
Daniel terus menerus menebas tubuh dari anak buah Johan yang berada di sekitarnya, membuat puluhan orang gila itu menjadi semakin takut karena nyawa mereka sudah berada di ujung tanduk.
Leny juga ikut menikmati pertunjukan yang di suguhkan oleh sang suami, namun tidak untuk Silvia dan Koury yang merasa ngerih bercampur jijik ketika melihat Daniel sedang mencincang tubuh manusia di depan mata mereka.
Sedangkan Fauzi dan Kevin malah asyik bermain suit, dan mereka berdua tidak memperdulikan apa yang sedang di lakukan oleh para saudara mereka itu. Leny melihat kedua adiknya malah asyik bermain sendiri di buat jengkel di buatnya.
"Hoy kalian berdua!" tegur Leny
"Bukannya ikut membantu kakaknya malah bermain permainan anak kecil!" timpalnya menggelengkan kepala
"Percuma kak!, semua bakal selesai oleh suamimu" jawab Fauzi seakan tanpa menatap Leny
"Betul itu!" sambung Kevin
Leny semakin geram mendengar jawaban dari kedua adiknya yang durhaka itu. Dengan langkah cepat ia mendekati kedua adiknya yang masih asyik bermain itu, kemudian dengan geram Leny menjewer telinga kedua adiknya.
"Udah pandai menjawab ya!" ucap Leny dengan geram sembari tangannya yang belum lepas dari telinga kedua adiknya.
"Ah.. aduh ampun kak!" mohon Fauzi memegangi telinganya yang masih di tarik oleh Leny
"Sa..sakit kak" sambung Kevin
"Gara-gara kamu ni!" ucap Fauzi memarahi Kevin
"Gara-gara aku, biji matamu meledak!" jawab Kevin memarahi Fauzi balik
"Jelas-jelas kamu yang mengajak aku untuk bermain itu kok!" timpalnya
"Ya kenapa kamu mau?!" tanya Fauzi masih belum terima jika dirinya yang salah
"OOO masih bisa berdebat kalian ya!" tegur Leny semakin menarik telinga mereka berdua
"Aahhhh!!!. Ampun kak!" keluh mereka berdua
__ADS_1
Leny melepaskan tangan dari kedua telinga Fauzi dan kevin yang sudah memerah, kemudian ia berkata "Sudah sana cepat bereskan!"
"Aku ingin cepat pulang!. Pasti Damin sudah mencari kami berdua" timpalnya menyilangkan kedua tangannya
"Iya kak" jawab mereka berdua sembari memegangi telinganya yang masih terasa panas akibat jeweran dari Leny.
Kemudian Fauzi dan Kevin melihat ke arah Ronny yang tengah bertarung melawan salah satu anak buah Johan. Mereka melihat Ronny sudah kelelahan karena melawan pria yang mengkonsumsi obat aneh itu.
"Haha!. Apa hanya segitu saja kekuatanmu?!" tanya pria itu mengejek
Ronny yang sudah ngos-ngosan karena terus memukuli lawannya itu, meski Ronny menghajar musuhnya dengan seluruh kekuatan, namun pria itu tak merasakan apa-apa dan terus saja bangkit setelah menerima pukulan keras dari Ronny.
Pada saat pria itu ingin membalas Ronny, tiba-tiba dengan cepat Fauzi dan Kevin langsung menghajar pria itu dari belakang sampai membuat kepala pria itu terbentur ke tanah akibat pukulan keras dari kedua adiknya Daniel itu.
"B4N6S4T!" teriak pria itu
"Dasar curang!, beraninya main belakang" timpalnya langsung bangkit dari tidurnya
"Oh sorry bro!, tangan kami kepeleset!" jawab Kevin.
Pria itu lagi-lagi terjatuh lagi ketanah, pada saat ia ingin bangkit, dengan cepat Fauzi menginjak dada milik pria itu dan Fauzi juga memberikan sebuah kode pada Kevin untuk melakukan sesuatu pada pria yang Fauzi injak.
Kevin tersenyum jahil sembari mengangguk, kemudian ia melangkah menuju ke kepala pria yang sudah di tahan oleh kakinya Fauzi.
