
Pria itu datang menghampiri mereka bersama seorang wanita cantik keturunan Indonesia-Jepang. Leny langsung menghampiri wanita itu dan langsung memeluknya seakan sudah lama tidak bertemu.
"Wah Silvia, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Leny dengan gemasnya
"Aku dan Ronny berniat ingin menjenguk suami kamu, tapi keadaan di sini sangat macet" jawab nya
"Saat aku mendengar suara kamu, aku langsung menyeret Ronny untuk kemari. Aku takut kamu kenapa-kenapa" timpalnya
"Uh.... so sweet banget" ucap Leny dengan gemas mencubit pipi milik Silvia, sedangkan Silvia hanya tersenyum
Hubungan persahabatan di antara Leny dan Silvia sangat dekat seakan tak pernah terjadi masalah apapun di antara mereka berdua.
Kembali pada permasalahan awal....
Ronny merasa tak terima karena telah ada orang yang berani menunjuk-nunjuk istri dari sahabatnya dengan kasarnya. Karena sudah emosi, ia langsung mencekik leher pria yang di duga sedang mabuk itu sampai membuat pria itu hapir kehabisan nafas, kalau tidak di hentikan oleh Silvia yang merasa kasian pada pria malang tersebut, namun berbeda dengan Leny yang justru malah mendukung Ronny melakukan itu. Dengan gemas Silvia menjewer telinga Leny seperti seorang Ibu yang memerahi anaknya yang membuat kenakalan.
"A...ampun Silvia ampun" keluh Leny mengadu kesakitan
"Nakal lagi ha?" tanya Silvia dengan tangan yang masih menarik telinga Leny
"Enggak lagi deh. Ampun, ampun" mohon Leny dengan mata yang berbinar
"Ada apa ini?, kenapa kalian membuat keributan di sini?" tanya Ronny yang sudah mulai menurunkan emosinya
"Pria itu tuan, dia menyalahkanku karena truk yang aku bawa hampir menabraknya. Tapi sebenarnya dia yang salah karena berkendara dalam keadaan mabuk" jawab sang supir truk menunjuk kearah pengendara sepeda motor.
Ronny melihat sang pemilik motor, dan benar saja apa yang di katakan oleh supir truk itu memang benar, ternyata pria itu memang sedang dalam keadaan mabuk. Terlihat dari cara ia berdiri dan berbicara yang sangat melantur.
"Hoy!. Kau mabuk kan?" tanya Ronny dengan tatapan dingin
"Apa yang kau katakan bos, aku tidak mabuk, he he" jawab pria itu dengan nada suara yang memang dalam keadaan mabuk.
"Fix, mabuk kau ini" ucap Leny dengan yakin.
"Ck,ck. Gak baik loh mengemudi dalam keadaan mabuk, karena nanti bukan kau aja yang terkena masalah" ucap Leny menasehati
__ADS_1
"Haha, kau tau apa nona?!. Lebih baik kau menjadi pemuasku aja, haha" ucap pria itu semakin aneh
Tiba-tiba ada sosok seorang wanita yang berdiri di belakang pria yang tengah mabuk itu. Tanpa berkata apa-apa, wanita itu langsung memukul kepala pria yang tengah mabuk itu sampai membuat kepala pria itu menghantam body truk yang berada di depannya.
Wanita itu melangkah mendekati pria yang sedang memegangi kepalanya yang bekas terbentur bodi truk tadi. Dengan emosi ia juga menendang wajah pria itu dengan sangat keras sampai membuat pria itu terkapar di atas tanah.
Kemudian wanita itu menginjakkan salah satu kakinya ke dada pria malang itu, sembari berkata "Kau jaga lisan kau ya B4J1N64N!. jangan sampai ku potong lidahmu itu.
"Jangan pernah kau berkata seperti itu lagi pada kakaku" timpal wanita itu dan langsung menendang kepala bagian samping milik pria malang itu.
