
Setelah selesai berurusan dengan antek-antek dari Harimau Berdarah, Daniel dan yang lainnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah mereka karena besok adalah hari dimana pemusnahan besar-besaran dari kelompok tersebut.
Setibanya Daniel dan Leny di rumah mereka, pasangan Syahputra itu langsung melakukan aktifitas yang sangat menyegarkan bercampur dengan keringat, yaitu mandi bersama bercampur dengan perang ranjang yang sangat membantu Leny lemas karena serangan yang di berikan oleh sang suami tanpa henti-hentinya sampai membuat mereka berdua tertidur pulas di tempat tidur tanpa menggunakan busana apapun karena sudah sama-sama lemas.
Sore harinya Daniel dan Leny pergi menuju ke rumah Ayah Leo untuk menjemput putra tampan mereka yang ikut pulang bersama sang nenek pagi tadi. Daniel juga ingin mendiskusikan tentang apa yang akan ia lakukan esok hari bersama Ayah serta saudara-saudaranya. Tentu saja Daniel meminta mereka untuk berkumpul di rumah Ayah Leo.
Sesampainya mereka berdua di halaman rumah Leo, Daniel dan Leny langsung di sambut oleh sang putra yang tengah berdiri di depan pintu utama rumah sang kakek bersama dengan Wulan yang memegangi tangannya Damin.
"Rerari Yayah ( Ferarri Ayah )" ucap Damin yang kegirangan melihat kedua orang tuanya tiba di rumah sang nenek menggunakan mobil Ferarri. Sedangkan Wulan hanya tersenyum gemas melihat kepintaran dari keponakannya itu.
Setelah Daniel membukakan pintu mobil untuk sang nyonya Syahputra, Leny langsung melangkahkan kakinya dengan cepat agar bisa memeluk putra tampannya itu untuk melepas rasa rindu karena berpisah selama beberapa jam.
"Putra tampannya Bunda" ucap Leny gemas sambil terus memeluk Damin yang hanya terkekeh geli.
"Dimana yang lainnya Dek?, apa mereka sudah datang?" tanya Daniel setelah sampai di tempat Wulan dan Damin menunggu mereka.
"Belum Kak" jawab Wulan menggeleng.
Setelah Wulan menjawab pertanyaan Daniel, tiba-tiba 5 mobil mewah sampai di pekarangan rumah mewah milik pemimpin Dark Shadow sebelumnya, yaitu Ayah Leo.
"Akhirnya Anak-anak Ibu yang nakal sudah datang semua" ucap seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba keluar dari balik pintu bersama sang suami.
"Eh, Ibu.." ucap Leny dan langsung memeluk Ibu Rani, dan di balas dengan hal yang sama oleh sang mertua.
Setelah kelima mobil mewah itu terparkir rapi di pekarangan rumah mewah milik Leo, orang-orang yang berada di dalam mobil tersebut langsung keluar dari dalam mobil.
Rian bersama Anna serta sang putra, Fauzi bersama Angel serta putri mereka, Dion bersama Ayu yang tengah mengandung bayi kembar mereka, sedangkan Kevin bersama dengan Jasmine yang tinggal di apartemen yang sama oleh Kevin namun berbeda kamar saja.
Setelah semua putra-putrinya Ayah dan Ibu Rani berkumpul di rumahnya, mereka semua langsung masuk ke dalam untuk menikmati makan malam bersama sebelum membahas masalah serius tentang kelompok Harimau Berdarah.
Dengan penuh rasa nikmat dan bahagia mereka semua menikmati makanan lezat yang di masak langsung oleh Ibu Rani serta di bantu oleh Wulan dan juga beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mewah milik Leo.
Seusai makan malam, para lelaki berkumpul di teras rumah serta di temani dengan secangkir kopi agar bisa lebih nikmat untuk membahas tentang kelompok yang akan mereka eksekusi tersebut. Sedangkan para wanita serta anak-anak berada di ruang keluarga.
__ADS_1
"Lalu apa hasilnya?, apa kalian sudah mengetahui dimana sarang mereka berada?" tanya Ayah Leo memulai obrolan.
"Sudah Ayah" jawab Fauzi sembari meletakkan secangkir kopi yang baru saja ia seruput.
"Awalnya pria yang merupakan salah satu petinggi dari kelompok itu enggan memberitahu kandang mereka berada, walaupun sudah di hajar habis-habisan oleh Kak Daniel" sambung Kevin.
"Namun, setelah Kak Leny turun tangan untuk mengintrogasinya, akhirnya ia mau buka mulut dan pria itu juga tewas di tangan Kak Leny" timpal Kevin.
