannya Daniel terlihat sedikit bingung dengan kedatangan Leny dan ia juga tiba-tiba menyerahkan seorang bayi laki-laki yang tampan pada tuan muda mereka. Kecuali Banba yang sudah kenal dengan Leny karena mereka sudah pernah bertemu waktu berada di Bandung.


"Selamat siang nona muda" sapa Banba membungkuk.


"Ada apa sebenarnya ini Pak Banba?" tanya Leny penasaran.


"Kami semua adalah bawahannya suami anda nona, tuan muda yang memanggil kami semua karena ada suatu masalah" jawab Banba menjelaskan menggunakan bahasa Indonesia karena ia juga orang yang berasal dari negara Indonesia yang menetap di Jepang.


"Masalah?, masalah apa?" tanya Leny lagi.


"Beberapa anak buah saya yang bodoh itu sudah berani menyerang tuan muda, dan tuan muda memanggil kami semua untuk memberi pelajaran pada bawahan saya yang bodoh itu" jawab Banba sedikit ketakutan.


"Jadi kalian semua mengeroyok mereka semua?" tanya Leny terkejut.

__ADS_1


"Tidak nona, saya sendirilah yang menghukum mereka semua karena sudah dua kali bawahan saya melakukan hal bodoh" jawab banba.


"Sudah dua kali saya membuat masalah pada tuan muda, namun tuan muda begitu baik ingin memberikan kesempatan lagi pada saya" timpalnya menunduk malu.


"Banba-San, siapa wanita itu?. Kenapa anda terlihat sangat menghormatinya?" bisik pemimpin dari Blue Fire penasaran.


"Dia itu nona muda kita, beliau adalah istri dari tuan muda bodoh!" jawab Banba menggunakan bahasa Jepang.


Mendengar jawaban dari Banba, para pemimpin itu langsung memberi hormat pada Leny dan membuat Leny terkejut karena mereka semua tiba-tiba membungkuk padanya.


"Ma..ma..maafkan kami nona muda, kami tidak tau kalau anda istrinya dari tuan muda" ucap mereka membungkuk dan menggunakan bahasa Jepang, namun Leny yang tidak mengerti bahasa tersebut hanya terdiam bingung saja.


"Apa kalian bisa berbahasa Inggris?" tanya Leny.


"Bisa nona" jawab mereka menggunakan bahasa Inggris.


"Maafkan kami karena tidak tau kalau anda istrinya dari tuan muda nona" ucap pemimpin Red Hunter menggunakan bahasa Inggris.


"Tidak masalah, kalian juga tidak perlu sampai membungkuk seperti itu di hadapanku" jawab Leny tersenyum.


"Kalian sudah tau keluargaku kan?. Jadi aku minta bantuan pada kalian untuk melindungi mereka" ucap Daniel memotong.


"Tanpa anda minta pun, kami akan melakukannya tuan" jawab pemimpin Blue Fire.


"Tentu saja kami akan melindungi seluruh keluarga anda tuan" sambung dari pemimpin Red Hunter.


"Kalau begitu terima kasih kalian semua sudah mau repot-repot untuk mengantar saya pulang" ucap Daniel tersenyum.


"Jika sudah tidak ada keperluan lagi, kalian boleh kembali, aku juga ingin istirahat" timpalnya memerintah.


"Baik tuan muda, kami akan kembali. Maaf sudah menggangu waktu anda dan keluarga" ucap Banba dan mereka semua membungkuk untuk pamit ke tempat mereka masing-masing meneruskan pekerjaannya Kemabli.


"Oh iya, Takaoka!. Besok jangan lupa ya, aku ingin melihat janjimu padaku" ucap Daniel tersenyum.


"Ba..baik tuan muda, saya akan memenuhi janji saya" jawab Takaoka gugup karena melihat senyumannya Daniel.

__ADS_1


__ADS_2