
Setelah 2 bulan menuggu, akhirnya hari bahagia untuk Dion dan Ayu sudah tercapai. Hari ini adalah hari dimana seorang wanita yang bernama Ayu Fitriani akan segera menjadi Istri sah dari seorang pria yang bernama Dion Syahputra.
Acara akad nikah mereka berdua akan di lakukan di kediaman Ayu. Kini Ayu sedang duduk manis di meja riasnya dan wajahnya juga sedang di rias oleh para perias artis yang biasa merias wajah Leny.
Perias artis itu memang di datangkan oleh Leny untuk merias wajah milik calon Adik Iparnya itu agar terlihat semakin cantik dan tentu saja hasilnya akan sangat memuaskan untuk Suami dari Ayu kelak.
"Wah Anak Ibu cantik sekali" ucap Ibu Rani memuji Ayu.
Tiba-tiba air mata Ayu menetes membasahi kedua pipinya sampai membuat make up di area bawah matanya ikut luntur.
Ibu Rani melihat calon menantunya tiba-tiba menangis membuatnya ikut merasa sedih, meskipun ia tak tau apa yang sedang di pikirkan oleh Ayu sampai membuatnya menangis.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Ibu Rani sembari menyeka air mata di pipi Ayu
"Ayu jadi rindu kedua orangtua Ayu Bu" jawab Ayu senggugukan
"Andai saja mereka berdua masih ada, pasti Ayu merasa semakin bahagia Bu, hiks.. hiks.." timpalnya lagi
Ibu Rani tersenyum dan memegangi kedua tangan milik Ayu kemudian ia berkata "Sudah ya sayang, biarkan kedua orangtua kamu bahagia di surganya Allah ya. Ibu yakin pasti mereka akan ikut menangis kalau melihat anaknya yang cantik ini menangis di saat hari bahagianya. Lagipula kan ada Ibu dan Ayah Leo yang menjadi walinya kamu, anggaplah kami ini kedua orangtua kamu sayang"
Ayu mengangguk sambil menyeka air matanya dan berkata "Hiks.. Iya Bu, Ayu gak mau membuat Papa dan Mama ikut sedih di atas sana"
"Nah gitu dong sayang" ucap Ibu Rani mengelus pipi Ayu dan mereka berdua saling berpelukan
"Wah-wah, belum apa-apa kamu udah mengambil mertuaku saja ya" tegur seorang wanita yang tengah menggendong bayi lelaki yang sudah berusia 4 bulan
"Wah Cucu Oma tampan sekali" ucap Ibu Rani terpesona melihat Damin kecil yang menggunakan kemeja batik yang senada dengan sang Ibunda
"Apa sudah selesai?" tanya seorang wanita cantik yang tiba-tiba muncul
"Wah Anak gadisku juga terlihat semakin cantik" puji Ibu Rani melihat Wulan yang menggunakan kebaya seperti sang Kakak
"Ibu juga tak kalah cantiknya kok" jawab Wulan memeluk sang Ibu
"Haha kamu mengejek Ibu ya?, Ibumu ini sudah tua" tegur Ibu Rani dan membuat mereka semua tertawa
________________________
Rombongan Dion juga sudah sampai di kediaman Ayu. Di dampingi oleh Kakak dan para saudara lainnya dan terlihat raut wajah yang sangat bahagia terpancar terlukis pada wajah Dion.
Daniel merangkul kembarannya itu dan ia tak menyangka jika Adiknya akan menikah dengan teman sekelasnya sendiri.
__ADS_1
"Gimana rasanya?" tanya Daniel menggoda
"Seneng, deg-degan juga" jawab Dion cengengesan
"Wah akhirnya Kakakku akan menikah juga" ucap Fauzi menyenggol lengan Dion
"Jangan gugup, usahakan jangan mengulang-ulang ijab qobulnya" ucap Rian menyemangati
"Hehe, iya Kak" jawab Dion semakin gugup
Lengan kanan Dion di gandeng oleh Mama Anita sedangkan lengan kirinya di gandeng oleh Mama Yuni bak seorang pangeran yang di dampingi oleh Ibunda tercinta.
Tak lama kemudian, Leny yang tengah menggendong putranya turun dari tangga di dampingi oleh Adik tercinta yang tengah menggandeng tangannya.
Saat melihat sang Ayah, tubuh Damin kecil langsung beraksi kegirangan sampai membuat Leny harus ekstra hati-hati menggendong putranya yang nakal sambil menuruni satu persatu anak tangga itu.
"Sabar sayang, iya kita ke tempat Ayah kamu" ucap Leny memegangi Damin yang terus menerus bergoyang di tangan dirinya.
Saat sudah sampai di anak tangga yang terakhir, Daniel sudah menunggu ketiga orang yang sangat ia cintai itu dengan senyuman terlukis di wajahnya, membuat sang putra semakin memberontak dari tubuh sang Ibunda.
Kemudian Damin mengulurkan kedua tangannya kearah Daniel seakan minta di gendong oleh sang Ayah tercinta, dan dengan senang Daniel mengambil sang putra dari gendongan Istrinya itu.
