
Mendengar kata saudara dari Daniel membuat hati Ronny tersentuh. Dia sangat menyesal karena waktu kecil Ronny selalu menindas Daniel, namun Daniel tak pernah menyimpan dendam padanya. Kejadian waktu di mall beberapa bulan yang lalu semata-mata hanya untuk menyadarkan Ronny agar dia bisa berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik, dan sekrang hal itu telah terwujud. Saat ini Ronny adalah orang yang sangat setia pada Daniel, bahkan dia rela berkorban nyawa untuk melindungi keluarga dari bosnya itu.
"Maafkan aku Daniel, sewaktu kecil aku selalu membuatmu menderita, bahkan aku sering merampas jerih payahmu waktu itu. Maaf bos!" ucap Ronny dengan raut wajah yang sangat penuh dengan rasa penyesalan.
Daniel mendekat dan memegang pundak Ronny lalu berkata "Apa yang kau katakan?. Itu hanya sebuah masa lalu saja"
"Dan waktu itu aku juga sempat membuat Nona Leny hampir celaka" timpalnya menatap Leny
"Kak!, jangan berkata seperti itu. Aku sudah melupakan semuanya, kamu adalah pengawal terbaik di keluarga kami" jawab Leny tersenyum
"Ronny!, mau sampai kapan kamu terus menyesali perbuatanmu di masa lalu?. Sudahlah lupakan semua itu, saat ini kau juga sudah menjadi bagian dari keluargaku" ucap Daniel
"Terimakasih semuanya. Aku sangat berhutang pada kalian" jawab Ronny yang sudah meneteskan air mata
"Hahaha, kenapa kau menangis?. Jangan buat malu dong, kau itu pemegang jalanan!. Kau harus bertingkah seperti seorang pemimpin, jangan cengeng begitu" ucap Daniel menepuk-nepuk pundak Ronny
"Apa sudah beres?, apa aku sudah bisa pergi?" tanya Silvia yang sedari tadi hanya menyimak percakapan mereka
"Enak aja!. Kamu harus bertanggung jawab!" protes Leny tak terima
"Kan aku sudah bertanggung jawab sih!. Aku sudah membawanya kerumah sakit, dan aku sudah melunasi seluruh biaya administrasi itu" jawab Silvia merasa tak terima
"Tapi teman Ronny belum sembuh!, kamu harus merawatnya hingga sembuh!" ucap Leny sedikit emosi
"Apa-apaan!. Memangnya aku baby sitter dia!" protes Silvia mencoba untuk menolak
"Itu juga salah satu bentuk tanggung jawab!" protes Leny lagi
"Iya-iya bawel!. Aku akan merawatnya hingga sembuh!, puas?!" ucap Silvia, dan membuat Leny tersenyum penuh kemenangan
"Bagus!. Mulai sekarang kamu yang harus menjaganya" ucap Leny tersenyum
"He'eem!" jawab Silvia malas
Ayu dan Leny saling pandang satu sama lain, kemudian mereka tersenyum seakan memiliki pemikiran yang sama.
__ADS_1
"Mungkin dengan begini, wanita aneh ini bisa melupakan Suamiku!" batin Leny tersenyum
"Jika wanita yang bernama Silvia itu menerima dan merawan Ronny!. Kuharap akan tumbuh sebuah perasaan di antara mereka berdua" batin Ayu
"Yaudah kami keluar dulu. Kamu jaga baik-baik Ronny" ucap Daniel menggandeng tangan sang Istri lalu meninggalkan Silvia dan Ronny di dalam kamar tempat di mana Ronny di rawat.
Setelah mereka bertiga keluar dari kamar Ronny, dan kini hanya ada Ronny dan Silvia yang berada di dalam kamar itu. Tak ada sebuah percakapan di antara mereka, keduanya hanya sibuk dengan urusan masing-masing.
Silvia membuka ponsel miliknya dan ngestalking sosial media milik Daniel di salah satu aplikasi yang sudah go-inter Nasional. Senyuman sinis terukir pada bibir milik Silvia.
