Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MUSUH LAMA


__ADS_3

Soal perbincangan mereka tentang liburan nanti telah di putuskan, dan mereka semua setuju untuk pergi ke Paris atas usul dari Chelsea. Leny juga sudah lama ingin pergi kesana, namun sulit karena jadwal syuting yang begitu padat ketika ia belum menjadi seorang nyonya Syahputra.


Setelah masalah liburan usai, mereka semua sudah mulai menjalankan aktivitasnya masing-masing. Chelsea juga memutuskan untuk tinggal di Indonesia dan tinggal di apartemen yang sama dengan sang kekasih agar mereka berdua jadi lebih saling bertemu.


Leny meminta sang suami tidak pergi bekerja dan ia ingin Daniel menemaninya ke sebuah mall untuk memenuhi dapurnya yang sudah mulai kehabisan stok bahan pangan.


Damin juga akhir-akhir ini sering bersama Neneknya, karena kedua Neneknya berkata tidak bisa kalau berjauhan dari Cucu tampan mereka itu. Jadi Leny dan sang suami hanya berdua saja layaknya seorang yang tengah berpacaran.


Daniel dengan setia menemani sang istri yang tengah sibuk memilah bahan-bahan dapur mereka. Setiap rak dan lorong di mall tersebut terus mereka telusuri sampai memenuhi keranjang belanja yang Daniel bawa.


"Ini mau stok 1 bulan, apa 10 bulan sih Honey?" tanya Daniel yang begitu heran dengan apa yang sang istri ambil.


"Ih. Ayah!, ini juga masih kura loh" jawab Leny yang tengah sibuk memilah keperluannya lagi.


"Perasaan ini udah lebih deh" sambung Daniel sembari mengecek barang-barang pada keranjang yang ia bawa.


"Ayah kan gak pernah ikut Bunda belanja, jadi Ayah gak tau apa aja yang kita perlukan di dapur" jawab Leny lagi.


"Ini lagi, kenapa banyak banget cola nya?" tanya Daniel.


"Itu minuman kesukaan Wulan" jawab Leny.


"Lagian anggota keluarga kita kan sudah bertambah Ayah" timpal Leny.


"Susu Damin gak di beli?" tanya Daniel.


"Kan baru 2 hari yang lalu Ayah beli, jadi untuk apa beli lagi" jawab Leny.


"Iya deh" sambung Daniel.


Setelah dirasa semua sudah terbeli, Leny dan sang suami segera pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mereka. Karena banyak juga yang ingin membayar, jadi mereka berdua mau tidak mau harus mengantri menunggu giliran.


Di tengah-tengah antrian, ternyata Leny langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung mall yang memang mengenali identitasnya. Meski sudah lama tidak melakukan syuting, namun popularitasnya tidak pernah hilang dan masih banyak yang mengidolakan dirinya.


"Eh-eh, liat deh. Itukan Leny Wijaya" bisik salah satu pengunjung.


"Lah, iya, ya. Yuk-yuk" jawab temanya dan langsung menyeretnya rekannya untuk mendatangi Leny.


Dalam sekejap, Leny langsung di kelilingi oleh para fans yang sangat mengidolakan dirinya. Mereka semua meminta untuk berfoto bersama dan bertanya-tanya kemana selama ini sang idola mereka.


"Aduh maaf ya teman-teman semua. Aku udah lama tidak muncul di media lagi, karena aku sudah bersuami dan sudah punya seorang putra" jawab Leny pada para fans yang begitu penasaran tentang menghilangnya sang idola.


"Memangnya siapa suami kakak?" tanya salah satu dari fansnya.

__ADS_1


"Ini" jawab Leny tersenyum sembari menggandeng tangan Daniel.


"Jadi kakak tampan ini suami kakak?" tanya salah satu fansnya yang sangat mengagumi ketampanan dari Daniel.


"Iya, dia suamiku" jawab Leny tersenyum menatap Daniel.


"Wah cocok banget" puji para fansnya.


"Pasti anaknya juga cantik atau tampan ni" timpal salah satu fans.


"Hehehe. Makasih loh pujiannya" ucap Leny dengan ramah.


"Yaudah aku tinggal dulu ya. Udah giliran kita ni" timpal Leny tersenyum.


"Iya kak" jawab para fansnya ikut tersenyum juga.


