
Suster datang dan membawakan makan serta obat untuk Leny
Suster itu masuk dan menyela pembicaraan mereka
"Wah sangat bahagia ya. Ini saya membawakan makan dan obat untuk nyonya Syahputra"
Daniel mengambil makan dan obat untuk Leny
"Terimakasih suster" (*Daniel tersenyum*)
Suster itu langsung keluar setelah memberikan makan dan obat untuk Leny. Daniel menyuapi Leny
Daniel berkata manis
"Istriku sayang, kamu makan ya, setelah itu minum obat" (*mengelus pipi Leny*)
Leny menjawab
"Tidak mau suamiku, makanan disini pasti rasanya hambar" (*menggelengkan kepala*)
Anna menyela sembari memarahi Leny
"Katanya kamu rindu pada Aska, masa gak mau makan"
Leny tetap tidak mau makan, dia bahkan menutupi mulutnya
"Tidak tidak"
Yuni dan Rani membujuk Leny agar dia mau makan dan minum obat
"Leny sayang, jangan begitu dong, kasihan cucu mama itu"
"Benar, ibu tak ingin kamu dan cucu ibu sampai kenapa-kenapa"
Daniel berjongkok dan merayu Leny agar mau makan
"Ayo dong istriku kamu makan, sedikit saja pun tidak apa-apa"
Wajah Leny berubah menjadi wajah sedih, dan iya mengangguk pertanda dia mau makan, namun dia memberikan sebuah syarat kepada Daniel
"Baiklah aku akan makan, tapi seterusnya, aku ingin makan hasil masakan kamu, bukan dari rumah sakit ini"
(*Daniel mengangguk*)
Tiga hari telah berlalu, dan hari itu akhirnya Leny di perbolehkan untuk pulang kerumahnya. Daniel senang kalau istri dan calon bayinya tidak mengalami luka yang serius.
Kedua orangtua mereka berencana untuk membuat sebuah syukuran atas kesembuhan Leny dan kembalinya mereka ke rumah.
Daniel membawakan kursi roda untuk Leny namun Leny tidak ingin menggunakannya
"Aku tidak apa-apa suamiku, untuk apa harus menaiki ini"
Daniel menjawab
"Kamu masih lemas sayang, sebaiknya kamu gunakan kursi roda ini"
Leny menolak dan berkata
__ADS_1
"Aku tidak lemas suamiku, yaudah lebih baik kamu gendong saja aku" (*Tersenyum*)
Tanpa sepatah kata Daniel langsung menggendong Leny menuju mobil mereka, dan di ikuti kedua orangtua mereka. Namun Riski malah di suruh membawa barang-barang Leny dan Daniel
Riski berbicara kesal
"Apa-apaan ini, mengapa harus aku yang membawa barang kalian" (*cemberut*)
Windy menghibur Riski dan berkata
"Hehe sudah tidak apa sayang, ini demi calon keponakan kita" (*menggandeng tangan Riski*)
Kemudian Daniel memotong pembicaraan mereka
"Itu benar, kamu harus menjadi paman yang baik" (*tertawa*)
Leny menyambung pembicaraan mereka
"Bener, ayolah paman jangan begitu sama keponakan sendiri"
Riski menjawab cemberut
"Haih! iya iya" (*memainkan bola matanya*)
Di luar ternyata sudah ada keluarga Rian dan Fauzi yang telah menuggu mereka. Rian dan Fauzi menyambut kedatangan Daniel dan keluarga dengan hormat
Rian berbicara
"Selamat ya nyonya muda akhirnya nyonya sudah boleh kembali"
Leny menjawab
Anna yang sedang menggendong Aska dia pun berkata
"Sayang lihat itu siapa yang di gendong paman kamu" (*mencium Aska*)
Leny melihat Aska dan langsung menghampirinya
"Eh keponakan bibi. Bibi sangat merindukan kamu sayang" (*memeluk dan mencium Aska*)
Fauzi menyela pembicaraan mereka dan memperkenalkan istri dan anaknya
"Ehem ehem! (*menegur*)
(*Menoleh*)
Fauzi berbicara
"Tuan dan nyonya sekalian perkenalkan ini istri saya Angel, dan ini anak saya Keyla"
Leny mendekati Angel dan memeluknya
"Halo adik ipar, aku Leny kakak ipar kamu"
Angel menjawab
"Iya kak, senang bisa menjadi bagian keluarga kalian" (*tersenyum*)
__ADS_1
Leny melihat baby Key dan sangat bahagia
"Halo sayang, ini bibi" (*mencium*)
Karena hari semakin siang, mereka semua pun pulang ke rumah Daniel dan Leny untuk merayakan kesembuhan Leny. Setelah 20 menit berada di jalan, akhirnya mereka sampai di kediaman Daniel
Daniel menggendong Leny menuju ke dalam rumah, dan kedua orangtua mereka merasa sangat bahagia karena melihat keharmonisan keluarga kecil tersebut
Yuni tersenyum dan berbicara
"Anakku sangat beruntung bisa memiliki seorang suami sebaik dan sehebat Daniel" (*menatap Rani*)
Rani menjawab dengan senyuman manis
"Ah kamu ini. Aku juga merasa bahwa Daniel sangat beruntung bisa menikahi wanita secantik dan sebaik Leny
Leo menyela pembicaraan mereka berdua
"Mau sampai kapan kalian saling memuji anak kalian?" tanya kesal
Yuni menjawab
"Haha mengapa tuan Leo sangat marah"
Leo berkata
"Mereka berdua sama-sama beruntung karena saling melengkapi" (*memasukan tangan kedalam saku celananya*)
Riski memotong pembicaraan mereka dan berkata sedikit kesal
"Hey hey!, kalian tidak memikirkan aku?, ini berat" (*menunjukan koper Leny dan Daniel*)
Mereka semua tertawa, dan Daniel justru mengejek Riski
"Haha dasar kamu paman yang lemah"
Riski menjawab
"Aku ini paman yang baik, aku juga bukan lemah, iya tidak sayang? (*bertanya kepada Windy*)
Windy menjawab dengan tertawa
"Haha iya sayang, calon suamiku sangat hebat, tidak kalah hebatnya dari suami kamu" (*mengejek Leny*)
Leny cemberut dan membantah perkataan Windy
"Ah kamu ini, suamiku lebih hebat" (*menjulurkan lidahnya dan memeluk Daniel*)
Daniel dan Riski dibuat tertawa oleh tingkah laku dari Leny dan Windy
Daniel berkata
"Kalian seperti anak kecil saja, masalah seperti ini harus di perdebatkan"
"Haha iya, kalian ini lucu. Kami sudah memiliki kelebihan masing-masing" sambung Riski
Leo menyuruh mereka masuk, dan berkumpul di ruangan keluarga untuk merayakan kesembuhan menantunya dan calon cucunya itu
__ADS_1