
Malam ini Riri bersiap untuk pergi ke rumah Alex, sebenarnya ia malas dan takut namun karena perintah dari tuan Argantara Riri pun mengiyakan nya, di rumah Alex sedang ada acara yaitu acara syukuran merayakan ulang tahun nyonya Jini yang ke 47 tahun, pasti di kediaman Alex begitu sangat ramai, dan banyak orang-orang besar di sana, sebenarnya Riri berkali-kali menolak undangan tersebut, namun tuan Argantara memaksanya agar datang.
Riri yang sudah begitu cantik menggunakan dres berwarna gold di padukan hils yang tidak terlalu tinggi hanya 5 CM saja, Ia terlihat begitu anggun walaupun badan sudah mulai melebar. Riri pun sudah masuk ke dalam mobil mewah dengan di antar oleh sopir pribadinya.
Di dalam mobil Riri kembali cemas, bagaimana kalau nyonya Jini mengusirnya, Riri benar-benar takut, secara nyonya Jini tidak menyukainya, setelah perjalanan cukup lama, Riri pun tiba, pak sopir pun sudah membukakan pintu mobil untuknya, saat turun dari mobil Riri melihat kediaman Alex benar-benar begitu ramai, banyak para tamu undangan yang baru saja datang, Riri pun berjalan pelan mencoba untuk tenang, ia tarik nafasnya secara dalam-dalam lalu di hembuskan secara pelan agar tidak gugup.
Riri juga tidak lupa membawa kado mewah yang pasti sangat mahal untuk nyonya Jini, Riri terus berjalan hingga para tamu undangan menatap terpesona ke arahnya, bukan masalah untuk Riri menjadi pusat perhatian orang-orang, karena itu sudah biasa untuknya, justru Riri gugup karena takut bertemu dengan nyonya Jini. Di sepanjang jalan Riri selalu mendengar kalimat-kalimat.
"Cantik bener janda tuan Samuel."
"Gila, walaupun hamil tetap cantik ya, aku yang perempuan saja iri dengannya."
"Selain cantik dan pintar, dia juga begitu sabar ya, walaupun dia di sakiti mantan suaminya sendiri tapi tetap semangat."
"Cantik bener tu bumil."
Riri terus saja mendengar ucapan-ucapan tersebut di balik kuping dan kiri dan kanannya.
Dari kejauhan, Riri sudah bisa melihat Tuan Argantara, Alex, dan juga nyonya Jini yang sedang menyambut para tamu undangan, saat Riri sedang menatap ke arah mereka, Alex pun yang dari tadi mencari keberadaan Riri seketika juga menatap ke arah Riri, Alex yang melihat kedatangan Riri seketika mendekat ke arah Riri.
"Hay sayang, aku kira kamu tidak datang." ucap Alex.
"Maunya sih tidak datang, tapi papamu memaksaku."
"Karena papa ingin melihat mantu cantiknya ini." Alex yang sedikit. mencolek dagu Riri, hingga Riri pun mengulum senyum.
"Ya udah yuk kita temui papa dan mama." Alex yang sudah menggenggam tangan Riri.
"Bentar Lex, aku takut kalau mamamu marah dengan kedatanganku." Riri yang memasang muka memelas.
"Tidak sayang, mama tidak akan marah." ucap Alex yang mencoba menenangkan Riri agar tidak gugup.
__ADS_1
Alex dan Riri pun kembali berjalan mendekat ke arah tuan Argantara dan nyonya Jini.
"Pa, Ma, Riri sudah datang." ucap Alex.
Tuan Argantara yang melihat ke hadiran Riri sontak begitu bahagia. "Hey nona Riri selamat datang kembali, wah nona benar-benar sangat cantik." puji tuan Argantara.
"Terimakasih tuan atas pujiannya." Riri yang tersenyum.
Lain halnya dengan tuan Argantara, nyonya Jini malah begitu terkejut dengan kehadiran Riri di acaranya.
"Selamat ulang tahun tante.." Riri yang mencoba memberi selamat kepada mama Alex sambil memberikan bungkusan kecil namun nilai nya begitu sangat tinggi., terdapat brand mahal dari luar negri.