Dion yang tengah meminum secangkir kopi miliknya tiba-tiba tersedak karena terkejut mendengar perkataan dari Kevin barusan.
"Uhuk-uhuk" Dion terbatuk-batuk.
"Kau kenapa?" tanya Daniel sambil membantu sang Adik dari batuknya karena tersedak kopi yang baru saja ia seruput.
"Aku tak menyangka kalau Kakak ipar ku bisa sekejam itu" jawab Dion masih sedikit terbatuk-batuk.
"Hahaha, menantuku memang hebat" sambung Ayah Leo tersenyum.
"Jadi, dimana mereka berada?" timpalnya bertanya.
"Hem, mereka cukup pintar bersembunyi dan sangat cerdik memisahkan pekerjaan haram mereka" puji Ayah Leo tersenyum sinis.
"Tidak heran beberapa dari mereka bisa selamat dan membentuk pasukan kembali. Namun mereka terlalu ceroboh karena masih menggunakan nama yang sama" timpalnya.
"Meskipun aku tidak tau siapa itu kelompok Harimau Berdarah, dan permasalahan di antara kalian. Tapi, sepertinya sangat menyenangkan jika aku ikut bergabung dalam peperangan ini" sela Dion memotong.
"Apa kau yakin ingin ikut bergabung?" tanya Daniel terkekeh.
"Aku takut kau akan mengompol dan membuat istrimu malu jika dia tau kalau suaminya ketakutan" timpal Daniel mengejek.
"Kau pikir aku seperti Dion yang dulu?" tanya Dion kesal.
"Aku ini memiliki kedua orang tua yang sama denganmu, dan aku juga memiliki wajah yang sama denganmu!. Jadi, jangan meremehkan Adikmu ini!" timpalnya.
__ADS_1
"Hahaha, ternyata Adikku sudah bernyali besar ya" puji Daniel sambil menepuk-nepuk punggung sang Adik.
"Tentu saja!. Tidak akan ku sia-siakan latihan keras serta siksaan yang kau berikan padaku selama ini" jawab Dion tersenyum sinis.
"Hahaha, baiklah-baiklah. Aku akan melihat kehebatanmu nanti" ucap Daniel tertawa senang.
"Aku harap kau ada kemajuan dan kekuatanmu sebesar dengan omonganmu barusan" timpal Daniel sambil merangkul sang Adik.
"Sudah-sudah, jangan bercanda terus!. Sebaiknya kita menyusun rencana" sela Ayah Leo melerai.
"Aku berencana melakukan pemusnahan kelompok dari para badut itu besok" jawab Daniel serius.
"Tidak ada waktu lagi untuk mereka bisa menghirup udara segar. Kali ini kelompok itu harus benar-benar musnah sampai tak tersisa lagi di dunia ini" timpal Daniel geram.
"Hop, hop, tenang dong bosku!. Geram boleh saja, tapi jangan sampai mengeluarkan energi sebesar ini!" tegur Dion sambil menepuk-nepuk punggung sang Kakak.
"Apa kau ingin membuat yang berada di dalam keluar?!" timpalnya bertanya.
"Hahahaha" tawa mereka semua.
"Baiklah, semua terserah padamu sekarang. Kau pemimpin dari Dark Shadow saat ini, jadi semua keputusan ada di tanganmu" ucap Ayah Leo menyela.
"Lalu, bagaimana kita menyergap mereka?" tanya Fauzi.
"Kita harus menyamar dan ikut dalam permainan judi yang mereka miliki" jawab Daniel.
"Kau benar. Dalam hal perjudian, hanya kau yang paling pandai Kak" ucap Fauzi terkekeh.
"Apa selanjutnya?" tanya Kevin.
"Aku akan memenangkan permainan haram mereka, sampai pemilik bar yang tengah bersembunyi keluar menunjukkan batang hidungnya di depan mataku" jawab Daniel menjelaskan.
Setelah beberapa jam mereka berdiskusi tentang pemusnahan kelompok yang di katakan oleh Daniel sebagai perkumpulan para badut. Akhirnya Daniel para saudaranya menemukan titik terang tentang kasus ini.
__ADS_1
Kemudian, mereka semua kembali ke rumah mereka masing untuk mengisi tenaga agar tubuh mereka fit, saat melakukan semua rencana yang sudah di diskusikan tadi. Namun tidak dengan Wulan, ia justru meminta izin pada Daniel dan Leny untuk menginap di rumah sang Ibu. Tentu saja Daniel serta sang istri mengizinkannya.