
Hyuga langsung buru-buru menyusul Daniel yang sudah terlebih dahulu pergi ke rumah mewah tersebut. Ada rasa kesal dalam hati Hyuga saat tau kalau Daniel bersenang-senang seorang diri.
"Dasar pemimpin kami selalu bergerak sendiri" gumam Hyuga menggeleng.
Hyuga dengan santainya berjalan menuju ke rumah mewah tersebut sambil menyalakan rokoknya. Ia semakin tak sabar ingin segera menyusul Daniel dan langsung menghabisi bos dari kelompok yang bernama Yoda tersebut.
Sedangkan Daniel yang sudah terlebih dahulu sampai di markas mereka sudah menumbangkan beberapa orang yang berada di dalam maupun di luar rumah mewah itu.
Akan tetapi Daniel tidak membasahi semuanya, ia hanya membuat mereka pingsan jika ada yang melihat ia agar tidak ada yang berteriak atau memberi tau orang yang lain.
Setelah Daniel keluar dari kamarnya Sonoshi, ia langsung menuju ke tempat dimana para gadis yang di culik berada yaitu di ruangan bawah tanah.
Baru beberapa langkah Daniel menjauh dari kamar Sonoshi, ia langsung di hadang oleh beberapa pengawalnya Sonoshi.
"Jadi kau yang sudah menumbangkan beberapa teman kami?!" tanya salah satu dari mereka penuh emosi.
Daniel sama sekali tak menjawab pertanyaan dari mereka, ia hanya melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan orang-orang yang sudah menatap penuh rasa amarah padanya.
"Kau pikir kami akan melepaskan mu begitu saja setelah apa yang telah kau lakukan pada rekan-rekan kami hah?!" ancam mereka. Namun lagi-lagi Daniel tetap berjalan dengan santainya dan membuat mereka semakin emosi.
"KAU!!" teriak salah satu dari mereka dan berniat ingin menyerang Daniel.
Namun dengan mudahnya Daniel bisa menumbangkan pria itu dan rekannya yang lain semakin emosi di buatnya.
Para bawahannya Sonoshi langsung mengelilingi Daniel dan berniat ingin mengeroyoknya. Akan tetapi rasa takut tak sama sekali menyelimuti Daniel.
Daniel menghela nafasnya lalu menggeleng saja. Dengan tatapan malas ia memperhatikan seluruh orang yang tengah mengelilinginya.
"Aku harus cepat membereskan tikus-tikus ini" batin Daniel.
"SERANG!" teriak salah satu dari mereka memberi komando.
Mereka semua langsung mencoba untuk menyerang Daniel termasuk orang yang memberi perintah barusan. Dengan santai Daniel mengindari serangan mereka semua dan alhasil justru pukulan mereka malah mengenai mereka sendiri.
Hyuga sudah berdiri di depan sebuah pintu gerbang besar yang terbuat dari kayu. Namun ia merasa heran karena kedua bola matanya melihat 7 penjaga sudah tak sadarkan diri dan bahkan pintu besar itu terbuka lebar.
__ADS_1
Hyuga tersenyum sinis dan semakin yakin kalau Daniel lah yang membuat ketujuh pria itu tak sadarkan diri.
"Sial!, aku kalah start darinya!. Bisa-bisa habis ni para mainan dibuatnya" gumam Hyuga sambil melihat sekelilingnya.
Karena merasa tak ingin tertinggal dari kesenangan kaptennya, Hyuga langsung bergegas menuju ke dalam rumah besar tersebut.
Baru saja ia memasuki halaman rumah tersebut, tiba-tiba sebuah peluru terbang dan hampir menembus kepalanya. Namun Hyuga bisa menghindar dan langsung mencari tempat persembunyian yang aman.
"Sial!, hampir saja kepalaku tertembus timah panas itu!" gumamnya geram sambil memperhatikan disekelilingnya dari atas sampai seluruh area tersebut.
Orang-orang yang mengelilingi Daniel tadi dibuat semakin kesal oleh pemimpin Dark Shadow itu. Dengan wajah yang memar karena perbuatan konyol mereka sendiri, mereka semua melihat ke berbagai sudut ruangan mencari keberadaan Daniel.
"Bagaimana rasa memukul rekan sendiri?, enak?, sakit?, puas?" tanya seorang pria yang berdiri di belakang mereka dengan santainya.
Mereka semua langsung menoleh ke arah belakang. Betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa pemilik suara barusan yang sudah mengejek mereka semua.
"Kau!, kenapa kau bisa ada di sana?!" tanya salah satu dari mereka.
"Jelas-jelas tadi kau berada di tengah-tengah lingkaran kami!" timpalnya.
Tanpa menjawab, pria itu langsung menyerang mereka satu persatu dan menumbangkan mereka semua dengan sangat mudah tanpa adanya perlawanan sama sekali karena gerakan dari pria itu jauh lebih cepat dari mereka semua.