"Siapa yang mengundang mu datang ke sini?." tanya nyonya Jini.
"Maaf tante.." sebelum Riri melanjutkan ucapannya, tuan Argantara lebih dulu menyahut nya.
"Papa yang mengundang Riri datang ke acara mama, apa tidak boleh, lagi pula sebentar lagi Riri juga akan menjadi menantu kita." ucap Tuan Argantara.
"Kenapa, Alex itu mencintai Riri ma, sebagai orang tua kita harus merestui mereka berdua, Riri adalah pilihan anak kita, biarkan mereka berdua hidup bahagia."
tuan Argantara yang memberi pengertian kepada sang istri.
"Tapi pa, lihat lah, Riri sedang hamil, dia baru bercerai beberapa bulan yang lalu, apa papa tidak salah?."
"Apanya yang salah, tidak ada yang salah, justru papa bangga dengan keputusan Alex yang berani menjadikan Riri istrinya walaupun Riri sedang hamil bukan anak Alex, Riri begini bukan ke inginkan Riri ma, tapi Tuhan sudah mengatur semuanya, biarlah yang lalu berlalu, jadikan kesalahan itu sebagai pelajaran, papa yakin Alex tidak salah memilih pasangan, kita sebagai orang tua hanya mempunyai tugas merestui dan mendoakan, selebihnya mereka yang menjalani." ucap tuan Argantara lagi.
Alex dan Riri hanya diam, kala mendengar tuan Argantara terus memberi pemahaman kepada nyonya Jini, agar nyonya Jini merestui hubungan mereka.
"Ahh.. papa ini bagaimana sih, bukanya membuat istrinya bahagia di hari ulang tahunnya, malah di ceramahi soal Riri, mama muak, jadi gak mood." Nyonya Jini yang berjalan pergi meninggalkan mereka ber tiga begitu saja.
"Aduh om, sepertinya dengan kedatangan saya ke sini salah, seharusnya saya tidak datang om, karena ini adalah hari bahagia tante Jini, saya jadi tidak enak." Riri yang merasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nona Riri, mamanya Alex memang seperti itu suka ngambek, nanti kalau udah ngambeknya ya kembali lagi seperti biasa, kamu jangan di masukan ke hati ya kata-kata istriku, sebenarnya dia mama yang baik kok." jelas tuan Argantara.
Riri yang mendengar ucapan tuan Argantara sedikit tenang, walaupun mama Alex tidak merestui mereka, namun Riri masih ada harapan dengan restu tuan Argantara yang selalu mensuport hubungan mereka.
"Malam ini, papa akan mengumumkan ke semua orang yang ada di sini, bahwa anak papa akan menikah, dan Riri adalah calonnya." ucap tuan Argantara.
Alex dan Riri yang mendengar ucapan tuan Argantara pun seketika terkejut. "Hah.. papa akan mengumumkan pernikahanku?." tanya Alex.
"Iya.. apa ada yang salah?."
"Tapi bukankah itu terlalu cepat om." tanya Riri juga.
"Kalau bisa cepat kenapa harus di perlambat, aku ingin semua orang tau, bahwa menantu ku adalah putri dari Hadiwinata Grub." jawab tuan Argantara sambil tersenyum.
Alex dan Riri pun seketika langsung saling bertatapan, wajah Riri begitu sangat tegang, sedangkan wajah Alex sebaliknya dia begitu sangat bahagia.
.
.
.
.
Hallo. kakak-kakak Author mau sedikit promosi ni.
Author mau kasih tau, karya Author yang baru yang berjudul, "Pahitnya Cincin Di Jari Manis." Cerita ini berkisah tentang wanita yang bernama Maura yang di lamar oleh kekasihnya bernama Panji, namun seketika hati Maura hancur saat mengetahui tunangannya itu mempunyai wanita lain, padahal jelas-jelas Panji berani melamar Muara di depan keluarga dan banyak orang.
Yuk mampir yuk.. jangan lupa kasih cinta kalian sebanyak-banyaknya di novel ini.
Terimakasih❤
__ADS_1