Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
RAPAT


__ADS_3

Wulan pun terkejut karena sudah lama tidak merasakan hangatnya aura dari Daniel. Tubuhnya tak berhenti bergetar, karena ilmu yang dimiliki Wulan hanya sepertiga dari ilmu yang Daniel miliki.


"Oke kemungkinan kamu akan kami latih selama 1 bulan lagi, agar ilmu beladiri yang kamu miliki semakin matang dan kamu bisa menguasainya"


Novi memberi hormat dan berkata


"Siap guru!"


Kini sudah 2 minggu Novi mendapatkan latihan yang semakin lama semakin sulit, namun dia tidak pernah mengeluh. Demi mencapai tujuannya dia sampai rela melukai fisiknya yang indah itu di saat latihan.


Wulan juga tak akan memberikan sebuah keringanan saat melatih Novi. Ilmu beladiri mereka sudah hampir seimbang, Leny yang selalu memperhatikan latihan mereka dibuat takjub oleh keseriusan Novi untuk menangkap kancil yang telah banyak memakan rekannya.


Daniel juga terus melatih tubuh, dia selalu bermeditasi dan tak menghiraukan Wulan yang terus melatih Novi. Wulan mengajarkan bagaimana melatih seluruh Indera pada Novi. Latihan ini sangat berguna agar Novi bisa merasakan bahaya yang akan datang melalui inderanya.


Wulan memberikan contoh bagaimana manfaat sebuah indera bagi seorang ahli beladiri. Dia melemparkan puluhan pisau kearah Daniel yang sedang bermeditasi. Meski Daniel sedang fokus pada meditasinya, namun indera yang dimiliki Daniel sudah melampaui batas orang rata-rata, jadi sangat mudah baginya untuk menghindari puluhan pisau yang dilemparkan Wulan terhadapnya.


Semua pisau tak ada satupun yang berhasil menggores tubuh Daniel, bahkan dia sampai mampu mengembalikan salah satu pisau yang di lempar Wulan. Novi tak percaya dengan apa yang ia lihat itu. Bagaimana mana mungkin seorang yang tengah fokus bermeditasi bisa dengan mudahnya menghindar bahkan mengembalikannya kembali? itulah yang ada di pikiran Novi saat ini.


"Lihat, sangat berguna bukan?" kata Wulan


Novi mengangguk dan ingin segera mungkin bisa menguasainya. Dia semakin semangat untuk terus berlatih, tak peduli dengan berbagai macam cuaca yang menerpa, dia terus fokus untuk memperkuat fisik dan inderanya.


Wulan berkata


"Sebaiknya kita istirahat dulu, jangan terlalu memaksa. Kamu masih berada di tahap awal"


Dengan nafas yang lelah Novi mengangguk. Leny datang membawa minuman dan makanan untuk mereka semua, Leny memuji Novi atas keseriusannya untuk memperkuat diri. Namun Leny juga memperingatkan agar tidak terlalu memaksakan diri, dia takut Novi kenapa-kenapa.


"Aku harus segera bisa menguasai semuanya, agar si kancil itu segera di ringkus" Novi menggenggam kaleng minuman yang ia pegang


Daniel datang dan berkata


"Bersemangat itu bagus, tapi kamu harus melakukannya secara bertahap. Aku yakin pada bakat yang kamu miliki itu, kemungkinan kamu akan mampu melampaui Wulan"


Novi berdiri dan merenggangkan tubuhnya


"Terimakasih Daniel, eh guru. Karena bimbingan dari kalian, aku merasa banyak perubahan dari tubuhku ini"


Daniel berdiri dan berjalan didepan Novi lalu membelakanginya


"Jika waktunya tiba, aku minta kamu harus fokus pada si kancil itu. Biar aku yang mengurus para orang-orang dari Black Dragon itu"

__ADS_1


Novi mengerutkan keningnya dan berkata


"Memangnya kenapa? apa kamu tidak tahu bagaimana mengerikannya kelompok yang bernama Black Dragon itu?"