Lalu Kevin memegang kepala pria itu dengan kedua tangannya, dan Kevin juga menahan pundak pria itu dengan kedua kaki miliknya. Dengan sekuat tenaga Kevin menarik kepala pria malang itu sampai membuat pria itu sedikit berteriak karena ada beberapa tulangnya yang sudah terlepas.
Kevin semakin kuat menarik kepala pria itu, dan suara tulang retak pun semakin nyaring terdengar di telinga mereka. Karena terlalu kuat tenaga yang di miliki Kevin, sampai-sampai ia mampu membuat kepala musuhnya terlepas dari lehernya dan pria itu langsung tak bernyawa karena kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.
Kevin mengangkat kepala pria malang itu yang sudah terlepas, dan tulang lehernya masih menyatu pada kepalanya. Ronny yang melihat adegan itu tepat di depan matanya di buat sampai menelan ludahnya karena begitu jijik.
Kevin berteriak memanggil nama Leny, dan menunjukkan hasil panennya pada sang kakak. Leny tersenyum sembari mengacungkan kedua jempol pada sang adik karena ia merasa puas dengan yang di lakukan oleh kedua adiknya. Sedangkan Koury dan Silvia hampir pingsan melihat apa yang Kevin tunjukkan pada Leny.
"Gila kamu Leny!. Bukannya jijik malah senang" ucap Silvia menutup mulutnya karena ingin muntah
__ADS_1
"Parah banget ni sahabat kita" sambung Koury memeluk Silvia dan tak berani melihat mainan yang Kevin pegang
Fauzi tersenyum dan merangkul Ronny, kemudian ia berkata "Begitu caranya melawan musuh yang menggunakan obat seperti itu bro"
"Dunia ini kejam coy, jika bukan kita yang memangsa, maka kita yang di mangsa" sambung Kevin sembari memainkan kepala yang tak bertubuh itu di genggamannya.
"Wih sepertinya Gaon bakal pesta mewah ni" timpalnya membolak-balikkan kepala putus itu
"Apa kau masih sanggup untuk bertarung?" tanya Rian menepuk punggung Ronny dan membawa organ dalam dari musuh yang ia habisi tadi.
"Apa itu kak?" tanya Fauzi
"Oh ini?" jawab Rian menunjukkan kantongan plastik yang ada di tangannya.
"Hmmm.. Mata, jantung, usus, paru-paru, banyak lagi deh. Pokonya Gaon bakal gemuk ini" timpalnya
"Kalian semua manusia apa monster sih?" tanya Ronny bergidik ngerih
"Setengah monster setangah manusia, hahaha" jawab Kevin tertawa
"Tapi pria yang di ujung sana tu, yang sedang bermain dengan pedangnya" ucap Rian menunjuk ke arah Daniel
"Dia itu sudah seperti iblis" timpalnya tersenyum penuh arti
"Padahal dulu waktu kecil dia itu sering aku bully. Tapi sekarang malah aku yang jadi pengikutnya" ucap Ronny teringat masa kecilnya saat ia dan gang nya yang selalu menindas Daniel
"Kalau aja Daniel itu tipekal orang yang pendendam, mungkin sudah lama aku tak bernyawa lagi, haha" timpalnya
"Kau jangan berfikir seperti itu. Daniel akan menjadi iblis yang mengerikan, jika ada orang yang berani menggangu orang-orang yang ia sayangi, termasuk kita!" ucap Rian menatap Daniel yang semakin mengamuk menebas para musuhnya.
"Dia tak mau kejadian dulu terulang lagi, ia tak ingin kehilangan orang-orang yang ia sayangi. Dia akan akan melakukan apapun untuk melindungi keluarganya" ucap Fauzi.
"Meskipun tak ada satupun perkumpulan gang gelap yang mampu mengalahkannya, namun ada saja orang-orang dari perkumpulan gelap yang ingin merebut posisi yang ia miliki saat ini" sambung Rian lagi.
__ADS_1
NB : Mohon maaf jika author mengupdate tidak beraturan waktu / harinya. Saat ini author sedang sakit, dan pekerjaan juga selalu menumpuk. Mohon teman-teman dapat memahaminya😇😇
#terimakasih_and_happy_reading🥰🥰