
Daniel membawa Natsumi yang sudah pingsan ke sebuah kamar agar Alvino bisa langsung memeriksa keadaannya. Sedangkan Hyuga menuju ke tempat sang istri berada untuk memberi kabar bahagia dengan membawa pulang Adik kesayangannya yang sudah hampir 5 hari di culik.
Dengan hati yang bahagia Hyuga berjalan menuju sang istri yang tengah tertidur pulas dalam pelukannya Leny. Berkat Leny Koury mau makan dan istirahat yang cukup, itu semua membuat Hyuga berhutang besar terhadap keluarga Daniel.
"Apa istriku baru tertidur?" tanya Hyuga berbisik.
"Kenapa kau ada di sini?, di mana suamiku?, kalian berdua kan kemarin pergi berdua?" bisik Leny bertanya balik.
Dengan senyuman bahagia Hyuga menjawab "Suami anda sedang membawa Natsumi untuk bertemu dengan Alvin".
Mendengar nama Natsumi membuat Leny sedikit terkejut bercampur sedikit emosi karena suaminya berani membawa seorang wanita ke hotel milik mereka.
"Natsumi?, siapa dia hah?!" tanya Leny berbisik namun dengan nada penuh penekanan.
Hyuga menjadi ketakutan karena melihat tatapan mata Leny yang seakan menelan dirinya. Dengan gugup dia menjelaskan tentang Natsumi.
"Na... Natsumi itu adalah Adik perempuannya Koury nona muda" jawab Hyuga menjelaskan.
"Maksud kamu, Adik ipar kamu yang sudah di culik beberapa hari yang lalu?" tanya Leny terkejut dan di anggukan oleh Hyuga.
"Kenapa kau tidak bilang dari awal?!" timpal Leny geram dan hampir melemparkan buah apel yang ada di genggaman tangannya.
"Habisnya nona langsung berfikir buruk tentang suami anda sendiri" jawab Hyuga cengengesan.
"Yaudah kamu bangunin istri kamu, kasih tau kabar bahagia ini padanya agar kesehatannya membaik" ucap Leny dan di anggukan oleh Hyuga.
Leny keluar dari kamar meninggalkan Hyuga dan Koury di dalam sana. Ia langsung mencari keberadaan sang suami untuk melepas rasa rindu karena satu harian penuh tidak memeluk dirinya.
Saat ia baru keluar dari kamarnya Koury, secara bersamaan Alvin dan Chelsea juga tengah berjalan bergandengan tangan. Kepala Alvin sempat kepentok pintu ketika Leny membuka pintu kamarnya Koury.
"Aduh, duh, apa pintuku baik-baik saja?" tanya Leny yang justru malah mengkhawatirkan keadaan pintu hotel miliknya.
"Bukanya aku yang di perhatikan, malah benda mati itu yang di pedulikan" keluh Alvin sambil mengelus kepala yang sedikit memerah dan di bantu oleh Chelsea sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Sayang, lihat itu. Masa aku di buat seperti ini" rengek Alvin mengadu pada sang kekasih yang terus mengelus kepala Alvin sambil menahan tawanya.
"Iya sabar ya sayangku, cup cup" jawab Chelsea menenangkan Alvin seperti seorang anak kecil.
"Iiiuuhh!!! Geli banget" ucap Leny bergidik ngerih melihat tingkah kedua pasangan muda itu.
"Gak usah sok manja gitu deh Alvin. Merinding aku, sumpah!" tegur Leny dengan seluruh tubuh bergetar seakan baru selesai buang air kecil.
"Enggak suaminya, enggak istrinya, dua-duanya sama saja" jawab Alvin memutar bola matanya jengah.
"Sudahlah sayang, sebaiknya kita segera ke tempat Daniel. Kan kamu harus memeriksa keadaan gadis itu" sela Chelsea memotong.
"Kalian mau ke tempat Natsumi berada?" tanya Leny menyela.
"Akhirnya serius juga" batin Alvin lega.
"Iya. Tapi aku melihat Daniel tengah menggendong seorang gadis yang tengah pingsan, dan wajahnya pucat sekali. Aku jadi khawatir" jawab Chelsea menjelaskan.
