Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
CHELSEA DAN ALVIN


__ADS_3

Alvin masih belum beranjak dari tempatnya bersembunyi dan masih terus menatap sosok wanita yang tengah mengelus-elus nisan milik Aisyah. Sebenarnya Alvin juga sangat penasaran apa yang tengah di bicarakan oleh wanita itu kepada Aisyah yang tengah beristirahat untuk selamanya.


Wanita itu tengah berjongkok di samping makam milik Aisyah dan berbicara pada makam tersebut.


"Halo Aisyah" sapa wanita itu tersenyum menatap batu nisan yang bertuliskan nama Siti Nur Aisyah tersebut.


"Aku Chelsea. Pacar Alvin yang baru, ya meskipun ia pergi meninggalkanku karena kesalahanku yang terlalu bodoh, hehe" ucap Chelsea tersenyum pahit.


"Maaf ya Aisyah aku baru sekarang ini berani mengunjungi kamu. Aku masih takut jika aku kesini, kamu bakal marah karena sudah menyakiti hati lelaki yang sangat kamu sayangi itu" timpalnya mengelus-elus batu nisan milik Aisyah.


Di tempat lain, terlihat Alvin yang semakin penasaran tentang apa yang tengah di bicarakan oleh Chelsea terhadap makam Aisyah tersebut. Jadi ia mencoba untuk mencari tempat yang lebih dekat dengan makam Aisyah agar ia bisa mengetahui apa yang sedang Chelsea bicarakan. Setelah ia mendapatkan tempat yang pas, akhirnya Alvin sudah bisa mendengar dengan jelas apa yang tengah di obrolkan oleh wanita tersebut.


"Nah, di sini kan pas" gumam Alvin tersenyum miring.


Kemudian Chelsea melanjutkan mengeluarkan seluruh isi hatinya pada Aisyah tentang apa yang ada dalam perasaanya selama ini terhadap Alvin.


"Aisyah. Kamu harus tau, cintaku terhadap Alvin itu sangat tulus dari hatiku yang paling dalam. Aku tidak peduli terhadap statusnya. Karena yang aku butuhkan itu cinta darinya bukan hartanya. Masalah harta, aku dan dia bisa mencarinya bersama-sama" ucap Chelsea panjang lebar menceritakan seluruh isi hatinya.


"Dan tujuan aku datang kesini, untuk meminta Alvin darimu. Aku mohon kamu mau memberikan pria hebat itu untukku. Aku berjanji akan membahagiakan dia, dan aku akan benar-benar mencintai dirinya melebihi cintaku terhadap diriku sendiri" timpal Chelsea.


Perlahan air mata Chelsea menetes membasahi tanah makam milik Aisyah, dan Chelsea juga masih belum selesai mengeluarkan seluruh isi hatinya untuk Alvin selama ini.


"Semenjak perkataan yang keluar dari mulutku pada waktu itu, Alvin pergi meninggalkanku entah kemana. Aku selama ini selalu mencari keberadaan dirinya, aku ingin meminta maaf padanya, dan aku benar-benar ingin dia kembali padaku melengkapi isi hatiku" ucap Chelsea sembari menangis.


"Aku akui aku memang bodoh, dan mulutku juga tidak bisa di kondisikan ketika berbicara. Jujur, dulu aku tidak berniat mengatakan hal itu, sampai membuat hati seorang pria yang sangat aku cintai itu terluka" timpalnya semakin histeris.


Flashback....


4 tahun yang lalu Alvin hanyalah seorang pria yang sederhana dan belum menjadi seorang dokter. Awal pertemuan ia bersama Chelsea adalah ketika ia sedang berada di negara Malaysia.


Pada waktu itu ia di pindahkan oleh sang pemilik pabrik dimana Alvin bekerja, dan akhirnya Alvin bekerja di negara tersebut.

__ADS_1


Pada saat Alvin tengah berjalan-jalan di malam hari. Ia juga berniat untuk mencari makan malam untuk dirinya, dan tanpa sengaja ia melihat seorang wanita sedang di ganggu oleh beberapa pria. Tanpa pikir panjang Alvin langsung menolong wanita tersebut dan mengalahkan beberapa preman kampung itu dengan mudahnya.


