Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
RISKI DALAM BAHAYA


__ADS_3

Di bawah mereka disambut hangat oleh para karyawan hotel itu


"Selamat pagi tuan dan nyonya Syahputra" ucap manager hotel itu


"Berikan kami makanan terbaik kita ya" ucap Daniel tersenyum


"Siap tuan. Akan segera kami sajikan" ucap manager hotel


Ketika Daniel dan Leny sedang menunggu pesanan mereka sampai, tiba-tiba Riski datang menemui mereka


"Hey pengantin baru!" tegur Riski


"Ee..hh kamu Ki" jawab Daniel


"Gimana tadi malam" goda Riski mengedipkan sebelah matanya


"Ih kamu ini" timpal Leny malu-malu


"Haha. Ada apa kamu kemari?, mengganggu bulan maduku saja" ejek Daniel


"Haha dasar pengantin baru" jawab Riski memukul pundak Daniel


"Hey hey.! Kalian berdua jangan seperti anak kecil" timpal Leny memukul keningnya


"Oke oke saudara ipar. Jadi begini, aku ingin segera melamar Windy, kuharap kalian berdua bersedia untuk membantuku" ucap Riski


"Hah?! kapan?! di mana?!" tanya Daniel terkejut


"Mungkin Minggu depan, ketika kami ngedate" jawab Riski


"Baiklah kami pasti akan membantumu untuk melamarnya" timpal Leny


Tak lama kemudian akhirnya pesanan Daniel dan Leny pun telah sampai dan segera di sajikan


"Riski, kamu sudah makan? ayo kita makan bersama" ajak Leny


"Ah tidak usah, aku tak ingin mengganggu waktu pengantin baru" ejek Riski


"Eleh. Dengan datangnya kau kemari, itu sudah mengganggu" timpal Daniel memalingkan bola matanya


"Haha sorry-sorry sahabatku" jawab Riski menepuk-nepuk pundak Daniel

__ADS_1


"Udah ayo makan" ajak Daniel


"Tidak perlu kawan, aku kesini hanya untuk menyampaikan itu. Kalau begitu aku permisi tuan dan nyonya Syahputra" ucap Riski mengedipkan sebelah matanya


"Dasar kau" timpal Daniel tertawa


"Hati-hati ya calon suami dari sahabatku" ejek Leny


Riski pergi meninggalkan mereka berdua, lalu Daniel dan Leny pun melanjutkan sarapan. Setelah selesai Daniel mengajak istrinya untuk melihat rumah baru mereka


"Sayang nanti siang kita akan pergi melihat rumah yang akan kita tinggali" ucap Daniel


"Iya suamiku" jawab Leny


Setelah selesai makan pagi, Daniel dan Leny segera pergi menuju Jakarta Selatan untuk melihat rumah yang telah di beli Daniel


Satu Minggu telah berlalu, tibalah saatnya untuk Riski melamar sang kekasihnya itu.


Riski tengah sibuk mempersiapkan kejutan untuk melamar Windy sang pujaan hatinya, Riski tidak memberi tau papa mama dan kedua orangtua dari Daniel,. akan tetapi Riski memberi tahu rencananya kepada kedua orang tua Windy


"Cincin, bunga, coklat, ok selesai. ma, pa, gimana menurut Mama dan Papa?" Riski bertanya kepada kedua orangtuanya Windy


"Iya papa juga setuju" timpal Irwan Chandra (papanya Windy)


Karena tidak seperti biasanya, Windy menjadi khawatir mengapa Riski tidak memberinya kabar dan chat darinya tak kunjung di balas


"Tidak biasanya dia seperti ini, aku jadi khawatir" (*batin Windy*)


Lalu Windy menelepon mamanya Riski untuk


menanyakan keberadaan Riski


"📱Halo ma, apa Riski ada dirumah?📱" tanya Windy


"📱 Riski tidak ada di rumah sayang, memangnya dia tidak bersamamu?📱" timpal Siska


"📱Tidak ada ma, bahkan hari ini dia tidak ada memberi kabar kepada Windy 📱" jawab Windy


"📱Aduh mama juga tidak tau dia dimana sayang, dia juga tidak ada memberi mama kabar 📱" ucap Siska


"📱Kalau begitu terimakasih ya ma, maaf mengganggu 📱" Windy menutup telponnya

__ADS_1


Beberapa menit kemudian ada chat masuk lewat WhatsApp dari nomor Riski


"📨J**ika kamu ingin kekasihmu kembali dengan selamat, datang ke gedung **** dan bawa kedua orangtuanya 📨" isi pesan itu


"Ada apa ini?! apakah Riski di sekap?, siapa yang menculiknya?!" (*batin Windy panik*)


Lalu Windy menelepon Leny akan tentang pesan yang baru saja ia dapatkan


"📱Halo., Len tolong aku, ri..Riski...📱" ucap Windy menangis


Karena Leny dan Daniel yang merencanakan semua ini, jdi Leny berpura pura panik


"📱Ada apa Win?! mengapa kamu menangis? katakan📱" tanya Leny menahan tawa


"📱Ri..Riski di culik Len, aku ingin minta tolong kepada kamu dan Daniel untuk menyelamatkan dia📱" jawab Windy menangis


"📱Ha?! apa?! di culik? kenapa bisa?!, sekarang dimana Riski berada📱" tanya Leny tersenyum sendiri


"📱 Penculik itu berkata mereka menyekap Riski di gedung ***, aku mohon tolong dia, aku takut dia kenapa-kenapa 📱" Windy semakin menangis


"📱 Baiklah aku dan Daniel akan ketempat kamu, dan kita segera menyelamatkan Riski 📱" timpal Leny menutup telponnya dan tertawa


"Gimana sayang? berhasil" tanya Daniel tersenyum


"Iya suamiku, dan kelihatannya Windy sangat takut kehilangan Riski" jawab Leny tertawa


"Kalau begitu ayo kita kesana dan memberi kejutan untuk Windy" timpal Riski


"Ayo suamiku" jawab Leny


Daniel dan Leny segera menuju ke tempat Windy, setelah sampai menyusul Windy terlihat Windy yang sangat khawatir dan ia berlari ke arah Leny lalu menangis dalam pelukan Leny


"Aku sangat mengkhawatirkannya, aku takut dia kenapa-kenapa" ucap Windy menangis


"Sudah kamu tenang saja, Daniel pasti akan menolong kekasihmu" timpal Leny menenangkan Windy dan menahan tawanya


"Kalau begitu ayo kita segera pergi dan menyelamatkan saudaraku itu" ucap Daniel


Mereka bertiga buru-buru menaiki mobil dan segera ke gedung dimana Riski berada, di dalam mobil Windy tidak bisa tenang karena takut hal buruk akan menimpa kekasihnya itu


"Sudah kamu tenang saja, aku yakin Riski pasti akan selamat" ucap Leny memeluk Windy..

__ADS_1


__ADS_2