Tiba-tiba di balik pintu utama masuklah seorang pria yang tengah menggandeng tangan seorang wanita cantik yang tengah hamil tua.
Kedatangan mereka berdua menjadi pusat perhatian para tamu undangan yang hadir membuat mereka menjadi canggung karenanya.
Dengan semangat Leny langsung berlari menuju ke tempat wanita yang tengah hamil tua itu berada.
"Windy...!!" ucap Leny membuka kedua tangannya
"Lenlen!" sapa Windy dan langsung memeluk Leny
Mereka berdua saling berpelukan seakan melepas rindu satu sama lain seakan sudah tak bertemu selama bertahun-tahun.
Daniel yang tengah menggendong putranya pun ikut mendatangi Riski dan sang Istri yang tengah asyik berpelukan dengan Istrinya itu.
Mereka berdua melepas pelukannya dan mata Windy sudah tertuju kearah Damin yang tengah asyik menggigiti tangannya sendiri, membuat Windy ingin langsung menghujani puluhan ciuman untuk keponakannya itu.
"Waaahhhh.... Keponakan aunty semakin tampan saja" ucap Windy mencubit pipi gembul milik Damin
"Halo jagoan kecil!" sapa Riski mencubit hidung milik Damin dengan gemasnya
__ADS_1
Leny melihat perut sahabatnya yang semakin membuncit itu, kemudian ia mengelus perut Windy dan bertanya "Bagaimana keadaan kandungan kamu?"
Windy tersenyum dan ikut mengelus perutnya kemudian ia menjawab "Dia baik kok, cuma kadang-kadang sering menendang saja"
"Yaudah ayo kita duduk disana, gak baik kamu buat kamu berdiri terlalu lama" ajak Leny menggandeng tangan Windy.
"Yang sebentar lagi akan di panggil Papa!" goda Daniel menyenggol pundak Riski
"Haha. Doakan saja semoga Anak dan Istriku baik-baik saja sampai hari lahiran nanti" ucap Riski mengelus kepala Damin
"Dan sebentar lagi kamu bakal punya teman bermain Damin" timpalnya
Saat semua keluarga sudah berkumpul, barulah sang penghulu akan segera memulai acara akad nikah dari Dion dan Ayu. Dion dan Ayo memang harus di pisah terlebih dahulu sebelum ada kata sah dari para saksi.
Ayu dan Ibu Rani dengan setia menunggu di atas tepatnya di dalam kamar Ayu. Sedangkan Ayah Leo di minta menjadi wali nikahnya untuk Ayu, mengingat kedua orangtua dari Ayu sudah meninggal dunia.
Lalu sang penghulu meminta Leo dan Dion berjabat tangan untuk segera melangsungkan ijab qobul atas pernikahan dari Dion dan Ayu.
"Bismillahirrahmanirrahim. Saudara Dion Syahputra, saya nikah dan kawinkan kamu dengan Ayu Fitriani binti almarhum Rahman Edi Supardi yang sudah di wakilkan kepada saya dengan seperangkat alat sholat dan mahar sejumlah 250 juta dan satu unit mobil seharga 5 milyar di bayar tunai! " ucap Ayah Leo dengan tegasnya
"Saya terima nikah dan kawinnya Ayu Fitriani binti almarhum Rahman Edi Supardi dengan mahar tersebut tunai! " jawab Dion dalam sekali tarikan nafas
Ayu yang mendengar suara itu di balik kamarnya merasa senang dan bercampur dengan harunya yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata apapun, hanya air mata bahagia membasahi kedua pipinya.
Meskipun ia tak menjadi Istri dari seorang Daniel, namun setidaknya ia memiliki seorang pria yang sangat mirip dengan cinta pertamanya dulu.
"Bagaimana saksi?" tanya sang penghulu pada para saksi nikah dari Dion dan Ayu
"Sah!" jawab pada saksi dan membuat Ayu semakin berdebar.
"Akhirnya kamu sudah resmi menjadi bagian dari keluarga kami Nak" ucap Ibu Rani memeluk dan mencium Ayu.
Ayu menangis bahagia dalam pelukan Ibu Rani. Kebahagiaan menyelimuti hatinya saat ini. Tak ada apapun yang dapat merusak suasana hati Ayu pada saat ini.
"Ayu sayang, sudah saatnya kamu harus bersanding dengan Suami sah kamu" ucap Ibu Rani sambil menyeka air mata Ayu.
Ayu mengangguk dan Ibu Rani menggandeng tangan Ayu lalu keluar menuju lantai bawah dimana sang Suami yang sudah menunggu kehadirannya.
Kedua wanita cantik itu perlahan turun kebawah dan sudah langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung yang datang di acara pernikahan tersebut. Bahkan Dion sudah tak mampu mengedipkan matanya lagi saat melihat sang Istri yang sangat cantik tengah menuruni tangga menuju kearahnya.
"Nikmat Tuhan mana yang kau dusta kan?!" gumam Dion berdecak kagum..
__ADS_1