"Wanita itu Adiknya Koury" ucap Leny memberi tau tentang siapa gadis yang di bawa oleh suaminya tadi.
Disaat mereka bertiga tengah berbincang, ternyata Koury dan Hyuga berdiri tepat di belakang Leny. Koury sudah mendengar apa yang mereka bertiga bicarakan.
"Apa yang terjadi pada Adikku?" tanya seorang wanita dan suara itu berasal dari belakangnya Leny.
Leny yang mengenali suara itu sedikit tersentak dan langsung berbalik badan. Dengan wajah kikuk ia sambil menggaruk tengkuknya.
"Se..sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Leny sedikit gugup sambil menyentuh kedua pundak Koury.
Koury yang merasa sedikit kesal pada Leny karena tidak ingin memberi tau tentang keadaan adiknya pun langsung menepis tangan Leny dari kedua lengannya dengan lembut.
"Sejak kalian membicarakan kalau Daniel tadi membawa seorang gadis yang tengah pingsan dan wajahnya pucat sekali" jawab Koury menatap dingin ke arah Leny seakan menggambar tanda tanya besar.
"Dan kamu malah meminta mereka untuk tidak memberi tau itu semua padaku!" timpal Koury terus menatap Leny hingga membuatnya salah tingkah.
__ADS_1
"Jawab Leny ku sayang!" ucapnya lagi.
"Ano.. i...itu...hmmm" jawab Leny sambil menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal.
"Jawab sayang!" ucap Koury namun dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Melihat itu Leny merasa bersalah dan ikut sedih. Hal itu juga membuatnya menjadi dilema karena tak ingin melihat keadaan sahabatnya semakin memburuk.
"Sebaiknya beri tau saja nona. Aku takut kalau hal ini kita simpan, akan membuat Koury semakin memburuk" ucap Alvin menasehati.
"Ada apa ini sebenarnya?, apa yang kalian sembunyikan dariku hah?!" tanya Koury histeris.
"Be...begini, A...adik kamu sudah di temukan dan dia ada di hotel ini" jawab Leny ragu-ragu.
"Benarkah?, dimana di sekarang?, aku ingin memeluknya, menciumnya" tanya Koury bahagia dengan mata yang berbinar.
"Ta..tapi..." ucapan Leny terhenti karena Koury langsung menyela.
"Tapi kenapa Leny sayang?" tanya Koury penasaran sambil menyentuh kedua pundak Leny, dan membuat Leny semakin ragu untuk berbicara.
"Kondisi Adik kamu saat ini sedang tidak baik-baik saja. Tadi Daniel menggendongnya yang tengah pingsan dan wajah yang begitu pucat" sambung Chelsea yang menjelaskan.
"APA?!, apa yang terjadi pada Adikku?, dimana dia sekarang?!, aku harus menemui Daniel!" tanya Koury dengan wajah sedih.
Leny yang melihat kesedihan sahabatnya itu hanya bisa membantu memberikan efek tenang saja. Ia sangat memahami apa yang sedang di rasakan oleh Koury, karena ia juga memiliki seorang Adik perempuan yang sangat ia sayangi yaitu Wulan.
Akan tetapi Wulan juga salah satu petarung hebat di Dark Shadow, hal itu membuat Leny tidak begitu khawatir dengan sang Adik yang jelas-jelas memiliki ilmu bela diri yang lebih baik darinya.
"Sabar Koury, kontrol emosi kamu, jangan seperti ini" ucap Leny mencoba untuk terus menenangkan Koury.
Koury langsung memeluk Leny dengan erat dan ia juga langsung menumpahkan semua rasa sedihnya pada sahabat yang sangat ia sayangi itu.
"Adikku Len, Adikku...hiks...hiks..." tangis Koury senggugukan dalam pelukan Leny.
__ADS_1
Hyuga yang berada di samping Koury hanya bisa diam dan memasang ekspresi wajah penuh amarah. Ia benar-benar tidak terima melihat istri dan Adik iparnya sama seperti itu. Ia bersumpah akan menghancurkan kelompok yang bernama Yoda itu.