Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BALA BANTUAN


__ADS_3

Setelah semua bawahan dari kedua kelompok itu musnah, kini hanya tinggal tersisa dua pria yang sudah tak berdaya yang masih di biarkan masih bernyawa oleh kelompok Dark Shadow.


Mereka berdua hanya bisa pasrah dan menunggu ajal akan menghampiri mereka, karena jika melarikan diri juga percuma mengingat betapa kejamnya Dark Shadow terhadap orang yang berani membuat kesalahan.


Pria yang terkapar tepat di bawahnya Daniel hanya bisa pasrah dan semakin ketakutan saat melihat sebuah benda tajam setinggi manusia menancap tepat di samping kanannya.


Sedangkan Daniel hanya tertawa kecil melihat pria itu yang sudah berkeringat dingin menatap dirinya.


"Mungkin ajal kalian sudah ada di sini, dan tempat ini akan menjadi tempat peristirahatan terakhir untuk kalian semua!" ucap Daniel dengan nada dinginnya.


Daniel mencabut pedangnya yang ia tancapkan di atas tanah tadi. Kemudian, ia mengangkat senjata tajam miliknya ke arah atas seakan ingin menebas pria yang terkapar di bawahnya.


Pada saat Daniel mengayunkan pedangnya ke arah pria itu, pria itu hanya menutup matanya seakan sudah siap jika ia harus mati di tempat tersebut.


Namun sebuah anak panah melesat dengan cepat. Anak panah itu terbang ke arah Daniel yang hendak ingin mengayunkan pedangnya ke arah pria yang terkapar sambil menutup matanya.


Dengan refleks Daniel langsung menepis anak panah yang terbang ke arahnya menggunakan pedang miliknya dan alhasil anak panah itu terbang ke atas hingga terbelah dua.


"Sudah ku duga, mereka bukan hanya dua kelompok saja" ucap Daniel dengan santainya seakan tidak merasa panik sedikitpun.


"Hahaha, ternyata insting anda memang selalu tepat dan akurat ya" ucap seorang pria tertawa dan berjalan sambil membawa sebuah busur panah.


Pria yang terkapar itu membuka matanya secara perlahan. Pada saat pria itu melihat ke arah kanannya, kedua bola matanya langsung terbelak karena melihat kedatangan pria yang membawa sebuah busur panah.


"B..bos?" gumam pria itu terkejut.


"Jadi dia itu bos mu?" tanya Daniel.


"Hahaha, apakah para anak buah ku membuat kenakalan tuan?, hingga anda membuat mereka semua babak belur seperti itu?" tanya pria yang baru saja mencoba untuk memanah Daniel dengan sombongnya.

__ADS_1


"Kalau memang mereka semua membuat anda merasa terganggu, saya sebagai atasan mereka ingin mengucapkan kata maaf" timpal pria itu membungkukkan badannya ke arah Daniel.


"Hanya bercanda!" ucapnya lagi lalu kemudian ia tertawa kembali.


"Orang gila darimana lagi ini?" batin Hyuga menatap jijik pria sombong itu.


Pria yang terlihat sangat sombong itu membuang nafasnya sambil menatap ke arah langit, lalu kemudian ia menatap ke arah Daniel dengan tatapan seakan menantangnya.


"Siapa kau?!, untuk apa kau ikut campur dalam urusan ini?!" tanya Daniel sambil menatap dingin ke arah pria itu.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu tuan muda Akai raion!. Kenapa anda dan kelompok anda berani mengganggu transaksi yang sedang kami jalankan?!" tanya balik pria itu dengan angkuhnya.


"Sebaiknya anda dan kelompok anda pergi dari sini, dan jangan menganggu transaksi ini. Jika tidak ingin kejadian yang di alami oleh seluruh bawahan saya menimpa anda serta seluruh kelompok Dark Shadow " timpal pria itu tertawa seakan menantang Daniel.


"tidak usah merembet kemana-mana!" tegur Daniel merasa bosan


"Hahaha, baiklah-baiklah. Jika anda ingin sekali tau siapa saya, maka saya akan memperkenalkan diri saya kepada calon-calon mayat selanjutnya" jawab pria itu dengan angkuhnya.