Setelah selesai membuat para bawahannya Sonoshi terkapar tak berdaya, pria itu dengan santai berjalan mendekati salah satu dari mereka dengan satu tangan masuk kedalam saku celananya.
__ADS_1
Pria itu berjongkok di depan dari salah satu anak buahnya Sonoshi dan ia langsung mencengkram rahang pria yang berada di depannya menggunakan tangan kirinya.
"Daripada kalian semua habis di sini karena mencoba menghalangi jalanku, lebih baik kalian urus saja bos besar kalian di dalam sana!. Aku takut dia sudah mengompol di celananya" ucap pria itu dan langsung pergi meninggalkan para bawahan Sonoshi yang sudah tumbang tak berdaya.
Pria itu tidak lain adalah Daniel yang dengan mudahnya membuat para bawahannya Sonoshi tumbang tak berdaya di lantai tak jauh dari kamarnya Sonoshi.
Daniel terus berjalan menuju ke ruangan bawah tanah untuk segera membebaskan para tawanan. Pada saat Daniel berjalan membelakangi para bawahannya Sonoshi yang terkapar sambil terus memperhatikan langkah kaki Daniel yang terlihat sangat santai, ternyata salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah senjata api dari sakunya dan ia arahkan ke arah Daniel.
Dengan tangan yang gemetaran, ia menarik pelatuk pistol yang ia genggam dan peluru itu terbang ke arah Daniel yang membelakangi mereka. Mereka semua tersenyum bahagia karena merasa kalau timah panas itu akan berhasil menembus kepalanya Daniel.
Akan tetapi semua itu berada di luar ekspektasi mereka semua. Dengan gerakan cepat Daniel langsung menghindari timah panas yang terbang mengarah ke dirinya. Di saat ia menghindar, di saat itu pula Daniel melemparkan sebuah pisau kecil yang selalu ia bawa saat melakukan peperangan.
Pisau yang Daniel lemparkan terbang dengan cepatnya menuju ke arah pria yang sudah menembakan peluru ke arah Daniel. Karena terlalu cepat, mereka semua tak sadar kalau pisau kecil yang Daniel lemparkan tadi tepat menancap di dahi pria yang tengah menggenggam senjata api dan pria itu sudah tak bernyawa dengan mata yang masih terbuka.
Rekan dari pria yang sudah tak bernyawa itu terkejut saat melihat teman seperjuangan mereka sudah tewas dengan sangat mengenaskan. Lalu mereka menatap ke arah Daniel kembali dan Daniel juga menatap balik mereka dengan tatapan dinginnya.
Saat kontak mata mereka semua saling bertemu dengan kedua bola matanya Daniel, tubuh mereka semua tiba-tiba berbuah menjadi gemetaran. Gemetaran yang sangat hebat karena ada sebuah bayangan yang membentuk seekor singa berada tepat di belakang Daniel.
"Jangan pernah melakukan hal bodoh!. Jika kalian semua tak ingin memiliki nasib seperti teman kalian itu!" ancam Daniel dengan nada dinginnya dan membuat tubuh mereka semakin gemetaran.
Setelah di rasa urusan dengan para kelompok Yoda itu beres menurutnya, Daniel langsung melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan bawah tanah, mengingat waktu juga sudah subuh. Jadi ia harus bergegas melepaskan para sandera dan kembali ke hotelnya karena sudah merindukan istri serta putra tampannya.
Setelah Daniel sampai di ruangan bawah tanah dan sudah berdiri tepat di depan pintu yang terdapat banyak gadis berada di dalamnya, tanpa berkata apa-apa Daniel langsung menendang pintu tersebut sampai engsel pintu terlepas dari kusennya.
Para wanita yang berada di dalam sampai di buat terkejut karena ulah Daniel barusan. Akan tetapi ada salah satu wanita cantik yang mengenali sosok Daniel.
Terlukis sebuah senyuman bahagia dari sudut bibir wanita cantik itu. Ia merasa kalau adanya seorang malaikat yang akan segera membebaskan mereka semua dari pahitnya siksa neraka.
"Kak Daniel?!, kamu Kak Daniel kan?!" tanya wanita itu tersenyum bahagia.
"Iya, ini aku Natsumi" jawab Daniel tersenyum.
"Syukurlah..." jawab wanita yang bernama Natsumi itu membuang nafas lega.
"Kenapa kamu terlihat sedang bahagia Natsumi-san?" tanya salah satu dari temannya.
"Kita kedatangan seorang malaikat!. Pria itu akan membebaskan kita semua teman-teman" jawab Natsumi tersebut bahagia.
__ADS_1
"Benarkah?!" temannya Natsumi dengan wajah penuh berharap, dan di anggukan oleh Natsumi dengan senyuman yang meyakinkan.
Para wanita yang di culik itu langsung bersorak gembira karena mereka semua akhirnya akan segera bebas dari penjara yang selama ini menahan mereka semua.