Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Tuan Argantara dan Nyonya Jini


__ADS_3

Alex masih menunggu Riri di ruang TV, yang tidak jauh dari kamar Riri, setelah menunggu hampir 30 menit, akhirnya Riri pun keluar juga dari kamar, saat pintu sudah terbuka Alex langsung saja menatap ke arah Riri, Alex melihat Riri begitu sangat cantik mengenakan dres pilihannya, Riri terlihat anggun, dengan dres berwarna pink, dan rambut di biarkan terurai. Walaupun Riri sedang hamil, tapi tubuhnya masih terlihat bagus, justru malah terlihat semakin cantik walaupun dalam keadaan hamil.


Alex yang melihat Riri menjadi terperangah, ia hanya diam terus memandangi Riri yang berjalan ke arahnya. "Apakah aku cantik?." tanya Riri seketika membuat Alex tersadar dari lamunannya.


"Cantik, justru melebihi kata cantik." jawab Alex.


"Tapi lihatlah, perutku semakin terlihat besar." keluh Riri.


"Namanya juga ibu hamil, kamu sudah siap kan, ayo berangkat sekarang."


Alex dan Riri pun sudah masuk ke dalam mobil lamborghini berwarna hitam, mobil melaju meninggalkan kediaman Riri untuk menuju ke kediaman Alex, di dalam mobil Riri merasa badannya panas, dingin karena takut bertemu dengan kedua orang tua Alex, Riri benar-benar belum siap, karena keadaanya sekarang yang sedang hamil tanpa suami.


Alex yang sedang fokus melajukan mobilnya kini sedikit menatap ke arah wanita cantik di sampingnya, Alex tahu bahwa Riri sedang gugup. Seketika Alex pun meraih tangan Riri dan di genggam nya tangan mungil tersebut. "Kamu tidak perlu takut sayang, semua akan baik-baik saja." ucap Alex agar Riri lebih tenang.


Riri yang mendengar ucapan Alex seketika menoleh menatap laki-laki tampan yang sedang tersenyum ke arahnya. "Kamu yakin orang tuamu, akan menyambutku dengan baik?."


"Tentu saja yakin sayang." Alex yang terus meyakinkan Riri.


Setelah perjalanan cukup jauh sekitar hampir satu jam, mereka berdua pun akhirnya tiba di sebuah rumah yang begitu megah, tak kalah megah dari rumah Riri dan rumah orang tua Riri. Rumah yang begitu besar dengan halaman depan rumah yang begitu luas. Terdapat patung-patung dan ukiran yang bagus. Rumah yang bernuansa ke tradisional namun sangat mewah.


"Kita sudah sampai, ayo turun." Alex yang melepas seat belt nya lalu turun untuk membukakan pintu mobil Riri.

__ADS_1


Riri hanya diam sambil turun dari mobil, ia semakin takut untuk masuk ke dalam rumah Alex. mereka berdua pun sudah berjalan untuk masuk ke dalam rumah, dari kejauhan Riri bisa melihat bahwa ia dan Alex sudah di sambut oleh dua orang paruh baya namun masih terlihat cantik dan tampan, ini baru pertama kalinya Riri melihat mama dan papa Alex secara langsung. Karena kedua orang tua Alex jarang pulang ke Indonesia mereka menetap di Australia untuk mengurus beberapa perusahaan di sana.


"Hallo boy, kamu sudah datang." Sapa tuan Argantara, yaitu ayah dari Alex.


"Hallo pa, papa apa kabar?. " Alex yang memeluk tubuh sang ayah.


"Baik boy, bagaimana dengan mu." tanya tuan Argantara balik.


"Alex baik pa."


Setelah menyapa sang ayah, Alex pun juga memeluk sang mama. "Hay mom, apa kabar?." Alex yang mencium pipi nyonya Jini.


"Baik sayang, aduh mama lama sekali tidak melihat mu, ternyata kamu makin ganteng aja." puji nyonya Jini kepada anak semata wayangnya.


Tuan Argantara dan nyonya Jini pun langsung menatap ke arah wanita cantik dengan perut yang terlihat besar.


"Ehh bukankah ini? putri pemilik perusahaan besar Hadiwinata Grub?." Tuan Argantara yang langsung menatap ke Riri.


"Hallo om, saya Riri." Riri yang mencoba berjabat tangan dengan tuan Argantara untuk memperkenalkan dirinya.


"Hallo, selamat datang di rumah kita nona Riri." tuan Argantara begitu ramah menyambut kedatangan Riri.

__ADS_1


"Terimakasih om." Riri yang sedikit menunduk.


Setelah menyapa tuan Argantara, Riri beralih untuk bersalaman dengan nyonya Jini. "Hallo tante perkenalkan saya Riri.


"Bukankah kamu yang dulu di selingkuhi oleh mantan suamimu itu, dan kabarnya kamu juga sedang hamil ya?." tanya nyonya Jini.


Riri yang mendengar ucapan nyonya Jini yang tadinya sudah sedikit tenang, seketika kembali menciut. "Iya tante benar." jawab Riri lirih.


"Alex.. yang benar dia kekasihmu, kamu tidak salah?." tanya nyonya Jini kepada anaknya.


Tuan Argantara yang mendengar ucapan istrinya seketika menyentuh nya. "Mama, jaga ucapan mama."


"Apaan sih pa?." nyonya Jini yang menatap ke arah suaminya.


"Ayo silahkan masuk nona Riri, anggap saja seperti rumah sendiri,." tuan Argantara yang mempersilahkan Riri untuk masuk ke dalam rumah. "Cepat boy ajak Riri masuk ke dalam rumah, biar papa bicara dulu sama mamamu." perintah tuan Argantara.


Alex pun mengajak Riri untuk masuk ke dalam rumah, sedangkan tuan Argantara dan nyonya Jini masih di depan rumah.


"Mama ini apa-apa an sih, apa mama gak tau dia itu putri konglomerat di kota ini,, bahkan dia juga pemilik salah satu perusahaan besar, dia buka wanita sembarangan." ucap tuan Argantara.


"Apa papa juga tidak tahu, dia yang kemarin memenuhi sosial media, karena isu perselingkuhan mantan suaminya. dan sekarang dia itu hamil tanpa seorang suami pa, apa itu tidak aneh jika dia kekasih putra kita, bagaimana bisa Alex mempunyai kekasih janda bahkan janda itu sedang hamil."

__ADS_1


"Mama.. jaga ucapan mama, jika mama tidak bisa menjaga ucapan mama, mama bisa celaka."


__ADS_2