Daniel berbalik badan dan menyilangkan kedua tangannya


"Aku tak peduli seberapa hebat mereka. Aku hanya ingin menyelesaikan dendam pribadiku dengan mereka"


"Dendam apa yang kamu miliki dengan mereka?" tanya Novi


Daniel menatap Leny dan menjawab


"Mereka telah berani membuat wanita yang sangat aku cintai itu terluka sampai mengalami koma"


Novi bertanya lgi


"Jika mereka membawa banyak pasukan bagaimana?, aku tau kamu sangat hebat, namun kalau kamu hanya sendirian, pasti akan kalah juga"


Wulan berdiri dan berkata


"Kamu jangan risau, mereka tidak sebanding dengan kakakku. Bahkan 30 orang saja bisa dengan mudahnya di bunuh olehnya"


Novi menatap Wulan dan berkata


Daniel melambaikan tangan dan menjawab


"Itu hanyalah sebuah angka saja. Di karenakan mereka hebat, jangan pikir aku takut dengan mereka. Mereka telah berani mencari masalah denganku, maka ini harus di tuntaskan sampai akarnya"


Novi menatap jam yang ada ditangan kirinya, dia terkejut


"Gawat!, aku ada urusan penting. Sepertinya latihan kita hari ini cukup sampai disini"


Daniel mendekatkan wajahnya ke wajah Novi dan berkata


"Memangnya kamu siapa?, seorang murid kok berani menentukan waktu latihan?, yaudah buruan sana. Jangan sampai inspektur memarahimu"


Novi bergegas pergi menuju kantor polisi untuk segera mengadakan rapat para pimpinan. Dia melajukan mobilnya sangat cepat dan terus memperhatikan arlojinya, dan berharap tidak terlambat.


Ketika sampai dia langsung buru-buru memasuki ruangan rapat. Ternyata sudah banyak orang yang menunggu disana, bahkan kakaknya juga sudah sampai.


"Adikku, mengapa kamu terlambat?"

__ADS_1


Novi menjawab


"Maaf kak, aku terlalu fokus berlatih kepada Daniel"


Jendral Rangga langsung memulai rapat penting itu. Mereka membahas tentang kasus yang ditangani oleh Novi, dia berencana untuk turun tangan, namun Novi keberatan.


Novi berdiri dari duduknya dan berkata


"Maaf jendral, sebaiknya Anda tidak perlu sampai turun kelapangan untuk menangkap satu ekor tikus. Tolong berikan saya kesempatan untuk melakukan kasus ini lagi, kali ini saya pasti akan menangkap lelaki licik itu"


Rangga tersenyum dan menjawab


"Aku suka semangat kamu Novi, tapi aku takut banyak rekan kita yang menjadi korban lagi. Kamu tau kan dia di lindungi oleh siapa?"


Dengan tegas Novi menjawab


"Saya paham jendral, tapi kali ini saya yakin akan bisa menangkap dia dan tidak akan ada rekan yang gugur lagi"


Rangga menjawab


"Baiklah jika kamu sangat yakin, maka kasus ini aku serahkan kepadamu. Hanya 1 pesan saya, kembali dengan selamat, jangan terlalu memaksa"


Novi memberi hormat dan berkata


"Siap pak. Saya akan ingat pesan bapak"


Yuddy yang duduk di sebelah Novi hanya diam saja dan terus memperhatikan adiknya itu. Sebagai seorang kakak, pasti sangat mengkhawatirkan keselamatan adiknya.


ketika rapat selesai, Yuddy bertanya kepada Novi.


"Bagaimana caranya?, kamu sudah gagal 3 kali menangkap dia. Kakak takut kali ini kamu yang menjadi korban"


Dengan sangat percaya diri Novi menjawab


"Kakak tenang saja, kali ini aku yakin pasti bisa menangkap dia. Karena Daniel bersedia untuk membantuku"


Yuddy tersenyum


"Kalau kamu bersama tuan Daniel, maka aku sedikit tenang. Kakak minta jangan menyusahkan dia"


"Kakak pikir aku ini beban?. Kakak tenang saja, kamu tinggal duduk sambil minum segelas kopi dan tunggu kabar baik dariku"

__ADS_1


Yuddy menjawab


"Haha. Baik-baik, kakak akan menunggu kamu, kakak harap kali ini kamu berhasil dan kembali dengan keadaan selamat"


__ADS_2