Wanita yang ia tolong tersebut sangat kagum dan sangat terpesona dengan sosok pria yang menjadi pahlawannya tersebut.


Setelah selesai menghajar beberapa preman yang menggangu wanita itu. Tak lupa Alvin menanyakan keadaan wanita tersebut.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alvin, namun wanita itu hanya termenung dan terus menatap wajah Alvin sambil tersenyum.


"Nona?, halo, hey?" panggil Alvin lagi sembari mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah wanita tersebut dan berhasil membuatnya tersadar dari lamunannya.


"Eh, eemm. Gak apa-apa kok, hehe" jawab wanita itu salah tingkah.


"Bagus deh kalau kamu baik-baik saja nona" ucap Alvin tersenyum lega.


"Kalau begitu saya permisi dulu" timpalnya dan ingin pergi meninggalkan wanita tersebut, namun ia malah di tahan oleh wanita itu.


"Tunggu!" ucap wanita itu menahan tangan Alvin agar tidak pergi.


"Te..terima kasih" ucapnya lagi semakin gugup menatap ke bawah.


"Kamu berterima kasih pada aspal nona?" tanya Alvin terkekeh menggoda wanita tersebut.


"Ih... Nyebelin" ucap wanita itu dengan nada yang manja.


"Hehe. Iya sama-sama" jawab Alvin tersenyum manis dan membuat wajah wanita itu merah merona karena terpesona melihat senyum Alvin yang begitu tampan menurutnya.


"Yaudah, kalau sudah tidak ada yang mau di katakan lagi. Aku pamit dulu ya" timpalnya dengan lembut.


"Ka..Kamu mau kemana?, kok terlihat buru-buru banget?. Bahkan aku belum mengetahui nama kamu" tanya wanita itu penasaran.


"Oh iya sampai lupa, hehe" ucap Alvin terkekeh menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Aku Alvino" ucap Alvin mengulurkan tangannya.


( Sebelum Alvin bertemu dan bersahabat dengan Daniel, nama panggilan milik Alvin adalah Alvino. Kemudian Daniel menghilangkan huruf O pada nama panggilannya yang lama, dan jadilah nama Alvin sampai seterusnya. )


"A..Aku, C...Chelsea" jawab Chelsea semakin gugup dan ragu-ragu untuk menyambut tangan Alvin yang berniat untuk menjabat tangannya.


Kemudian dengan perlahan Chelsea mencoba menyambut tangan Alvin dengan jantung yang berdebar sangat kencang. Setelah ia bernai dan sudah berhasil memegang tangan Alvin, Chelsea malah tersenyum termenung menatap wajah Alvin dengan tangan yang masih menggenggam tangan Alvin.


Alvin mencoba menyadarkan Chelsea yang tengah termenung dan tersenyum menatap dirinya. Kemudian Alvin mengibas-ngibaskan tangan bagian kirinya di depan mata Chelsea, berharap bisa membuyarkan lamunannya.


"Chelsea?, hey?" panggil Alvin dengan lembut.


"Eh. Ma..maaf" ucap Chelsea dan langsung melepaskan genggaman tangannya pada tangan Alvin.


"Cantik-cantik, kok hobinya melamun" ucap Alvin menggelengkan kepalanya.


"Hehe, maaf" jawab Chelsea dengan pipi yang sudah merah.


"Yaudah, aku pergi dulu ya. Kamu juga harus pulang, ini sudah malam. Gak baik wanita cantik seperti kamu berkeliaran malam-malam begini" ucap Alvin.


Saat Alvin ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba tangan Chelsea menarik lengan Alvin lagi, dan ia berkata "Tunggu. Kamu mau kemana?"


"Aku ingin mencari makan malam" jawab Alvin.


"U...Untuk rasa terima kasihku, bagaimana kalau aku mentraktir kamu makan malam ini?, aku juga ingin mencari makan malam. Itu juga kalau kamu tidak keberatan" ucap Chelsea merasa malu-malu.


"Gimana ya?, hmm. Aku gak mau ngerepotin kamu" ucap Alvin merasa tak enak hati.


"Enggak kok. Lagian juga aku yang ingin" jawab Chelsea tersenyum manis.


"Hmm. Oke, aku mau" ucap Alvin ikut tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2