Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
CEMAS


__ADS_3

"Kakak dan Angel kenapa tidak memberi kabar kalau akan berkunjung?" tanya Leny mencium Keyla dan Azka


Anna tersenyum dan berkata


"Kejutan dong sayang"


Daniel menyuruh mereka masuk kedalam. Saat mereka sudah masuk, Daniel meminta Rian dan Fauzi ikut bersamanya untuk membahas tentang Silvia yang tadi siang datang ke kantornya.


Sampainya mereka di teras rumah, Daniel berdiri menghadap depan halaman rumahnya membelakangi kakak dan adiknya sembari menikmati sebatang rokoknya.


Daniel menghela nafasnya


"Tadi siang wanita itu datang kekantor"


Rian dan Fauzi mengerutkan keningnya bingung dengan perkataan Daniel barusan.


"Maksud kakak Silvia?" Fauzi bertanya


Rian yang sedang minum air terkejut mendengarnya


"Uhuk..uhuk.."


Daniel mengangguk.


"Lalu apa yang terjadi?, apakah kakak ipar sempat bertemu dengannya?" tanya Fauzi sambil menepuk-nepuk pundak Rian yang terbatuk-batuk


Daniel menjawab


"Bukan hanya bertemu, justru malah timbul keributan"


"Parah sekali wanita itu, terlalu berambisi" timpal Rian


Daniel menghadap kearah mereka dan bersandar pada tiang kanopi lalu berkata


"Aku jadi takut, dia pasti semakin menjadi-jadi karena tau kalau aku sudah memiliki istri"


Fauzi menunduk sambil mengetuk-ngetuk pelipis alisnya untuk berfikir.


"Iya aku juga paham bagaimana sifat wanita itu, bahkan dia sampai rela datang kekantor kamu dan membuat keributan" timpal Rian


Fauzi mendongak dan memetikan jarinya perdana dia dapat ide


"Bagaimana kalau kita minta bantuan pada Novi saja?. Secara dia kan sahabat baik kakak ipar, jadi Novi pasti senang membantu"


Daniel dan Rian menatap Fauzi yang sedang menaik turunkan alisnya.


"Ide bagus!" ucap Rian memukul kepala Fauzi


Daniel tersenyum melihat tingkah kakak beradik itu, seperti anak-anak menurutnya. Meski usia Rian lebih tua dari Daniel tapi sifatnya lebih muda dari Daniel.


"Ide bagus ya ide bagus, tapi jangan main pukul kak, sakit tau" jawab Fauzi mengelus bekas pukulan dari Rian


"Haha maaf adikku, reflek" ucap Rian


Daniel hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Mood yang tadinya tegang kini menjadi sedikit tenang karena melihat perdebatan antara dua saudaranya itu.

__ADS_1


"Wah yang tengah asyik, sampai lupa sama yang di dalam" timpal Anna yang datang membawa cemilan untuk mereka


"Eh kak, hehe" jawab Fauzi


"Terimakasih kak" timpal Daniel


Anna mengangguk dan tersenyum.


"Oh iya, mengapa kamu tiba-tiba meminta kami kerumah?" tanya Anna


"Tidak ada kak, hanya rindu saja kepada kalian dan kedua anak kecil itu" jawab Daniel tersenyum


Tak lama kemudian tiba-tiba dua mobil mewah lainnya masuk ke pekarangan rumah Daniel dan Leny. Ketiga lelaki itu bingung karena melihat kedatangan kedua orangtua Daniel dan Leny ikut datang.


"Anak nakal!, anak-anak ibu datang kemari tapi kamu tidak memberi tahu ibu" ucap Rani kesal kepada Daniel


"Hehe maaf ibu, Daniel lupa" jawab Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Bagaimana ibu bisa tau kalau kami kemari?" tanya Anna"


"Leny yang menelepon kami" sambung Yuni yang baru keluar dari mobil


"Eh mama" jawab Daniel mencium tangan kedua orangtua dan mertuanya


Diikuti oleh mereka yang memberi salam kepada keempat orang tua itu. Saat Fauzi yang menyalami Rani, Fauzi langsung kena semprotan omelan dari sang ibunda


"Kamu lagi, tidak pernah berkunjung" kesal Rani


"Hehe maaf ibuku sayang, sibuk bekerja"


"Iyalah yalah. Yaudah ibu mau lihat cucu-cucu dan menantu kesayangan ibu dulu".


Rani dan Yuni masuk kedalam rumah untuk menemui para wanita cantik dan juga dua bayi lucu yang tengah asyik bermain. Namun kedua lelaki paruh baya ikut bergabung dengan Daniel dan yang lainnya.


Galuh sudah mulai terbiasa dengan sosok Daniel dan juga Leo yang dulunya dia panggil tuan dan tuan muda. Yang kini status Daniel sudah menjadi menantunya, itu membuat Galuh sangat bersyukur karena memiliki menantu sehebat dan sebaik Daniel.


Dengan adanya Fauzi di tengah-tengah mereka, membuat perkumpulan keluarga itu menjadi ramai karena tingkah konyol darinya dan juga Rian ketika sudah bertemu dengan sang adik.


