Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
100 Juta


__ADS_3

Pagi ini Samuel tampak begitu bersemangat untuk berangkat ke kantor, walaupun tadi malam, ia hanya tidur beberapa jam saja karena sulit untuk tidur setelah dia mengetahui anak yang di kandung Adel bukanlah anaknya, namun Samuel sudah tidak lagi mau memikirkan Adel, ia justru sangat bersyukur akhirnya kebusukan Adel terbongkar di tangannya sendiri, tanpa tahu dari orang lain.


Samuel berjalan menuruni anak tangga sambil mengenakan arloji mewah di lengannya, namun saat Samuel masih sibuk dengan aktifitasnya, Tiba-tiba bik Titik yaitu ART di rumah itu mendekat ke arah Samuel.


"Selamat pagi tuan, maaf saya ingin bicara sebentar." ucap bik Titik dengan sangat hormat.


Samuel yang mendengar ucapan ART nya pun seketika menatah wajah bik Titik.


"Iya bik, ada apa?." tanya Samuel.


"Gini tuan, nyonya Adelia masih saja di luar rumah tuan, saya sudah berkali-kali memberitahunya agar pergi dari rumah ini, tapi dia tidak mau." jelas bik Titik kepada majikannya.


"Sejak kapan dia di situ, apa baru saja datang? beraninya dia datang lagi ke rumah ini."


"Maaf tuan, nyonya Adel dari semalam tidur di luar, dia tidak pergi sama sekali."


Samuel yang mendengar ucapan bik TitIk sedikit terkejut. "Apa? dia dari malam gak pergi?." tanya Samuel.


"Iya tuan, katanya dia masih menunggu tuan, sampai tuan mau memaafkan nyonya Adelia."


Samuel tak lagi mengindahkan bik Titik, ia sudah berjalan untuk keluar rumah, benar saja, saat Samuel membuka pintu, ia melihat Adel sedang tidur di bangku depan rumah. Samuel yang melihat Adel bukan nya kasihan melainkan kesal karena Adel belum juga pergi dari rumahnya.


"Heh.. bangun.. bangun.." Samuel yang sudah menendang meja hingga Adel pun terbangun dari tidurnya.


"Mas..." Adel yang membuka mata perlahan menatap ke arah Samuel.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih di sini? aku sudah menyuruh mu pergi dari rumah ini."


"Mas.. aku tidak mau pergi dari sini, aku mohon maafkan aku." Adel yang sudah beranjak berdiri.


"Aku sudah berbicara dengan mu secara halus, dan jangan memancing ku dengan cara kekerasan, pergilah.. temui Romi ayah dari anak itu, minta lah dia untuk bertanggung jawab atas anak itu."


"Aku tidak mau.. aku maunya kamu yang bertanggung jawab anak ini, mas.. aku mohon terimalah aku kembali." Adel yang mencoba meraih tangan Samuel, namun Samuel menolaknya.


"Pergilah.. kamu membuat ku semakin pusing, aku sudah tidak mau melihat wajah mu lagi di sini."


Namun saat Samuel dan Adel sedang berdebat di depan rumah, Tiba-tiba Romi datang, Romi memutuskan untuk menemui Adel di rumah Samuel, karena dari kemarin Adel tidak membalas pesan Romi, dan mengangkat telfon Romi, nomor Adel tidak aktif, Romi pun memutuskan untuk kembali ke rumah besar tersebut untuk menagih uang 25 juta yang sudah di janjikan oleh Adel.


Samuel yang melihat ke hadiran Romi di depan gerbang seketika semakin marah. "Lihat ayah dari anakmu sudah datang dan menjemputmu, pergilah bersamanya." ucap Samuel.


Romi yang masih di gerbang pintu yang mendengar Samuel mengucapkan ayah dari anak itu seketika terkejut. "Samuel sudah tahu, kalau anak itu bukan anaknya, melainkan anakku, pantas saja, Adel tidak membalas pesan ku, ternyata dia sudah ketawan, yah.. belum. dapet uang 25 juta udah ketawan aja." ucap Romi di dalam hati.


Romi yang sudah tidak ada harapan pun seketika tidak jadi menemui Adel, ia memutuskan untuk pergi kembali, namun saat Romi baru melangkahkan kakinya, Samuel lebih dulu memanggilnya.


"Hey.. kamu ke sini untuk meminta uang 25 juta kan?." teriak Samuel, membuat Romi kembali menghentikan langkahnya."Aku akan memberikan lebih dari 25 juta asal kamu bisa membawa wanita ular ini pergi dari rumah ini." lanjut Samuel.


Romi yang mendengar ucapan Samuel seketika diam dan menatap ke arah Samuel.


"Kau mau minta berapa? 50 juta, 70 juta, atau 100 juta, akan aku berikan asal kamu membawa dia pergi dari rumah ini." Samuel yang menunjuk ke arah Adel.


"Mas.. aku tidak mau.." tolak Adel.

__ADS_1


"Diam kamu! aku tidak bicara dengan mu!." Sahut Samuel.


"Bagaimana brader, apakah kamu setuju dengan tawaranku?."


"Mas.. dia bukan laki-laki yang baik, aku tidak bisa hidup bersamanya."


"Aku juga tidak bisa hidup dengan manusia ular sepertimu!." sahut Samuel kala Adel terus memotong ucapannya.


Romi yang mendapat tawaran dari Samuel seketika mendekat, karena nominal yang Samuel tawarkan begitu banyak, hingga Romi pun menjadi tergiur. "Apa kamu benar akan memberikan uang itu setelah aku membawa Adel pergi dari rumah ini?." tanya Romi yang semakin mendekat ke arah Samuel.


"Iya.. untuk apa aku berbohong.. sebutkan berapa yang kamu butuhkan untuk membawa wanita gila ini?." tanya Samuel.


"100 juta sudah cukup." jawab Romi dengan santai. "Aku jamin Adel tidak akan menemui mu lagi." lanjut Romi.


"Baiklah, berapa rekeningmu?." Samuel yang sudah meraih ponselnya.


Setelah Samuel mendapat no rekening Romi, ia pun langsung mengirim uang 100 juta tersebut.


"Sudah masuk kan?." tanya Samuel, dan dengan cepat Romi segera mengeceknya, dan benar saja, uang 100 juta sudah masuk ke dalam rekeningnya. Romi pun hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.


"Baiklah.. bawa dia sekarang pergi dari rumah ku, aku sudah tidak sudi melihatnya lagi." perintah Samuel.


Romi pun dengan sigap membawa Adel untuk keluar dari rumah Samuel, namun Adel terus memberontak, ia tidak mau pergi dengan Romi. "Mas.. aku tidak mau pergi.. mas tolong aku.. jangan usir aku.." Adel yang terus memberontak, namun tetap saja di paksa oleh Romi.


"Mereka sama-sama gila uang, sangat cocok sekali." ucap Samuel lirih lalu kembali masuk ke dalam rumah untuk sarapan.

__ADS_1


__ADS_2