
"Tunggu dulu sayang, aku akan menemanimu syuting" ucap Daniel
"Benarkah? bukankah kamu ada pekerjaan suamiku?" tanya Leny
"Tidak masalah, masih bisa di kerjakan Riski" timpal Daniel
"Yaudah kalau begitu ayo suamiku" Leny menggenggam tangan Daniel
Daniel menemani istrinya menggunakan mobil Buggati Chironn, di sepanjang jalan mobil itu menjadi pusat perhatian para orang-orang. Wajar saja karena mobil itu mencapai ratusan miliar, dan tidak orang sembarangan yang bisa memiliki mobil itu
Daniel dan Leny telah sampai di lokasi syuting. Ketika mobil di parkiran seluruh staf dan para teman aktris Leny tertuju padanya
"Hey hey coba lihat siapa itu yang membawa mobil mewah" ucap Dinda (teman aktris Leny)
"Pasti orang itu sangat kaya raya" timpal Akbar (teman aktor yang sangat menyukai Leny)
Mereka berdua mendekati mobil itu dan Daniel membukakan pintu mobil Leny, ketika orang yang di dalam keluar dari mobil, Dinda dan Akbar sangat terkejut
"Le..Leny?!.. ternyata kamu?" tanya Dinda terkejut
"Iya ini aku" jawab Leny tersenyum sembari memeluk Dinda
"Wah setelah 6 bulan cuti ternyata kamu semakin kaya dan cantik ya" puji Akbar
"Lalu siapa pria tampan ini?" tanya Dinda memandangi Daniel tanpa berkedip
"Oh perkenalkan ini su" timpal Leny belum selesai berbicara
"Saya supir pribadi dan pengawal pribadi nyonya Leny" ucap Daniel memotong pembicaraan Leny
Leny langsung memandang Daniel dengan sinis dan cemberut, dan hatinya sangat jengkel
"Mengapa dia selalu mengaku seperti itu" (*batin Leny*)
"Oh saya Dinda, teman dekat Leny" ucap Dinda mengulurkan tangannya
"Saya Daniel" timpal Daniel menyambut jabatan tangan Dinda tersenyum
__ADS_1
Dinda tidak melepaskan tangannya dari tangan Daniel, dan membuat Leny semakin kesal, kini raut wajahnya berubah menjadi cemberut
"Ehem-ehem,. sudah pegangan tangannya" tegur Leny kesal
Dinda langsung melepaskan tangan lembutnya dari Daniel, dan tersipu malu
"Aku Akbar, aktor tampan dan terkenal" ucap Akbar dengan sombongnya
"Aku Daniel" balas Daniel tersenyum
Daniel mengerti kalau Akbar sangat menyukai Leny, dan Akbar melihat Daniel dengan tatapan seperti ingin mengajak berkelahi
"Jika benar kau hanya supir dari Leny, sebaiknya kau jangan terlalu dekat.! Karena sebentar lagi aku dan dia akan menikah" tegas Akbar sombong
"Sejak kapan aku mau menikah denganmu?" tanya Leny menatap Akbar jijik
"Mungkin suatu saat kamu akan mencintai aku" timpal Akbar mengedipkan sebelah matanya
"Jangan berharap!" tegas Leny
Dinda terus melihat Daniel dan sepertinya dia sudah jatuh cinta kepada Daniel
Melihat tingkah laku Daniel dan Leny membuat Dinda dan Akbar merasa kesal, mengapa seorang supir bisa begitu akrab kepada majikannya
"Aduh aduh sakit nyonya ampun" ucap Daniel di seret Leny ke ruangan pribadinya
Setelah sampai di ruangan Leny langsung cemberut dan kesal kepada Daniel
"Mengapa kamu selalu mengatakan seperti itu sayang?!, kamu itu suamiku, bukan supir atau pengawal ku!" Leny kesal dan memukul dada Daniel berkali-kali
"Maafkan aku istriku, ini demi keselamatan kamu juga" Daniel mencoba menjelaskan dan memeluk Leny
"Kamu selalu berkata demi keselamatan ku, memangnya kalau orang-orang tau kalau aku dan kamu suami istri, aku akan dalam bahaya" ucap Leny manja di pelukan Daniel
"Di tambah lagi perkataan Akbar yang membuatku merasa jijik tadi" timpal Leny
"Haha yang dia katakan menjadikan kamu istrinya?" ejek Daniel tertawa
__ADS_1
"Memang kamu rela?!" ucap Leny cemberut mendongak menatap Daniel
"Aku percaya kalau kamu tidak akan bermain di belakangku, dan aku percaya bahwa kamu akan selalu mencintaiku" timpal Daniel mencium kening Leny
"Aku sangat mencintaimu suamiku" ucap Leny memeluk Daniel
"Aku juga sangat mencintaimu istriku" timpal Daniel mengelus kepala Leny dan mencium ujung kepalanya
Ternyata di luar Akbar dan Dinda mengintip kelakuan Daniel dan Leny yang sangat mesra itu, dan membuat mereka sangat cemburu dan tak terima
"Cih! mengapa seorang supir saja sampai berani memeluk Leny" ucap Akbar kesal
"Aku juga tidak terima dengan pemandangan di depanku itu" timpal Dinda
"Aku punya rencana!" tegas Akbar tersenyum jahat
"Rencana apa yang ada di pikiranmu?" tanya Dinda
"Kita harus memisahkan mereka dan membuat Leny membenci supir miskin itu" tegas Akbar
"Bagaimana caranya?" tanya Dinda
Lalu Akbar membisikkan rencana kepada Dinda, dan setelah mendengar ide dari Akbar, Dinda sangat senang dan akan ikut serta
"Aku setuju dengan ide kamu" ucap Dinda tersenyum jahat
"Kalau begitu kita akan bekerja sama untuk membuat mereka berpisah, dan aku akan memiliki Leny seutuhnya" Akbar tersenyum
"Baiklah aku setuju dengan perkataan mu, dan Daniel akan menjadi milikmu" timpal Dinda
Akbar dan Dinda pun pergi meninggalkan ruangan pribadi Leny dan segera melaksanakan aksi jahat mereka
Ketika Leny sedang bekerja dan Daniel pun sedang memperhatikan istrinya dari kejauhan, tiba-tiba Akbar mendatanginya, dan mengajaknya ke suatu tempat
"Hey supir miskin!, sini ikut aku sebentar" tegas Akbar menyeret Daniel
"Ahk, santai dong" timpal Daniel menepis tangan Akbar
__ADS_1
"Sudah jangan banyak bicara dasar miskin!" bentak Akbar semakin kasar menarik Daniel
Setelah sampai di tempat yang direncanakannya untuk Daniel, ternya disana sudah ada 6 orang preman yang sudah menunggu mereka