"Perkenalkan, nama saya Jhonatan Roger, saya adalah pemimpin dari kelompok Wild Tiger. Kelompok yang akan menggantikan posisi kepemimpinan Dark Shadow di dunia kegelapan ini" timpalnya sedikit membungkuk dan tangan kanannya menempel pada dadanya.


"Jadi tolong izinkan saya untuk mengambil kepala anda sebagai tanda bukti bahwa era kepemimpinan dari Dark Shadow telah berakhir" ucapnya lagi dengan sopan namun seakan meremehkan Daniel.


"Wild Tiger?, kelompok sampah mana lagi ini?" tanya Daniel terkekeh seakan meremehkan sosok pria yang yang masih membungkukkan badannya itu di depan Daniel.


"Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Wild Tiger adalah sebuah kelompok yang saat ini yang terkuat, dan mereka jugalah yang berkuasa dalam hal penyebaran obat-obatan terlarang di negara ini, bahkan di berbagai negara di luar sana" sambung Hyuga menjelaskan.


"Pemimpin dari kelompok mereka juga memiliki kepribadian yang sangat aneh. Yaitu seorang kanibal" timpalnya.


Pria yang bernama Jhonatan Roger itu tersenyum, lalu ia menebas lengan dari salah satu bawahannya yang sudah di kalahkan oleh kelompoknya Daniel dan langsung memakan daging itu secara mentah-mentah.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kalau salah satu petinggi dari Dark Shadow sangat mengenaliku" ucap pria itu sambil terus mengunyah daging manusia secara mentah-mentah.


"Cih!, dasar monster" ucap Daniel dengan ekspresi wajah jijik melihat pria yang bernama Jhonatan itu yang masih terus memakan daging rekannya sendiri.


Jhonatan menelan daging dari rekannya, lalu ia menyeka noda darah yang berada di daerah bibirnya menggunakan lengannya.


"Hahaha, ayolah tuan. Kita ini sama-sama seorang monster" jawab Jhonatan tertawa psikopat.


"Jangan samakan aku denganmu!. Aku bukan seseorang yang sanggup memakan daging rekannya sendiri!" ucap Daniel yang masih merasa jijik.


"Hahaha!. Aku tidak tau bagaimana ekspresi wajah ketakutan anda saat ini, karena selalu di halangi oleh topeng itu" jawab Jhonatan tertawa dan langsung berlari dengan cepat untuk menyerang Daniel.


Namun Daniel dengan mudahnya bisa menangkis serangan dari pria yang bernama Jhonatan itu dan berniat melakukan serangan balik, akan tetapi Jhonatan yang memiliki refleks yang bagus, dia juga bisa dengan mudahnya mengindari serangan dari Daniel.


"Ooo... Ternyata kau cukup lumayan juga" ucap Daniel tersenyum memberi pujian pada Jhonatan.


"Hahaha, satu kehormatan bisa mendapatkan sebuah pujian dari seseorang yang memiliki julukan sebagai pria nomor satu di Asia" jawab Jhonatan tertawa bahagia.


"Tapi!, julukan itu akan segera menjadi milikku!" timpalnya dan langsung menyerang Daniel lagi.


Jhonatan mencoba untuk memberikan sebuah pukulan telak pada wajah Daniel dan berniat untuk menghancurkan topeng yang masih melekat pada wajah Daniel.


Akan tetapi Daniel masih bisa menghindari serangan yang di berikan oleh Jhonatan, dan Daniel membalas dengan memberikan sebuah tendangan pada perut Jhonatan, namun pria itu juga bisa menangkis tendangan dari Daniel menggunakan kedua lengannya, meskipun ia harus menyeret beberapa meter kebelakang karena menahan tendangan keras dari Daniel.


"Kau cukup menarik!. Sudah lama aku tidak menemukan lawan yang bisa menahan serangan dariku dan bahkan memberi balasan balik" ucap Daniel tersenyum sinis.


"Hahaha!, sayangnya aku tidak tau ekspresi apa yang ada di balik topeng itu" jawab Jhonatan tertawa bahagia.


"Apa wajah anda saat ini sedang ketakutan dengan keringat dingin, atau yang lainnya?" timpalnya bertanya.

__ADS_1


__ADS_2