"Cih!. Apa bagusnya wanita seperti ini!" gumam Silvia
"Malah sok mesra lagi!" timpalnya merasa tak suka dengan keberadaan Leny yang selalu menempel pada sosok pria yang selama ini ia inginkan
"uhuk-uhuk " ( Ronny batuk )
"Kamu kenapa?" tanya Silvia dengan polosnya
"Uhuk, uhuk, uhuk. Minum!" jawab Ronny mencoba meraih gelasnya namun tak sampai
"Terimakasih" ucap Ronny dan di balas dengan anggukan oleh Silvia
"Aku mau menanyakan satu hal padamu" ucap Silvia membuka obrolan
"Tanya apa?" tanya Ronny
"Apa benar kalau Daniel memiliki saudara kembar?" tanya Silvia penasaran
"Iya!. Yang kau lihat pertama kali tadi itu adalah Dion, dia adalah Adik dari Daniel" jawab Ronny
"Kenapa aku tidak pernah tau ya?" tanya Silvia pada dirinya sendiri
"Daniel juga awalnya tidak mengetahui jika ia memiliki saudara kembar. Mereka baru bertemu beberapa bulan lalu" ucap Ronny
"Jadi wanita yang memeriksa kamu tadi itu adalah calon Istrinya?" tanya Silvia lagi
__ADS_1
"Iya. Dia adalah Ayu, dia teman SD aku dan Daniel. Ayu juga dulunya menyukai Daniel, namun dia sudah menyerah ketika ia tau kalau Daniel sudah memiliki seorang Istri" jawab Ronny.
"Ketika kami masih duduk di bangku sekolah dasar, aku selalu menindas Daniel dan temanku yang lainnya termasuk juga dengan Ayu. Daniel juga selalu melindungi Ayu dari gangguan kami, sehingga membuat aku menjadi semakin sering menindasnya bahkan aku sering merampas uangnya dari hasil berjualan gorengan" ucap Ronny menceritakan kisah kelamnya dulu.
"Sebab itulah yang membuat Ayu menjadi jatuh hati padanya. Bagi Ayu, Daniel adalah sosok pahlawan di hidupnya" timpalnya
"Lalu kenapa kamu sekarang justru menjadi pengawalnya?" tanya Silvia
"Ada sebuah inside yang membuatku menjadi sadar kalau apa yang kulakukan selama ini adalah salah, Dan Daniel lah yang menyelamatkanku dari jalanan yang gelap itu. Sebab itu aku sangat berhutang padanya, bahkan dia tidak pernah memiliki dendam padaku, justru dia sangat menerimaku menjadi bagian dari keluarganya, dan membuatku semakin menyesal karena waktu kecil dulu aku selalu membuatnya menderita" jawab Ronny dengan raut wajah yang penuh dengan rasa penyesalan.
"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Silvia lagi
"Aku akan mengabdikan hidupku untuk melindungi keluarganya, dan aku rela berkorban nyawa untuk mereka" jawab Ronny dengan serius
Silvia sangat tertarik dengan cerita yang di sampaikan oleh Ronny, dan membuatnya semakin suka pada sosok Daniel yang begitu sangat peduli pada orang-orang di sekitarnya. Silvia semakin semangat untuk merebut Daniel dari pelukan Leny.
"Jika kau berniat ingin merebut Daniel dari Leny, aku sarankan jangan lakukan itu. Nanti kau akan semakin sakit hati" tegur Ronny yang paham akan dari niat Silvia.
"Apa yang kamu tau?. Daniel itu seharusnya memang menjadi milikku!. Aku tidak akan rela dia bahagia dengan wanita lain selain diriku!" jawab Silvia merasa tak terima
"Aku kasihan padamu!. Kau itu cantik, tapi kau malah menyukai Suami orang yang sama sekali tidak memiliki hati untukmu" ucap Ronny merasa iba
"Kau tak perlu mengasihani aku!. Aku tau apa yang harus aku lakukan" ucap Silvia merasa yakin
"Kau sebaiknya menyerah saja!. Karena pasti bakal banyak yang akan menghalangi niat jahatmu itu. Bahkan aku juga tidak akan membiarkanmu mencoba untuk menyakiti Istri Daniel!" ancam Daniel
"Kamu di bayar berapa untuk menjadi pengawal mereka?. Aku akan membayarmu 5 kali lipat!" ucap Silvia menawar
Ronny tertawa remeh dan menjawab "Haha, aku tidak ingin uangmu!. Mau sebanyak apapun kau membayarku, aku tidak akan pernah kau untuk berkhianat dari Daniel dan keluarganya!".
"Sombong sekali kamu!. Baiklah akan ku naikkan menjadi 10 kali lipat!" tawar Silvia lagi.
"Simpan saja uangmu itu, berikan pada orang yang membutuhkan itu. Kalau perlu kau sumbangkan saja pada yayasan atau panti asuhan" ucap Ronny yang tak tergoda sama sekali
"Aku mengabdikan diriku pada Daniel bukan semata-mata hanya karena untuk uang!. Ini tentang jasa yang selama ini ia berikan padaku, bahkan nyawaku tidak akan cukup untuk membalas kebaikan mereka!" timpal Ronny dengan seriusnya.
__ADS_1