
Ayu hanya kebingungan melihat beberapa pria berpakaian serba hitam berkacamata yang tengah memberi hormat pada dia dan yang lainnya. Matanya terus menatap kebingungan pada sang suami serta Alvin yang nampak akrab pada pria-pria tersebut. Karena memang dia belum tau kalau Daniel dan suaminya itu adalah pemimpin besar Dark Shadow.
"Ada apa ini?, kenapa tiba-tiba kami di sambut seperti ini?. Bukankah ini terlihat seperti orang besar saja?" batin Ayu bertanya-tanya kebingungan.
"Sayang?, mereka ini siapa? kok kita di perlakukan layaknya seperti orang penting?" tanya Ayu penasaran.
"Aku juga tidak tau sayang, mungkin mereka orang suruhan Kak Daniel untuk menjemput kita" jawab Dion mengelak.
"Memangnya siapa sebenarnya Kakak ipar itu sayang?" tanya Ayu lagi dan Dion hanya mengangkat kedua bahunya saja seakan tak tau identitas dari saudara kembarnya itu.
"Tuan dan nona muda sekalian, kami di perintahkan oleh tuan Daniel untuk menjemput kalian di bandara ini" ucap salah satu dari mereka.
"Maaf atas kelancangan kami. Tapi tuan Daniel meminta kami untuk segera membawa kalian ke tempat beliau. Jika kami telat sedikit, maka tuan muda Daniel akan menghukum kami" timpalnya. Hanya Alvin saja yang memahami bahasa dari para anggota Dark Shadow itu karena Dion dan yang lainnya tidak memahami bahasa Jepang.
"Pak bos, Buk Bos, mereka meminta kita harus segera menemui Kakakmu. Karena jika terlambat, maka mereka akan mendapatkan hukuman darinya" ucap Alvin menjelas pada Ayu dan Dion.
"Yaudah kalau begitu kita langsung ke tempat Kakak ipar saja. Aku juga sudah tak sabar ingin bertemu dengan Damin" ajak Ayu menggandeng lengan Dion.
"Baiklah. Tolong bawa kami ke tempat tuan muda" ucap Alvin pada para anak buahnya Daniel.
"Mari tuan dan nona muda sekalian ikut kami ke dalam mobil" ajak salah satu dari mereka menunjuk ke arah beberapa mobil yang terparkir rapih di tempat parkir.
"Alvin, Alvin?. Itu mobil siapa?, kok banyak banget mobil mewah terparkir di depan kita?" tanya Ayu.
"Itu semua punya Kakak ipar kamu" jawab Chelsea menyambung.
"Hah?!, punya Daniel?" tanya Ayu terkejut, dan di anggukan oleh Chelsea.
"Iya sih, udah enggak kaget lagi" timpal Ayu.
"Yaudah ayo buruan, pasti mereka sudah menunggu kita" ajak Dion menggandeng tangan Ayu masuk ke dalam salah satu mobil mewah itu dan di ikuti oleh Alvin dan Chelsea yang menggunakan mobil lainnya.
__ADS_1
Lalu para anggota Dark Shadow itu membawa mereka berempat menuju ke tempat yang memang sudah tak asing lagi bagi Alvin karena ia juga sering mengunjungi tempat tersebut untuk menjalankan tugas yang sudah di berikan oleh Daniel.
"Ini kan jalan menuju ke rumah sakit itu?. Pasti dugaan ku benar, Daniel memintaku untuk menangani pasien yang sudah tak sanggup di tangani oleh para dokter di rumah sakit itu" batin Alvin menatap ke arah jendela sambil melamun.
"Separah apa pasien kali ini?" timpalnya bertanya dalam hati.
Chelsea yang terus memperhatikan kekasih hatinya dalam keadaan termenung itu. Ia menjadi penasaran karena sedari tadi Alvin terus menatap ke arah jendela namun pikiran entah kemana.
"Sayang, kamu kenapa diam saja?, apa yang kamu pikirkan?" tanya Chelsea sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Alvin dan langsung membuat Alvin tersadar dari lamunannya.
"Tidak ada sayang. Aku hanya memikirkan keadaan pasien di tempat rumah sakit yang akan kita tuju ini" jawab Alvin tersenyum sambil membelai kepala Chelsea.
"Darimana kamu tau kalau Daniel menyuruh kita pergi ke sana?" tanya Chelsea mendongak menatap wajah kekasihnya itu.
