
Leny keluar dan mengelilingi sekitaran kantor suaminya, banyak karyawan yang menyapa Leny yang tengah lewat dan Leny membalasnya dengan senyuman manis. Tiba-tiba Leny menabrak seseorang dan mereka sama-sama terjatuh. Para karyawan langsung menghampiri Leny dan segera membantunya berdiri.
"Anata wa orokadesu!" bentak wanita yang bertabrakan dengan Leny
Leny terbengong karena tidak mengerti apa yang wanita itu katakan padanya
"Ha?"
"Aku bilang dasar bodoh!" timpal wanita itu
Leny melotot dan menjawab dengan nada tinggi
"Kau yang bodoh!, jalan aja sampai nabrak orang"
Suasana kantor yang tadinya damai kini berubah menjadi seperti perang dunia. Dua wanita cantik itu tidak ada yang ingin mengalah. Banyak orang yang mencoba meredam emosi mereka namun semuanya gagal.
"Siapa kau?!" tanya Leny membentak
"Bukan urusanmu!, aku hanya ingin bertemu dengan pemilik kantor ini, dasar ******!" jawab wanita itu
Leny yang mendengar dirinya di panggil ******, emosinya semakin bertambah. Tak peduli dengan orang di sekitarnya, matanya menatap tajam wanita itu. Dia seakan ingin menelannya, di tambah mood ibu hamil yang berubah-ubah membuatnya menjadi semakin marah.
Situasi semakin rusuh, Leny semakin tidak terkendali karena amarahnya. Banyak karyawan yang memegangi mereka berdua agar tidak ada kontak fisik yang akan terjadi.
Karena semakin ricuh, akhirnya salah satu dari mereka memanggil Daniel untuk melerai pertengkaran atara istrinya dan wanita asing itu. Salah satu karyawannya buru-buru keruangan Daniel untuk memberi tau kalau ada peperangan di lantai bawah.
"Tok-tok" suara ketukan pintu
"Masuk" jawab Daniel
"Tu..tuan.. hosh..hosh.." ucap salah satu karyawannya
"Ada apa?, mengapa kamu tergesa-gesa begitu?" tanya Daniel sedikit panik
"Nyo..nyonya, tuan, hosh..hosh.." jawab karyawannya masih mengatur nafas
Daniel semakin panik karena karyawannya itu mengatakan tentang Leny
"Ada apa dengannya?"
__ADS_1
"Ada peperangan tuan!" timpal karyawannya
Daniel terkejut, matanya seakan ingin keluar. Dia langsung buru-buru menghampiri sang istri yang sedang ribut. Saat sampai dibawah, sudah banyak orang yang menenangkan Leny dan lawannya. Daniel mengerutkan keningnya dan menatap orang yang sedang ribut dengan sang istri, sepertinya dia mengenali sosok wanita itu.
Daniel langsung buru-buru mendekati mereka. Saat wanita itu hendak menampar istrinya, Daniel langsung menangkap tangannya. Untung saja Daniel tepat waktu, jika terlambat sedikit saja mungkin pipi istrinya sudah bercap tangan wanita tersebut.
"Ada apa ini?!, apa yang kamu lakukan disini Silvia?" tanya Daniel dengan tegas"
Tanpa menjawab pertanyaan dari Daniel wanita itu langsung berusaha mendekati Daniel dan ingin memeluknya
"Watashi wa hontōni anata ga inakute sabishīdesu" (Sayang aku sangat merindukanmu)
"Stop Silvia!. Kamu jangan seperti itu, aku dan kamu tidak memiliki ikatan, jadi tolong jangan berlebihan" ucap Daniel menghentikan langkah Silvia
Silvia langsung berhenti dan wajahnya mengekspresikan perasaan sangat kecewa atas sikap Daniel terhadapnya. Dia sangat malu dan geram karena ucapan Daniel barusan.
"Apa seperti ini kamu menyambut kedatanganku?, mengapa kamu tidak pernah melihat aku Daniel? aku sangat mencintaimu. Aku ingin menjadi milikmu, aku rela melakukan apapun asalkan kita bersama" ucap Silvia merengek
"Silvia kumohon jangan seperti ini. Aku tidak bisa, aku tidak mau merusak pertemanan kita" jawab Daniel dan membuat Silvia semakin kecewa
"Apa karena wanita ****** itu kamu jadi seperti ini?!" Silvia menunjuk ke arah Leny
"SILVIA!. Jaga bicaramu!, wanita ini istriku" ucap Daniel membentak Silvia
"Kamu tidak apa-apa kan sayang? ada yang sakit? bayi kita gapapa kan?" timpal Daniel mengelus perut Leny
Leny menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk Daniel dengan erat. Dia bertingkah manja kepada sang suami dan membuat Silvia semakin panas melihat itu.
