Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Draft


__ADS_3

Dua mobil mewah pun sudah terparkir di sebuah gedung yang cukup besar, yaitu tempat di mana Samuel dan Riri akan pisah secara agama dan negara. Semua yang ada di dalam mobil sudah turun dan segera masuk ke dalam gedung. Riri yang menatap gedung di depannya seketika merasa bergetar, akhirnya hari yang ia tunggu datang juga, yaitu hari perceraiannya.


"Apa kamu baik-baik saja?." tanya Alex yang berjalan di samping Riri.


Riri yang mendapat pertanyaan dari Alex seketika menoleh. "Hem... aku baik-baik saja." Riri yang melemparkan senyum terbaiknya.


"Baiklah... ayo masuk."


Tuan Hadiwinata dan nyonya Tata lebih dulu masuk ke dalam ruangan, namun saat Riri akan memasuki ruang pengadilan, Riri belum juga melihat batang hidung Samuel, mata Riri terus saja tertuju ke penjuru arah, mencari tahu keberadaan Samuel, karena mobilnya pun juga belum ada di sana, hanya ada mobil mewah milik orang tua nya saja.


Riri takut jika Samuel tidak akan hadir di persidangan ini, mengingat Samuel yang terus saja menolak untuk bercerai dengannya, Riri pun menghentikan langkahnya sejenak, sehingga membuat Alex juga menghentikan langkahnya kala melihat Riri berhenti begitu saja.


"Riri... kenapa?." Alex yang menatap wajah Riri yang terlihat gelisah.


"Kenapa aku belum melihat Samuel, apakah dia tidak datang, aku takut jika dia tidak datang Lex, pasti persidangan ini akan di batalkan." Riri yang terus menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Samuel.


"Mungkin dia sudah di dalam sana Ri"


"Tapi mobilnya tidak ada, hanya ada mobil ayahnya saja." sahut Riri tidak yakin kalau Samuel sudah datang.

__ADS_1


"Ya mungkin Samuel datang bersama kedua orang tuanya, tidak menggunakan mobilnya sendiri, kalau memang belum datang kita tunggu saja dulu di dalam."


"Tidak.. aku ingin menunggu di sini, dan memastikan kalau Samuel itu datang di persidangan ini." tolak Riri tanpa menatap ke arah Alex.


Alex yang mendengar ucapan Riri hanya bisa diam dan menurut, Alex pun juga memutuskan untuk menunggu di luar sambil menjaga Riri, karena Alex juga takut jika Samuel akan merencanakan sesuatu di hari perceraiannya dengan Riri.


****


Di dalam gedung pengadilan Tuan Hadiwinata dan nyonya Tata Anastasya sudah melihat ke hadiran besan nya yaitu tuan Wijaya dan nyonya Amalia. Tuan Hadiwinata tidak mengindahkan bahkan menyapa besan nya tersebut, Dia hanya diam lalu duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan. Namun saat mereka berdua baru saja duduk, Tiba-tiba tuan Wijaya menghampiri ayah dari menantunya tersebut.


"Han..?." panggil tuan Wijaya terhadap tuan Hadiwinata.


"Apakah tidak lebih baik jika persidangan ini tidak pernah terjadi, semua bisa di bicarakan secara kekeluargaan Han."


Tuan Hadiwinata yang mendengar perkataan tuan Wijaya seketika menoleh "Sudah tidak ada yang perlu di bicarakan Wijaya, semua sudah jelas, dan anakku juga sudah mantap bercerai dengan anakmu, biarkan mereka hidup dengan kehidupannya masing-masing, putriku juga berhak bahagia."


"Tapi Han,, Samuel sudah meminta maaf dan menyesal, dia tidak akan lagi menyakiti putrimu, biarkan mereka berdua tetap bersama, dan putraku akan memperbaiki dirinya agar menjadi lebih baik."


Tuan Hadiwinata pun langsung beranjak berdiri dari tempat dudunya, hingga membuat nyonya Tata takut, jika suaminya akan marah lagi dengan tuan Wijaya. "Apa yang perlu di perbaiki, apa kamu buta dan tuli, semua orang tau bahwa anakmu sudah berselingkuh, bahkan selingkuhannya hamil, dari mana Samuel akan mulai memperbaiki nya, tidak ada yang bisa di perbaiki, dan jalan satu-satunya adalah mereka bercerai."

__ADS_1


"Aku akan mengurus semua tentang sekandal ini, serta mengurus selingkuhan Samuel yang hamil itu, aku pastikan Samuel tidak akan bertemu lagi dengan Adel, bahkan tidak ada apa-apa lagi dengan wanita itu, aku pastikan Samuel akan fokus dengan Riri dan janinnya, aku mohon Han, beri kesempatan untuk putraku untuk memperbaiki semuanya." tuan Wijaya yang terus memohon agar perceraian ini di batalkan.


"Dengarkan aku Wijaya, tidak akan ada yang berubah dengan keputusanku, dan keputusan putriku, semua sudah jelas, bahwa Riri dan anak brengsek mu itu akan bercerai, jadi tidak usah buang-buang waktu dan jangan memohon apapun lagi kepadaku,"


"Kamu tahu, aku terpuruk dengan semua ini, bisnisku mulai merosot, semua kolega-kolega ku hilang begitu saja karena isu ini, di tambah putra ku akan gagal dalam membina rumah tangga, keluarga ku terpuruk Han."


"Lalu kamu kira keluargaku bahagia dengan semua ini, lalu kamu kira putriku senang dengan mengandung anak dari laki-laki brengsek seperti Samuel, dan jika usaha mu merosot atau terancam bangkrut salahkan anakmu itu, dia yang menyebabkan semua ini, jangan mengeluh kepada ku, anakmu yang menanam semua masalah ini, dan kamu harus siap menerima hasilnya."


"Han aku mohon bantu keluargaku sekali lagi, dan Terima Samuel lagi, aku mohon kepada mu Han, aku tau anakku salah, tapi aku mohon dengan hati yang sangat dalam, ijinkan Samuel tetap menjaga Riri." tuan Wijaya yang ber simpu di kaki tuan Hadiwinata.


"Berdirilah Wijaya, keputusan ku sudah bulat, jangan merengek seperti bocah, dan jangan membuat ku marah di pengadilan, kembalilah ke kursi mu, agar persidangan ini berjalan dengan lancar hingga akhir. " Tuan Hadiwinata yang mencoba membantu tuan Wijaya berdiri.


Semua usaha yang di lakukan tuan Wijaya untuk sang putra sia-sia, dia hanya bisa menitihkan air mata, kala Hadiwinata tidak bisa menerima putranya lagi. Tuan Hadiwinata bersikeras agar Samuel dan Riri tetap bercerai dan memulai kehidupan mereka masing-masing. Tuan Wijaya begitu terpukul dengan yang di lakukan anaknya Samuel hingga menyebabkan bisnis keluarganya terancam bangkrut dan bisa jatuh miskin.


.


.


.

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya terus ya, kita lihat Samuel apakah akan datang di sidang perceraiannya bersama Riri? UP lagi nanti sore ❤


__ADS_2