Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MALAM BERDARAH


__ADS_3

Tak terasa sudah lima jam mereka terbang di atas awan. Leny juga sudah semakin tidak sabar untuk segera menyelesaikan masalah yang menurutnya sama sekali tidak penting.


"Apa masih lama lagi?" tanya Leny


"Sebentar lagi kita akan sampai kak. Paling sekitar 15 menitan lagi" jawab Kevin.


"Aku sudah gak sabar membasmi sampah-sampah itu" ucap Leny tersenyum sinis.


"Ayah harus menyiksanya sesuai dengan keinginan Bunda loh" timpal Leny memerintah.


"Baik tuan putri. Sesuai perintah tuan putri, kami akan melakukan itu" jawab Daniel tersenyum dan mengelus kepala sang istri.


Ketiga adiknya Daniel juga ikut turut senang melihat Leny sudah tidak seseram tadi. Karena mereka sudah melihat Leny tersenyum bahagia bersama suaminya, hati mereka menjadi tenang melihatnya, dan mereka juga tidak akan jadi sasaran amarah Leny lagi.


"Bersiaplah tuan dan nona muda, sebentar lagi kita akan mendarat di tempat tujuan" ucap sang pilot.


"Akhirnya" ucap Leny sembari meregangkan tubuhnya karena sudah berjam-jam ia duduk.


Tak lama kemudian, sang pilot sudah melihat sebuah gedung yang nampak remang-remang, namun banyak kendaraan yang terparkir di depan gedung yang nampak sedikit gelap itu.


"Kita sudah sampai" ucap Fauzi yang tersenyum sembari menatap laptopnya.


"Jadi disitu sarang mereka?" tanya Leny sembari menunjuk ke arah gedung yang gelap itu, dan di anggukan oleh Kevin.


"Baiklah, pak pilot segera turun di sana" perintah Leny dengan nada semangat.


"Siap nona" jawab sang pilot yang ikut bersemangat.


Dengan perlahan helikopter milik Daniel turun di depan gedung tersebut, dan kebetulan ternyata area tempat helikopter itu turun sangat luas, memudahkan untuk pilot itu menurunkan helikopter yang ia kemudikan.


Penjaga gedung itu langsung terkejut saat mendengar suara helikopter yang semakin lama semakin dekat, dan mereka langsung bersiap siaga saat melihat kalau helikopter tersebut mendarat tepat di depan mereka.


"Siapa itu?, kenapa ada helikopter yang mendarat di sini?" tanya si penjaga gedung itu pada rekannya ( Bahasa Prancis ).


"Apa mungkin itu bos kita?" tanya rekannya balik ( Bahasa Prancis ).


"Sejak kapan bos kita memiliki helikopter?, dan untuk apa dia kemari menggunakan benda itu?. Sedangkan saja rumah dia dengan gedung ini tidak terlalu jauh" bantah rekannya yang tidak yakin kalau itu bos mereka.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita harus berjaga-jaga. Siapa tau mereka musuh" ucap mereka.


Dengan fokus kelima penjaga gedung itu melihat kearah helikopter, dan mereka semakin terkejut saat melihat orang-orang yang mulai turun dari helikopter tersebut. Apalagi mereka sempat melihat ada dua orang wanita di antara mereka yang turun dari helikopter itu.


"Siapa mereka?, sepertinya aku tidak pernah melihat mereka di tempat ini" tanya salah satu dari penjaga gedung tersebut, dan keempat rekanya hanya menggeleng saja karena mereka juga tidak pernah melihat orang-orang yang mulai menuju ke tempat mereka berdiri.


Dengan santai Daniel berjalan sembari menggandeng tangan Leny menuju gedung tersebut dan di ikuti ketiga adiknya yang berada di belakang Daniel layaknya seorang pengawal pribadi milik Daniel dan sang istri.


Sedangkan kelima pria yang menjaga gedung tersebut semakin bersiap siaga, karena Daniel sudah semakin mendekati tempat mereka. Kelima pria itu juga dapat merasakan sebuah aura yang berbeda dari salah satu dari kelima orang tersebut, dan benar saja, mata mereka berlima terfokus pada Daniel yang terlihat sangat berbeda dari mereka semua.


"Bersiaplah, sepertinya ini akan sulit" ucap salah satu dari mereka memperingati rekannya.


"Iya, kau benar. Aku merasa tempat ini semakin berat, saat mereka juga semakin mendekat" sambung temannya.


Setelah Daniel sudah sampai di depan kelima pria itu. Kelima penjaga gedung tersebut langsung menghentikan langkah Daniel dan langsung menanyakan mereka semua.


"Siapa kalian?, kami tidak pernah melihat kalian semua?" tanya salah satu dari mereka ( Bahasa Prancis ).


"Kami tidak ada urusan dengan kalian!. Kami hanya ingin bertemu bos kalian saja!" jawab Fauzi ( Bahasa Prancis ).


"Tentu saja menjadi urusan kami, karena tempat ini milik kami, dan kami juga yang menjaga tempat ini!" bantah penjaga gedung itu.


Leny hanya menghela nafas, karena walaupun dia tidak paham apa yang sedang mereka bicarakan, akan tetapi ia tau kalau kelima pria itu melarang mereka untuk masuk kedalam gedung tersebut.