"Tentu saja kita akan kesana sayang, karena aku sudah tau jalan menuju ke sana yaitu melalui jalan yang sedang kita tempuh ini" jawab Alvin menjelaskan.
"Kenapa meski kamu yang harus kesana sayang?, apa tidak ada dokter di tempat itu?" tanya Chelsea lagi.
"Seperti itu" ucap Chelsea dan ia semakin menyamankan posisi duduknya dengan terus memeluk kekasihnya itu.
Selang beberapa menit, akhirnya mobil mewah yang di tumpangi oleh keempat orang tersebut sudah sampai di sebuah rumah sakit yang sangat besar di salah satu kota yang berada di negara sakura itu.
Para anggota Dark Shadow itu langsung membukakan pintu mobil untuk para tuan dan nona muda mereka agar Dion dan lainnya bisa segera menuju ke dalam untuk menemui Daniel yang sudah menunggu kedatangan mereka semua.
"Kenapa kita berhenti di sini?" tanya Ayu setelah mereka keluar dari dalam mobil.
"Karena Kakak ipar mu berada di sana" jawab Alvin.
"Untuk apa mereka ke sini?, dan kenapa Kakak ipar menyuruh kita buru-buru ke tempat ini?" tanya Ayu semakin penasaran.
"Karena menurutnya hanya cuma aku yang bisa menyembuhkan salah satu pasien yang di rawat di tempat ini" jawab Alvin yakin.
__ADS_1
"Udah sayang jangan kamu pikirkan, sebaiknya kita masuk saja dan menemui Kak Daniel" sela Dion memotong perdebatan antara Ayu dengan Alvin.
"Mari tuan dan nona muda. Tuan Daniel sudah menunggu di dalam" ajak salah satu pengawal mereka menunjukkan jalan untuk mereka menemui Daniel.
"Ayo kita segera masuk, mereka akan menuntun kita" ajak Alvin mengikuti langkah para anak buahnya Daniel.
Para anggota Dark Shadow itu mengarahkan jalan untuk Dion dan yang lainnya menuju ke sebuah tempat dimana sudah ada Daniel serta keluarga mereka yang lainnya menunggu.
Sepanjang perjalanan menuju ke ruangan ICU, tak sedikit para dokter dan perawat yang mengenali sosok Alvin yang sedang berjalan melewati mereka, dan Alvin langsung menjadi pusat perhatian para pegawai di rumah sakit itu karena mereka sangat tau kemampuan Alvin dalam menyelamatkan pasiennya.
"Sayang, kenapa para pekerja di rumah sakit ini terus memperhatikan kamu dengan pandangan kagum seperti itu?, bahkan mereka sampai memberi hormat padamu?" tanya Chelsea berbisik.
"Rumah sakit ini sudah sering aku kunjungi, dan bahkan Daniel juga menanam saham yang begitu besar di tempat ini. Daniel mempercayai tempat ini padaku" jawab Alvin.
Setibanya mereka di ruangan ICU, para anak buah yang di tugaskan oleh Daniel untuk menjemput Adiknya itu, mereka semua langsung menghampiri Daniel untuk memberi laporan bahwa mereka sudah berhasil menjalankan tugas dan membawa Dion serta yang lain dengan selamat tanpa hambatan.
"Selamat pagi tuan, kami sudah membawa orang-orang yang anda perintahkan ke sini" ucap salah satu dari anggota Dark Shadow memberi laporan.
"Bagus, bawa mereka ke sini" ucap Daniel memerintah.
Namun belum sempat mereka menjemput rombongannya Dion, Leny yang melihat keberadaan Ayu yang tak jauh dari ruangan ICU tersebut. Leny langsung berlari menuju ke tempat mereka dan langsung memeluk Ayu untuk melepas rindu yang sudah lama tidak bertemu.
"Akhirnya kalian sampai juga" ucap Leny sambil terus memeluk Ayu.
"Hehe, iya Kakak ipar. Aku sangat merindukan kalian" jawab Ayu membalas pelukan dari Leny.
"Oiya, dimana putra tampanku itu?" tanya Ayu mencari keberadaan Damin setelah mereka melepas pelukannya.
"Dia sedang main sama Wulan" jawab Leny.
"Yaudah Ayo kita ke sana" ajak Leny menggandeng tangan Ayu menuju ke tempat putranya berada.
__ADS_1