
Daniel tertawa dan menjawab
"Haha. Tidak ada istriku, hanya memberikan efek jera saja, agar sifat sombong milik mereka hilang"
Novi memotong pembicaraan mereka dan berkata
"Sepertinya kamu memang cocok untuk membantuku untuk menyelesaikan masalah ini. Boby yang seorang buronan negara saja bisa dengan mudahnya kamu tangkap"
Daniel merangkul Leny dan berkata
"Baiklah, aku akan memikirkannya terlebih dahulu dan harus mendapatkan izin dari istriku ini" (*menarik hidung Leny*)
Novi tertawa dan menjawab
"Haha. Ternyata orang hebat seperti dirimu tetap takut istri juga"
Daniel tersenyum
"Aku bukan takut, tapi aku sangat menghormati istriku. Walaupun dia seperti singa betina, namun aku sangat mencintainya"
Leny cemberut dan mencubit perut Daniel
"Ih kamu ini ya, selalu saja mengatakan aku seperti itu. Apa aku kelihatan seperti istri yang galak?"
"Haha. Kamu sudah tahu jawabannya" jawab Daniel
Novi tersenyum melihat keharmonisan mereka berdua
"Kalian pasangan yang lucu. Leny kamu sangat beruntung bisa menjadi istrinya"
Ketika mereka bertiga sedang asyik mengobrol, tiba-tiba ada sosok wanita cantik yang menghampiri mereka. Wanita itu bernama Nurul Fatimah, Nurul, Novi, Windy, dan juga Leny, mereka berempat adalah bunga kampus pada masa itu, banyak lelaki yang mengidolakan mereka berempat.
Penampilan Nurul berbeda dari mereka berdua, walaupun pakaiannya tertutup, tidak menutupi aura kecantikannya. Nurul juga termasuk wanita yang dewasa pada masa kuliah, dia selalu memperingati Leny dan Novi jika mereka melakukan hal yang ceroboh.
"Wah sudah lama kita tidak berkumpul ya"
Nurul datang dengan busana muslim yang sangat cantik
Novi menoleh dan menjawab
"Eh ada ibu kita hehe"
"Bagaimana kabar kalian berdua?"
tanya Nurul
Leny menjawab
"Baik, bagaimana denganmu? apa sudah menjadi seorang guru? seperti cita-cita kamu?"
Dengan tersenyum Nurul menjawab
"Ya Alhamdulillah, aku menjadi guru di sebuah taman kanak-kanak"
Novi memotong
"Ternyata kita bertiga sudah mencapai impian masing-masing"
Nurul menatap Daniel dan bertanya
"Len, siapa lelaki itu?"
Leny menatap Daniel dan menjawab
"Oh iya sampai lupa. Perkenalkan ini suami aku"
Daniel menjulurkan tangannya
"Halo aku Daniel"
Nurul tidak menyambut tangan Daniel
"Maaf. Saya Nurul"
__ADS_1
Daniel tersenyum dan berkata dalam hati
"Wanita ini sangat tekun dengan agama. Aku senang kalau dia menjadi sahabat istriku"
Nurul menatap Leny dengan wajah cemberut
"Leny!, mengapa kamu tidak mengundangku di pernikahan kamu?!, kamu bilang kita seperti saudara"
"Hehe. Maaf-maaf, pernikahanku dilakukan secara tertutup. Aku akan mengundang kalian di pernikahan Windy nanti"
Nurul menyilangkan kedua tangannya dan menjawab
"Hmm!. Baiklah aku akan menunggu itu"
Novi merangkul Nurul dan berkata
"Bukan kamu saja yang tidak tahu pernikahan sahabat kita ini, aku juga terkejut mendengarnya"
"Ayo dong kalian berdua jangan ngambek"
Leny membujuk mereka
Daniel menyela perdebatan mereka
"Sudah-sudah. Ini bukan salah Leny, itu semua permintaan dariku"
Nurul menjawab
"Baiklah tidak apa-apa"
Acara reuni mereka berjalan dengan baik walau tadi ada sedikit kendala dari Aidil dan papanya, namun tidak membuat acaranya menjadi berantakan. Karena Aidil sudah tidak ada di acara mereka, jadi mereka bisa memeriahkan acara itu tanpa ada gangguan dari si anak papi.
"Dua bulan lagi Windy akan segera menikah, kuharap kalian berdua bisa hadir di acara pernikahan dia"
Novi berkata
"Tentu saja aku dan Nurul akan datang. Ngomong-ngomong, siapa calon suami Windy?"
Leny menjawab
Nurul meletakkan tangannya di dagu dan berkata
"Wah ternyata dia juga akan menjadi seorang istri"
Novi menggoda Nurul dan berkata
"Bagaimana dengan kamu? apa sudah memiliki calon?"
Nurul menepuk jidat Novi dan bertanya balik pada sahabatnya itu.