"Lama banget deh, aku sudah lelah ini" ucap Leny memutar bola matanya jengah.


Tiba-tiba salah satu dari mereka langsung tumbang dan tak sadarkan diri. Keempat rekanya juga langsung terkejut melihat temannya sudah terkapar tanpa ada penyerangan dari pihak lawan.


"Apa yang terjadi?, kenapa dia tiba-tiba pingsan?" ucap rekannya bertanya-tanya dalam hati.


"Sebaiknya kalian menyingkir dari sini, sebelum kalian mendapatkan nasib yang sama seperti teman kalian" ancam Daniel ( Bahasa Prancis ).


"Jadi ini ulah kamu?!" tanya penjaga itu ( Bahasa Prancis ) pria itu menunjuk Daniel, sedangkan Daniel hanya menaikkan kedua bahunya seakan dia tidak tau apa-apa.


Karena sudah tak tahan lagi, salah tau dari penjaga gedung itu langsung menyerang Daniel dan yang lainnya. Namun penjaga itu bisa di kalahkan oleh Kevin dengan mudahnya.


"Dua sudah tumbang, tinggal tiga lagi" ucap Fauzi tersenyum sinis ( Bahasa Prancis ).

__ADS_1


"Matikan aja deh" ucap Leny tanpa memperdulikan mereka.


"Baiklah kak" jawab Fauzi dan langsung menyerang ketiga penjaga gedung itu yang masih tersisa.


Setelah mereka semua tumbang, Leny berjalan mendekati salah satu dari penjaga gedung itu yang masih sadarkan diri. Kemudian Leny berjongkok sembari berkata "Makanya jangan menghambat aku, apa lagi mempersulit kami masuk ke dalam". Kemudian Leny memukul kepala pria itu dan menendang wajah pria itu dengan sepatu high heels miliknya.


Pria itu menjerit dan langsung tak sadarkan diri. Daniel sedikit terkejut melihat tingkah istrinya, kemudian ia hanya menggeleng sembari tersenyum tipis, dan Daniel langsung mendatangi sang istri yang masih menendang-nendang musuhnya yang sudah tak berdaya itu.


"Udah Honey udah. Jangan buang-buang tenaga Bunda untuk sampah seperti ini" ucap Daniel dan langsung menarik tangan sang istri menuju ke gedung tersebut.


"Tapi Bunda belum puas Ayah" rengek Leny sembari mengikuti langkah sang suami yang memegang lengannya, namun kaki Leny ingin berusaha menendang pria yang sudah pingsan itu, namun karena tenaga Daniel yang lebih unggul, jadi Leny tak bisa melakukan itu.


Setelah sampai di depan pintu utama gedung itu, Daniel langsung menendang pintu tersebut sampai salah satu pintu itu terjatuh, dan suara nyaring dari pintu itu membuat orang-orang yang berpesta di dalam langsung terdiam.


Puluhan orang yang sedang pesta narkoba itu langsung menatap ke arah Daniel dan yang lainnya, sedangkan mereka yang di tatap hanya tersenyum remeh tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Siapa kalian hah?!, berani-beraninya merusak pesta kami!" tanya salah satu dari mereka ( Bahasa Prancis ).


"Banyak juga ya mainannya, sepertinya akan sedikit memakan waktu ni" ucap Kevin tanpa memperdulikan pertanyaan pria tadi.


"WOY! APA KALIAN TULI? SIAPA KALIAN" teriak pria itu karena ia merasa di abaikan ( Bahasa Prancis ).


Tiba-tiba sebuah pisau mencap di kening pria yang berteriak tadi, dan pria itu otomatis langsung tewas dengan darah yang terus mengalir dari keningnya.


"Berisik banget" ucap Daniel santai sembari meletakkan kedua tangannya kedalam saku celananya setelah membunuh salah satu dari musuhnya.


Puluhan orang yang melihat salah satu rekannya tewas di depan mata mereka pun merasa tak terima dan mereka semua menatap ke arah Daniel dan yang lainnya dengan tatapan penuh amarah.


"Kalian berani mencari masalah dengan kami?!" tanya salah satu dari mereka lagi ( Bahasa Prancis ).


"APA KALIAN SUDAH BOSAN HIDUP HAH?!" timpalnya berteriak.


"Haha, dasar kalian ya. Kalian bosan hidup atau memang bodoh?, sudah tau jumlah kita lebih unggul dari kalian, dan ini juga markas kami. Sudah jelas kalian mengantarkan nyawa di kandang musuh" ucap salah satu dari mereka tertawa dan yang lainnya juga ikut tertawa.


"Hmmm" Daniel tersenyum sinis melihat para mainan mentertawakan dia.


Masih dalam keadaan tertawa, satu persatu dari orang-orang itu sudah tewas dengan pisau yang menancap tepat di organ vital mereka. Mereka yang melihat rekannya sudah berlumuran darah, langsung terkejut dengan mata yang terbelak.

__ADS_1


"KALIAN MEMANG SUDAH BOSAN HIDUP!, SERANG!" teriak salah satu dari mereka, dan para musuh juga mulai menyerang Daniel serta yang lainnya.


__ADS_2