
Keadaan di dalam hotel masih mengalami ketegangan, dimana Wulan masih menjadi tawanan para pembajak hotel tersebut. Kevin yang melihat kalau wanita yang di cintainya di sandera merasa geram dan sudah di selimuti emosi yang memuncak di ubun-ubun.
Namun Wulan memberi isyarat untuk tetap tenang dan menahan emosi. Mengingat banyak orang-orang yang tidak memiliki bekal bela diri, termasuk Mama Yuni dan yang lainnya.
"Sial!. Kalau saja tidak ada Mama dan yang lainnya, habis kau di tanganku!" batin Kevin mengepalkan tangannya dengan geram.
"Bos, bagaimana selanjutnya?" tanya pembajak yang menyandera Wulan.
"Kumpulkan para wanita, setelah kita memusnahkan para lelaki dan memiliki hotel mewah ini, kita akan bermain-main dengan wanita-wanita itu" jawab sang bos dan duduk dengan santai di kursi yang di sediakan oleh bawahannya.
"Hahaha, apa kau dengar nona?. Sebentar lagi aku bisa menikmati tubuh indah mu ini" ucap pria yang tengah menyandera Wulan dengan senyuman bejatnya.
"B4JINGAN KAU!" teriak Wulan geram dan berusaha untuk melawan.
"Suuuttt... Diam dan jangan melawan" ucap pria itu berbisik.
"APA YANG KALIAN LIHAT?!, LAKUKAN APA YANG SUDAH DI PERINTAHKAN OLEH BOS!" ucap pria itu memerintah.
Lalu para pembajak itu langsung melakukan hal yang sudah di perintahkan oleh tangan kannya dari pembajak itu. Sedangkan pria yang tengah menyandera Wulan hanya tertawa saja.
"Hahaha!. Aku tidak pernah sesenang ini" ucap pria yang tengah menyandera Wulan.
"Sebentar lagi tempat ini..." ucapan pria itu terhenti dan secara tiba-tiba kepalanya terputus dari lehernya.
"Sebentar lagi apa hah?!" ucap seorang pria yang tengah memegang sebuah katana yang sudah berlumuran darah.
Orang-orang yang berada di dalam hotel itu hanya bisa tercengang melihat pria yang menyandera Wulan tadi tewas secara tiba-tiba. Bahkan bos dari pembajak itu di buat terkejut melihat tangan kanannya yang sangat kuat mati dengan sangat mudah.
"Siapa kau hah?!, kenapa kau melakukan ini pada orangku?" tanya sang bos emosi.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu" jawab Daniel dengan nada dinginnya.
__ADS_1
"Siapa kau?!, apa maksudmu melakukan ini di tempatku?!" timpal Daniel bertanya.
Mendengar perkataan barusan, pria itu semakin emosi dan menggetarkan giginya. Dia sangat marah karena baru pertama kali ada orang yang berani menentang dirinya.
"Apa yang terjadi?, kemana orang yang menjaga di luar?, kenapa orang ini bisa masuk dengan sangat mudah?" batin pria itu bertanya-tanya sambil terus menatap ke arah luar.
"Apa kau mencari ini?" tanya Fauzi yang tiba-tiba masuk sambil membawa sebuah kepala yang sudah terlepas dari tubuhnya.
"Nih ku kembalikan" timpalnya sembari melemparkan kepala puntung itu ke depan pria yang di panggil bos oleh para pembajak itu.
"APA?!" gumam pria itu terbelak saat melihat salah satu mayat dari anak buahnya dengan kondisi yang sudah tak memiliki tubuh.
Orang-orang yang berada di dalam semakin di buat ketakutan saat melihat kepala manusia yang tidak memiliki tubuh lagi berada di depan mata mereka. Bahkan Mama Yuni sampai hampir pingsan di buatnya.
"Apa yang terjadi?, siapa yang melakukan perbuatan yang kejam ini?. Apa ini perbuatan menantuku?" batin Mama Yuni bertanya-tanya dengan wajah syok menatap menantunya yang begitu berbeda.
"Apa yang kalian lakukan?!, cepat bereskan orang ini!" perintah sang bos dengan raut wajah yang mulai panik.
Saat ia menoleh ke arah yang dimana tempat para bawahannya berada, betapa terkejutnya pria itu ketika mengetahui kalau semua bawahannya sudah pada terkapar, dan ia melihat Kevin yang tengah menghajar bawahannya yang terkahir.