"Bagaimana juga dengan kamu?"
Leny tertawa melihat pertikaian dari para sahabatnya itu
"Sudah. Sebaiknya kalian segera menyusul aku dan Windy secepatnya, ingat usia kalian sudah tidak muda lagi"
Daniel hanya tersenyum melihat Istri dan teman-temannya berdebat. Dari kejauhan ternyata ada sosok lelaki yang sedang memperhatikan mereka berempat, Daniel juga sesekali menatap dia. Sepertinya lelaki itu juga menyukai Leny, karena dia tidak ingin berurusan dengan Aidil. Jadi dia tidak pernah menunjukkan bahwa dia juga tertarik kepada Leny
Lelaki itu juga melihat kalau Aidil dan juga Dimas tak berdaya di hadapan Daniel, jadi niatnya untuk mendapatkan Leny sudah tidak bisa lagi, dan dia sepertinya harus menyerah.
Dia tau kalau Daniel juga menatapnya, dan dia langsung memalingkan pandangannya dari ketiga wanita cantik itu. Dia takut kalau sampai membuat Daniel melakukan hal yang sama seperti Aidil dan papanya tadi.
Acara reuni mereka berjalan sampai malam hari. Karena sudah terlalu malam, satu persatu dari mereka juga sudah bubar dari mall mewah itu. Daniel mengajak Leny untuk pulang.
"Kalian berdua naik apa?"
Dengan serentak Nurul dan Novi menjawab
"Taksi"
Leny berniat mengajak mereka untuk pulang bersama sembari mengenang masa kuliah. Dan Daniel juga setuju, karena tidak baik wanita pulang malam-malam sendirian.
Ketika didalam mobil, Novi terus membujuk Daniel untuk membantunya untuk menangani tugasnya yang sudah hampir 2 bulan belum selesai juga. Dia terus memohon kepada Leny agar membujuk Daniel supaya mau membantunya
__ADS_1
"Sudahlah suamiku sebaiknya kamu ikuti saja permintaan dia, aku takut Novi berbuat sembrono karena kasusnya tak kunjung selesai"
Daniel menghela nafas dan bertanya
"Baiklah. Tapi ada yang ingin ku pertanyakan"
Novi berkata dengan wajah gembira
"Tanyakan saja"
"Siapa orang itu? mengapa kamu sampai sulit menanganinya?"
Dengan datar Novi menjawab
"Nama dia adalah Indra, dia di juluki sebagai kancil. Karena sangat cerdik dan licik, sulit untuk menangkapnya. Bahkan seniorku sampai terbunuh olehnya akibat kecerdikannya"
Daniel mengangguk
"Indra ya"
Novi berkata lagi
"Aku dengar dia juga memiliki dukungan dari kelompok pembunuh bayaran, jadi semakin sulit untuk menangkapnya"
Daniel mengerutkan keningnya dan bertanya
"Pembunuh bayaran?, kamu tahu nama kelompok itu?"
"Kalau tidak salah namanya adalah Black Dragon"
Daniel langsung memberhentikan mobilnya dan menatap Novi dengan serius
"Apa katamu? Black Dragon?"
Novi mengangguk dengan gugup karena melihat wajah Daniel berubah menjadi aneh. Daniel menginjak pedal gasnya dan berjalan dengan santai melewati jalan tersebut.
Novi menjadi bingung melihat Daniel yang tiba-tiba diam saja dan memperlihatkan senyum psikopatnya tadi. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang dan tidak beraturan
"Ada apa dengan dia? mengapa tiba-tiba menjadi aneh begitu" batin Novi
Karena Novi gugup untuk bertanya, dia mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada Daniel
"Ka..kamu kenapa tiba-tiba diam?, ada apa?, apa kamu tidak mau membantuku?"
Daniel tersenyum dan menjawab
"Tenang saja aku akan membantumu, kita akan memusnahkan mereka semua termasuk para pembunuh bayaran itu"
Mata Novi melotot
"Apa? mengapa harus di musnahkan? itu termasuk pembunuhan"
Dengan tegas Daniel menjawab
"Jika mereka melawan, maka mau tidak mau harus melakukan secara paksa, itu sudah menjadi hukum alam. Siapa yang kuat, maka dia yang akan berkuasa"
Nurul berkata
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 33)
Daniel tersenyum dan menjawab
"Wah ternyata ustazah Nurul sangat hebat"
Nurul berkata
"Ah kamu ini, aku hanya mengikuti ajaran agama. Darah mereka halal untuk di bunuh"
Setelah 15 menit berkendara, akhirnya mereka sampai di kediaman Nurul terlebih dahulu dan 5 menit kemudian sampai di kediaman Novi. Sebelum turun Novi memperingati Leny
"Jangan lupa beritahu Windy untuk mengundangku dan Nurul"
"Haha. kamu tenang saja"
__ADS_1
jawab Leny