Para wanita sedang asyik menikmati perkumpulan mereka, di tambah dua sosok malaikat kecil yang imut membuat mereka semakin senang.


"Angel, kamu masih bisa sabar kan menghadapi tingkah suami kamu itu?" bisik Leny


Angel tersenyum dan sedikit cekikikan mendengar perkataan Leny


"Hehe. Memangnya kenapa kak?"


"Lihat itu, tingkahnya seperti Azka" jawab Leny tertawa kecil


"Dia memang seperti itu, apalagi kalau sudah bertemu dengan kakaknya si Rian. Suami kamu yang lebih muda dari kakaknya itu harus ekstra sabar menghadapi kedua kakak beradik itu" sambung Anna


"Ehkem-ehkem. Mama sama ibunya datang gak disambut ya, malah asyik bergosip" tegur Yuni


Mereka berempat menoleh asal suara tersebut, dan sedikit terkejut melihat kedatangan kedua wanita paruh baya itu sudah berdiri didepan mereka. Langsung saja mereka memberi salam kepada Yuni dan juga Rani.


Wulan langsung memeluk Rani untuk melepaskan rindunya. Begitu juga dengan Leny yang memeluk Yuni sang ibu kandungnya, karena sudah hampir 3 bulan mereka tidak bertemu.

__ADS_1


"Duh anak gadis mamah makin cantik aja" puji Yuni saat memeluk Wulan


"Mama Yuni dan ibu Rani juga masih cantik kok" jawab Wulan tersenyum


"Ah kamu ini, sebentar lagi kan kami akan menjadi seorang nenek, jadi akan tua dan keriput" timpal Rani mencubit pipi Wulan


"Tapikan mama dan ibu itu nenda" sambung Anna memotong


Semua orang bingung dan mengerutkan keningnya


"Nenek muda maksudnya" jawab Anna tertawa dan mereka semua ikut tertawa


Dengan kedatangan keluarga besarnya kerumah, membuat Leny bahagia namun tidak sepenuhnya karena dia merindukan sosok sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Windy yang tengah berbulan madu dengan Riski ke Hawaii.


Hari semakin larut dan para keluarga sudah pada berpulangan kerumah masing-masing. Daniel masih berada di teras rumah dan masih memikirkan masalah tadi siang tentang datangnya Silvia ke kantornya dan membuat keributan pada karyawan dan istrinya.


"Suamiku, kok belum masuk? sudah malam loh" tanya Leny tiba-tiba datang dan sudah duduk disebelahnya


Daniel tersenyum dan mengelus kepala tak lupa pula dengan calon bayi mereka


"Masih ingin menatap indahnya bintang dan menghirup udara segar sayang"


Leny berdiri dari duduknya dan langsung duduk di pangkuan sang suami lalu menggodanya


"Lebih indah bintang atau istrimu ini?"


Daniel tersenyum dan menjawab


"Tidak ada yang lebih indah selain dirimu honey"


Leny langsung menyambar bibir Daniel, awalnya Daniel tersentak, namun langsung dibalas oleh Daniel dengan lembut dan penuh kasih sayang. Daniel menggendong Leny menuju ke kamar, dan sesekali mereka melakukan kissing dengan Leny masih dalam gendongan Daniel.


Keesokan harinya...


Hari ini hari Sabtu, dan kantor Daniel tutup. Karena kantornya hanya beroperasi setiap hari Senin-Jumat saja.


Daniel sedang santai berada di depan teras sembari menikmati pagi hari yang cerah dengan udara yang masih segar. Sedangkan sang istri dan adiknya beranda di dapur untuk melakukan pertempuran dengan sayuran dan bahan-bahan dapur lainnya.


Daniel mengeluarkan ponselnya dan menelpon Novi untuk datang kerumahnya, dan dia meminta Novi membawa Nurul juga datang bersamanya.


Setelah selesai menelepon, Leny memanggil sang suami untuk masuk agar sarapan bersama. Wulan sudah menunggu pasangan suami istri yang selalu romantis itu.


Daniel tersenyum dan mengelus kepala Wulan


"Hmm.. Udah dewasa adik aku ini"


Leny mengambilkan piring dan meletakkan hasil masakannya diatasnya lalu memberikan dengan sang suami tercinta.


"Sudahlah sayang, jangan goda adik cantik kamu itu. Wulan ayo makan sayang" ucap Leny


"Iya kak" jawab Wulan tersenyum


Mereka bertiga sarapan bersama dengan bahagia dan harmonis. Sifat Leny sering berubah-ubah, jika dengan orang lain dia sangat bijak dan dewasa, jika bersama sang suami justru sangat manja seperti anak-anak yang ingin dimanja oleh sang papa, namun Daniel suka itu.


Setelah selesai sarapan, Daniel pergi menuju teras rumah lagi, istri dan adiknya sedang membereskan meja makan dan mencuci bekas sarapan mereka.

__ADS_1


Daniel sedang menunggu kedua sahabat Leny datang kerumahnya, benar saja tak lama kemudian Novi dan Nurul datang kerumahnya. Daniel senang jika sahabat sang istri datang, dia bisa meminta Novi dan Nurul untuk menjaga sang istri agar tidak diganggu oleh Silvia lagi.


__ADS_2