"Wulan!. Apa yang kamu lakukan?!" tanya Alvin
"Waduh, aku kelepasan" jawabnya sembari menepuk jidatnya, dan membuat mereka hanya menggeleng saja
"Sampah itu masih hidup kan?" tanya Leny melihat keadaan pria malang itu
"Sepertinya masih bernafas si kak. Kalau ia mati, berarti tubuhnya sangat lemah" jawab Wulan
"Kamu juga kejam banget" tegur Silvia
"Hehe, habisnya pria aneh itu berkata seperti itu pada kakakku" jawab Wulan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Kalau mati, ya tinggal di tanam aja, kok repot" sambung Leny menjawab
"Wah wah, udah mulai nakal lagi ya anak Mama yang satu ini" tegur Silvia menatap Leny dengan tatapan gemas
"A..ampun Ma, hehe" jawab Leny memohon ampun
"Udah-udah kalian semua bubar!, ini bukan topeng monyet" tegur Fauzi kepada orang-orang yang menyaksikan pertikaian mereka
Satu persatu orang yang melihat mereka pada kembali pada kendaraan masing-masing dan langsung pergi meninggalkan tempat pertikaian itu.
"Jadi bagaimana dengan pria ini?" tanya Alvin yang bingung dengan situasi itu.
"Buang aja ke sungai" jawab Kevin
__ADS_1
"Ih!. Kakak sama adik sama aja!" tegur Silvia
"Udah pria ini biar saja yang mengurusnya tuan dan nona. Lagian juga ini sudah menjadi tanggung jawab saya" ucap pengendara truk itu.
"Saya cuma mau mengucapkan terima kasih banyak. Kalau bukan karena kalian, mungkin urusan ini gak bakal selesai dengan cepat" timpal pria itu
"Ah, tidak masalah bang. Aku hanya ingin membubarkan kemacetan ini aja kok. Soalnya aku harus kerumah sakit, suami sedang di rawat" ucap Leny
"Oh begitu ya nona?. Kalau begitu saya juga minta maaf karena gara-gara saya, nona dan yang lainnya jadi terhambat" jawab sang supir truk merasa bersalah
"Enggak kok bang, ini bukan salah kamu" ucap Leny tersenyum
"Yaudah kalau begitu, kami tinggal dulu ya bang" timpalnya tersenyum dan langsung buru-buru menuju mobil mereka. Mereka juga langsung menyusul Leny yang sudah masuk kedalam mobil terlebih dahulu
"Hadeh" keluh Silvia menggelengkan kepalanya
Ronny dan juga Silvia segera menuju ke dalam mobil mereka, kemudian mereka segera pergi mengikuti mobil mewah milik Leny dari belakang untuk menuju ke rumah sakit.
Kali ini perjalan mereka menuju ke rumah sakit sudah tak ada kendala lagi. Semua berjalan lancar sampai mereka tiba di rumah sakit itu.
Leny langsung keluar dan berlari menuju gedung besar itu. Ia sudah sangat merindukan sosok sang suami yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur dengan infus yang masih menusuk di lengannya.
Alvin juga harus segera sampai ke ruangan ICU, dimana sang tuan muda sudah menunggu kehadiran dirinya.
Ternyata Alvin sangat populer di kalangan medis, banyak dokter-dokter yang berada di rumah sakit itu yang mengenali dirinya dan banyak yang mengidolakan dirinya sebagai sosok pria bertangan ajaib.
"Haduh, bahkan aku yang seorang selebritis sampai kalah di buatnya" keluh Leny menggelengkan kepalanya
"Alvin ayo buruan!. Kau mau suamiku makin parah ha?" teriak Leny memanggil Alvin yang tengah dalam kerumunan para dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut.
"I..iya nona!" jawab Alvin sedikit berteriak
"Belagu banget tu perempuan" ucap salah satu dokter wanita dengan sinis
"Maaf ya dokter cantik, tolong jangan berkata seperti itu. Wanita itu istri dari tuan muda saya" tegur Alvin dengan lembut
__ADS_1
"Eh iya dok, maaf. Hehe" ucap dokter itu
"Yaudah saya permisi dulu, saya sedang buru-buru, nyawa tuan saya dalam bahaya" ucap dokter Alvin