Sesampainya di meja kasir, Leny juga di sambut kegirangan oleh kasir tersebut karena ia juga sangat mengidolakan sosok Leny yang begitu ramah pada para fansnya.


"Wah ada kak Leny, mimpi apa aku semalam ni" ucap sang kasir kesenangan.


"Foto dong kak" timpal si kasir memohon.


"Boleh" jawab Leny tersenyum ramah.


"Semuanya enam juta lima ratus kak" ucap si kasir dengan sedikit gugup.


"Bentar ya mbak" ucap Leny.


"Ayah, ada cash?" timpal Leny bertanya pada sang suami.


"Ada ni, lima ratus ribu. Haha" jawab Daniel tertawa.


"Ayah..." keluh Leny dengan manja.


"Lagian mana muat dompet Ayah bawa uang tebal segitu" jawab Daniel sembari menyerahkan sebuah kartu langka miliknya.


"I.. ini kan black card?" ucap sang kasir yang semakin bergetar saat memegang sebuah kartu yang sangat langka itu.


Tidak sembarang orang yang mampu memiliki kartu tersebut. Hanya orang-orang yang benar kaya raya saja yang mampu memiliki kartu tersebut.


"Si..siapa suami kakak sebenarnya?" tanya si kasir yang sudah berkeringat dingin.


"Ya dia hanya suamiku saja" jawab Leny tersenyum.

__ADS_1


"Buruan dong, kasian yang ngantri tu" timpal Leny.


"I..iya kak" jawab sang kasir yang dengan sangat hati-hati menggesekkan kartu milik Daniel.


"Pi..pin nya kak?" ucap si kasir yang semakin gugup. Daniel tersenyum dan mengetikkan pin sandi kartu miliknya.


"Sudah" jawab Daniel


Si kasir di buat puyeng karena begitu banyak angka di dalam kartu tersebut, sampai-sampai ia memijit pelipisnya yang menegang.


"Gila, banyak banget angkanya" gumam


"Ini triliunan ni" timpalnya.


"Su..sudah kak" ucap si kasir yang masih bergetar menyerahkan kartu langka itu pada Daniel.


"Terimakasih" ucap Daniel tersenyum.


Kemudian Daniel dan sang istri langsung menuju ke tempat parkir untuk meletakkan barang belanjaan mereka yang begitu banyak. Dengan menggunakan sebuah trol, Daniel menuntut belanjaannya menuju ke mobil mereka.


Setelah selesai menyusun barang belanjaan di dalam mobil, mereka berdua langsung pergi meninggalkan mall tersebut dan menuju ke rumah Ibu Rani untuk menjemput sang putra sembari memberikan belanja yang sudah Leny siapkan untuk kedua Neneknya Damin.


Ditengah perjalanan menuju ke kediaman Ayah Leo. Tiba-tiba mereka berdua di halang oleh kemacetan yang sangat padat yang memaksa mobil mereka harus berhenti di situ.


Sudah hampir 20 menit mobil mereka tak kunjung bergerak. Daniel yang sudah kehabisan stok kesabaran, memutuskan untuk mengecek penyebab dari kemacetan itu.


"Bunda tunggu di dalam aja ya, Ayah mau memeriksa keadaan di luar" ucap Daniel sembari mengelus pipi sang istri.


"Iya suamiku, jangan lama-lama ya" jawab Leny tersenyum manis dan di anggukan oleh sang suami.


Dengan buru-buru Daniel langsung menerobos para kerumunan yang mengelilingi sesuatu dan membuat Daniel semakin penasaran.


"Ada apa pak?" tanya Daniel setelah berhasil menerobos.


"Itu tu, ada seorang tahanan yang kabur. Terus para polisi yang mengejarnya bisa di kalahkannya dengan mudah mas" jawab salah seorang pengunjung.


"HAHA!. SIAPA LAGI YANG MAU MENYUMBANG NYAWA?" teriak tahan itu dengan sombongnya.


"Mck" keluh Daniel sembari berjalan menuju ke arah pria yang tengah tertawa dengan sombongnya itu.


"Lama tidak bertemu SI TUA BANGKA TONO!" sapa Daniel dengan santainya.


" Si bocah ingusan?!" ucap si pria yang Daniel panggil Tono tadi dengan tatapan yang penuh rasa dendam.

__ADS_1


__ADS_2