Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Pelan Pelan Sayang


__ADS_3

Dua pengantin sedang berjalan menuju ke sebuah mobil mewah berwarna putih terdapat bunga besar di bagian depannya. Kini Riri sudah masuk ke dalam mobil, kemudian di susul oleh Alex. Acara pernikahan mereka berjalan dengan lancar. Sore ini Alex dan Riri akan pergi ke sebuah rumah yang sudah Alex beli untuk tempat tinggal mereka kedepannya. Di dalam mobil Alex dan Riri sudah melambaikan tangan ke arah kedua keluarga yang masih berdiri menunggu kepergian kedua mempelai pengantin.


Mobil mewah berwarna putih pun sudah melaju meninggalkan gedung resepsi. Di dalam mobil Alex terus menggenggam jemari Riri. Alex begitu sangat bahagia akhirnya dia dan Riri sudah sah menjadi sepasang suami, istri.


"Akhirnya kita sah juga sayang.. aku benar-benar sangat bahagia." ucap Alex menatap wanita di sampingnya.


"Aku juga sama sayang, semoga pernikahan kita sampai hayat ya, jangan pernah ada yang saling menyakiti." Riri yang menyentuh pipi suaminya.


"Iya sayang, aku berjanji akan selalu setia, dan selalu membahagiakanmu."


"Aku tidak perlu janji, yang aku perlukan adalah bukti." ucap Riri dan Alex hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya mereka berdua pun sudah tiba di sebuah rumah besar ber lantai 3, dengan halaman yang begitu sangat luas. Mobil sudah berhenti begitu sempurna di depan rumah. Riri yang melihat rumah begitu megah di depannya merasa kagum. Pak sopir seketika langsung turun untuk membukakan pintu mobil majikannya. Tidak lama Alex dan Riri sudah turun dari mobil.


"Rumah siapa ini sayang?." tanya Riri yang berdiri di samping Alex.

__ADS_1


"Rumah kita dong." jawab Alex yang tersenyum kala Riri terkejut saat melihat rumah di depannya.


"Hah.. rumah kita? apa kita akan tinggal di sini?."


"Iya.. setelah menikah kita akan tinggal di sini."


"Loh.. kok bisa? lalu rumah ku bagaimana di sana?."


"Biarkan saja.. biar kak Bimo yang menempatinya, aku juga tidak mau tinggal di sana, karena di sana banyak kenangan kamu bersama Samuel, aku ingin kamu menjalani kehidupan yang baru bersama ku." jelas Alex.


Riri yang mendengar ucapan Alex seketika tersenyum. Ia sangat setuju dengan ucapan suaminya, ia ingin memulai rumah tangga yang baru di rumah yang baru.


Mereka berdua sudah berjalan masuk ke dalam rumah, Alex yang melihat Riri begitu kesulitan untuk berjalan karena gaun pengantinnya, seketika langsung meraih tubuh Riri begitu saja untuk di gendongnya. "Kelamaan." ucap Alex yang udah membopong tubuh istrinya.


"Aaa.. sayang.. lepasin aku.. aku bisa jalan sendiri." Riri yang mencoba untuk memberontak.

__ADS_1


"Suttt.. diam.. biar cepat sampai di kamar."


"Ah kamu ini.." Riri yang memukul tubuh Alex sambil tersipu malu.


Tidak terasa hari semakin gelap, setelah Riri membersihkan diri, begitu pun dengan Alex, mereka pun sudah merebahkan tubuh di atas ranjang. Acara pernikahan mereka membuat mereka sangat lelah.


"Apa kamu lelah sayang?." tanya Riri kepada Alex yang tidur di sampingnya.


"Tentu saja, kita berdiri hampir 8 jam sayang untuk menyambut para tamu undangan, bagaimana bisa orang-orang di luar sana menikah hingga berkali-kali, aku nikah sekali saja udah mau encok rasanya."


"Kamu nyindir aku, yang nikah dua kali?." Riri yang melirik ke arah Alex.


Alex yang mendengar ucapan istrinya seketika menatap ke arahnya. "Hahaha tidak sayang..." Alex yang seketika langsung memeluk tubuh Riri.


"Tau ah.. aku marah sama kamu.." Riri yang memasang wajah cemberut.

__ADS_1


"Jangan marah dong." Alex yang sudah mencium bibir mungil Riri, lalu semakin mempererat pelukannya.


Ini menjadi pertama kalinya Alex begitu sangat dekat dengan Riri, bahkan tubuh mereka saling bersentuhan, Alex yang mendapat sentuhan dari benda kembar milik istrinya seketika merasa bergairah. "Sayang.." ucap Alex yang menginginkan lebih.


__ADS_2