Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Lahirnya Baby Exzi


__ADS_3

Dokter Wisma dan para suster nya pun sudah bersiap-siap untuk melakukan persalinan, karena Riri sudah pembukaan empat, Alex yang tadinya masih di luar ruangan pun sudah bisa di persilahkan masuk untuk menemani Riri melahirkan. Riri terus saja merasa kesakitan, karena dokter melarang Riri mengejan terlebih dahulu sebelum mendapat aba-aba. Setelah semua perlengkapan persalinan sudah lengkap, Dokter Wisma pun sudah siap.


"Ibu.. nanti ibu mengikuti aba-aba dari saya ya." ucap dokter Wisma dan Riri pun hanya mengangguk pelan.


"Saya hitung, dan hitungan ke tiga ibu bisa mengejan." perintah dokter Wisma.


"Satu.. dua.. tiga. ayo buk." dokter Wisma yang sudah memberikan aba-aba.


"Aghhhhh..." Riri yang sudah mengejan begitu kencang.


"Ayo terus buk.. kepalanya sudah mulai kelihatan." ucap dokter Wisma sambil memantau keluarnya jalan bayi.


"Ayo sayang.. kamu pasti bisa.. semangat.." Alex yang terus berdiri di samping Riri sambil mengusap kening Riri, sesekali mengecupnya.


"Aghhhh.. Aghhhh...". hanya dua kali mengejan bayi laki-laki pun sudah lahir ke dunia dengan sehat dan lengkap.


" Oekkkkk.. oeekkkkk..." tangisan bayi yang sangat melengking meramaikan seisi ruangan.


"Alhamdulilah.. baby nya sehat dan lengkap pak, buk." ucap dokter Wisma kepada Riri dan Alex sambil tersenyum.


Alex yang melihat bayi mungil di tangan dokter Wisma pun seketika terharu, anak sambung yang akan menjadi anak kandungnya kini telah lahir ke dunia, untuk mewarnai hidupnya dan juga hidup Riri.


Dokter Wisma pun sudah memberikan baby boy kepada suster untuk di bersihkan. Sedangkan Riri masih berbaring lemas dan leleh.


"Jagoan kita sudah lahir sayang." ucap Alex lalu mengecup kening Riri secara lembut. "Selamat sayang, kamu telah melahirkan bayi laki-laki begitu menggemaskan." lanjut Alex.

__ADS_1


"Akhirnya aku berhasil melahirkan anakku dengan sehat." ucap Riri dengan nada masih lemah.


"Iya.. kamu memang luar biasa, aku bangga kepadamu." Alex yang memuji Riri.


Setelah bayi di bersihkan, baby boy pun di serahkan kepada Riri untuk di beri ASI. "Ini buk baby nya, sudah bisa ya di latih minum ASI." ucap salah satu suster di rumah sakit tersebut sambil meletakkan baby di atas dada Riri.


"Terimakasih dok." ucap Riri.


Riri terus menatap malaikat kecil di dadanya, ia tatap lamat-lamat bayi tersebut, bayi yang terlihat mungil, namun terlihat begitu sangat tampan dan lucu. Riri pun seketika menatap wajahnya, ia begitu mirip dengan dirinya, berkulit bersih, hidung mancung, dan mata yang bulat. Ia tidak melihat sedikit pun wajah Samuel di wajah putranya.


"Kenapa kamu mirip sekali dengan mommy mu nak." Alex yang seketika mengusap pipi baby boy, Alex juga merasa bayi itu sangat mirip dengan Riri, tidak ada sedikit pun wajah Samuel yang menempel.


Riri yang mendengar ucapan Alex seketika tersenyum. "Tuhan saja tidak merestui bahwa anakku mirip dengan dia." ucap Riri yang dia maksut adalah Samuel.


"Nak.. tumbuhlah seperti kakek Hadiwinata, kakek Argantara, dan Daddy Alex ya.. yang mempunyai jiwa tanggung jawab, jiwa disiplin, jiwa menghargai, dan jiwa belas kasihan kepada sesama manusia, mommy ingin kamu tumbuh seperti mereka kelak, yang mempunyai akal dan akhlak yang baik." ucap Riri sambil mengusap tubuh putranya dengan lembut.


Seketika ruangan pun menjadi mengharu biru atas kelahiran baby boy, sedangkan di luar ruangan, keluarga Hadiwinata dan Argantara sudah menunggu di luar ruangan, mereka tidak sabar untuk melihat cucu mereka, saat dokter sudah memperbolehkan mereka masuk, mereka begitu sangat bahagia.


"Wahh cucu mama sudah lahir." nyonya Tata Anastasya yeng begitu bersemangat berjalan mendekat ke arah Riri dan Alex.


Alex dan Riri yang melihat dua keluarga datang bersamaan semakin merasa bahagia, ruangan pun terlihat semakin ramai.


"Mana cucu mama, katanya ganteng ya." ucap nyonya Amalia, yang sudah tidak sabar menggendong putra Riri.


"Hay.. nenek dan kakek, aku sudah lahir lohh." Riri yang membasakan anaknya.

__ADS_1


"Apakah dia masih minum asi, mama ingin menggendongnya." ucap nyonya Tata.


"Wih.. dia tampan sekali, seperti kakeknya terlihat gagah." sahut Tuan Hadiwinata kala melihat cucu pertamanya.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk anak kalian? kalau belum papa akan memberikan nama untuknya." ucap tuan Argantara juga.


"Eh.. sudah dong pa.. enak aja papa yang mau beri nama anak Alex, ayahnya kan Alex, tentu Alex sudah menyiapkan dia nama." sahut Alex yang tidak Terima karena sang papa akan memberikan nama kepada baby boy.


Seisi ruangan pun menjadi tertawa kala tuan Argantara akan memberikan nama kepada baby boy.


"Jadi namanya siapa? awas lo ya kalau gak bagus untuk cucu saya." ancam tuan Hadiwinata sambil tersenyum.


"Jadi Alex akan memberikan nama Alexzi Nizar Zefano, yang artinya anak laki-laki yang langka dan cerdas." jawab Alex.


"Wah.. bagus sekali namanya." puji nyonya Tata.


"Lalu panggilannya siapa Al?." tanya nyonya Amalia.


"Panggilannya baby Exzi." jawab Alex lagi.


"Hay baby Exzi.." nyonya Tata yang kembali mengecup pipi cucunya.


"Wah.. namamu sangat bagus sayang.. terimakasih daddy." Riri yang begitu senang mendengar nama anaknya adalah Exzi.


Tuan Hadiwinata dan tuan Argantara pun saling bertatapan kala mendengar nama dari cucu pertamanya. "Susah sekali namanya, untuk para akong-akong seperti kita, tapi karena artinya bagus ya boleh lah." ucap tuan Hadiwinata.

__ADS_1


Semua yang ada di dalam ruangan kembali tertawa dengan ucapan tuan Hadiwinata. "Ah papa ma katrok sih, gak tau nama orang barat." nyonya Tata yang mengejek suaminya.


"Masalahnya kita orang Indonesia, bukan orang barat, tapi ya sudah lah, papa akan belajar menghafal nama cucu papa." tuan Hadiwinata yang sudah menjatuhkan tubuhnya di sebuah sofa.


__ADS_2