"Sayang, dia jahat." Ucap Leny mengadu kepada Daniel dengan manja
Daniel tersenyum dan mengelus kepala Leny
"Iya sayang. Maafkan aku ya, semua ini gara-gara aku"
Leny menggeleng dan berkata
"Tidak suamiku, itu karena dia (Leny menunjuk Silvia). Dia orang gila yang ingin memiliki suamiku"
Silvia menatap Leny dengan tajam begitu juga sebaliknya. Mata mereka seakan berbicara ingin melenyapkan satu sama lain. Tapi Daniel langsung menarik Leny dan memeluknya lagi untuk memberikan ketenangan pada sang istri.
__ADS_1
"Silvia tolonglah jangan egois seperti ini. Kamu itu cantik, banyak lelaki yang lebih baik dariku, kamu pasti bisa memiliki kebahagiaan sendiri"
Silvia menggelengkan kepalanya dan berkata
"Tidak!, aku maunya kamu!. Kamu milikku selamanya!, aku tidak rela kamu bahagia dengan wanita lain!"
"Kamu sangat tega Daniel, kamu jahat!. Aku sudah jatuh cinta padamu sejak kamu pindah ke sekolah kita dulu. Walaupun banyak sainganku, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hatimu. Meskipun banyak guru-guru yang memiliki hati untukmu, tapi aku akan terus berusaha agar bisa memilikimu seutuhnya" timpal Silvia mulai menangis
Daniel menghela nafasnya
"Silvia. Kamu itu cantik, primadona di sekolah, pasti banyak dari mereka yang ingin memiliki dirimu. Bahkan mereka melebihi ku"
"Kamu juga lelaki tertampan yang pernah aku temui di sekolah maupun di Jepang, banyak wanita yang tergila-gila padamu. Bahkan guru-guru kita juga menaruh hati padamu"
Daniel terus menenangkan Silvia dan memintanya agar tidak mengharapkan cintanya lagi
"Aku tidak ingin merusak pertemanan hanya karena ego. Aku tidak ingin kehilangan teman seperti dirimu"
"Apa sulitnya membuka hati untukku?, mengapa kamu bisa memberi cinta yang kamu punya pada wanita itu?, bahkan kamu sudah menikahinya" ucap Silvia menatap Leny
"Tuhan sudah menjodohkan aku dengan dia. Mungkin jodohmu lebih baik dariku" jawab Daniel dengan tegas
"TIDAK! TIDAK!. Kamu milikku!, aku akan mendapatkan hatimu meskipun kamu sudah memiliki seorang istri" ucap Silvia lalu meninggalkan mereka semua.
Dengan perasaan kesal, sedih, kecewa, sakit hati. Silvia pergi meninggalkan Daniel dan istrinya. Dia mengepalkan tangannya dan tak ingin menyerah untuk mendapatkan cintanya Daniel walaupun dia sudah menikah.
Dia masuk ke dalam mobil. Sebelum melaju, dia menelepon seseorang dan meminta bantuannya
"Aku ada pekerjaan untukmu" ucap Silvia tersenyum psikopat
"Aku ingin kalian melenyapkan wanita yang telah merebut kekasihku!" timpal Silvia menutup telponnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Karena pembuat onar sudah pergi dan suasana kantor sudah kembali normal, jadi Daniel menyuruh bubar dan kembali bekerja. Daniel menuntun Leny menuju keruangannya. Saat sampai di ruangannya, Daniel langsung memeluk Leny dan Leny menangis dalam pelukannya.
"Sayang jangan sedih lagi, jangan dipikirkan perkataan wanita tadi. Aku akan tetap menjadi Danielnya Leny" ucap Daniel menenangkan Leny
"Kamu janji ya jangan tinggalkan aku dan bayi kita ini" ucap Leny mengelus perutnya
Daniel memeluk Leny dan mencium kening Leny
__ADS_1
"Iya istriku, kamu wanitaku satu-satunya. Aku akan selalu bersamamu, aku sangat mencintaimu" Daniel dan Leny kembali berpelukan