Suasana seketika berubah menjadi hening, dan pria itu semakin panik sampai mengeluarkan keringat dingin, karena hanya tersisa dia seorang diri yang masih berdiri di hadapan malaikat maut.
Daniel mengangkat katananya dan diarahkan lurus ke depan tepat di depan bos pembajak itu. Sedangkan pria itu semakin ketakutan saat merasakan aura Daniel yang begitu gelap dan berat.
"Sudah berakhir, saatnya giliran mu!" ancam Daniel dengan suara datar, namun membuat tubuh pria itu bergetar hebat.
Karena sudah terlalu takut, dan kakinya semakin gemetaran, pria itu langsung bertekuk lutut di hadapan Daniel berharap Daniel mau mengampuni dirinya.
Namun Daniel sama sekali tidak menghiraukan pria itu yang sudah bertekuk lutut sambil terus memohon ampun padanya.
"Cukup dramanya!. Sampai keningmu mengeluarkan darah, aku tidak akan pernah mengampuni orang yang sudah berani berbuat seperti ini pada keluargaku dan para tamu yang menginap di tempatku!" ucap Daniel dengan tatapan dinginnya.
__ADS_1
"To...tolong ampuni saya tuan, lepaskan saya" ucap pria itu ketakutan dan terus berlutut di hadapan Daniel.
"Be... berapapun biaya kerugian yang sudah saya perbuat di tempat anda, saya akan membayarnya sepuluh kali lipat. Asalkan tuan mau memaafkan saya" timpal pria itu memohon.
"Aku tidak butuh uang kotor mu itu. Bahkan uang yang kumiliki jauh lebih banyak dengan apa yang kau punya!" jawab Daniel dengan tatapan yang masih sama.
"Aku hanya ingin nyawamu!" timpalnya kesal sambil menancapkan katana miliknya tempat di samping pria itu, sampai membuat pria itu terkejut dan semakin ketakutan.
"Tolong tuan, lepaskan saya" rengek pria itu memohon. Namun Daniel sama sekali tak menghiraukannya.
"Dasar menjijikkan!. Tadi kau begitu sombong, dan sekarang kau malah ketakutan setengah mati setelah melihat Kakakku" ucap Wulan menyilangkan kedua tangannya.
Kemudian Daniel berjalan mendekati pria yang masih berlutut di depannya, dan tanpa berkata apa-apa, Daniel langsung menendang pria itu sampai membuat tubuh pria tersebut terpental menghantam sebuah kursi yang terbuat dari besi. Pria itu hanya bisa meringis kesakitan karena perbuatan Daniel barusan.
Belum puas sampai di situ, Daniel langsung memotong salah satu tangan pria itu dan membuat tangannya terpotong dengan sangat mudah karena senjata Daniel yang sangat tajam itu.
"ARKKKHHHH!!!" teriak pria itu kesakitan.
Setelah tangannya terpisah dari tubuhnya, darah terus bercucuran dari pergelangannya. Namun Daniel masih belum merasa puas dengan hanya memotong salah satu organ tubuh si pria yang sudah dalam kondisi lemah karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Orang-orang yang belum pernah menyaksikan kejadian yang sangat mengerikan itu hanya bisa tercengang bercampur takut karena baru pertama kali melihat hal tersebut di depan mata mereka sendiri.
Melihat mainannya yang sudah tak berdaya, membuat Daniel merasa di puas. Karena menurutnya hal itu masih belum apa-apa dengan apa yang telah di rasakan mertuanya serta para tamu yang lainnya.
Daniel melangkah maju lagi, kemudian ia menendang kepala pria itu ke arah samping, dan membuat pria itu terseret lagi hingga menabrak pintu loby hotel milik Daniel.
Karena pintu loby di hotel milik Daniel terbuat dari kaca. Pintu terbesbut pecah dan menimpah pria yang terus-menerus di siksa oleh Daniel.
Pria itu hanya bisa berteriak sambil terus memegangi tubuh bagian kirinya. Rasa sakit yang pria itu rasakan karena perbuatan Daniel barusan, sangat menyiksa pria tersebut.
"Ka...kalau ingin membunuhku, maka lakukan dengan cepat!. Jangan seperti ini!, aku sudah sangat menderita.
__ADS_1
Baru selesai pria itu berbicara, tiba-tiba sebuah senjata tajam yang memiliki panjang setinggi manusia itu menembus tepat di lehernya. Lalu Daniel langsung mengangkat pedangnya yang masih menancap di leher pria itu ke arah atas dan membuat kepala dari pembajak itu terbelah dua.