
Dua hari pun berlalu, malam ini keluarga Alex akan datang ke kediaman keluarga Riri yaitu di tempat tuan Hadiwinata, untuk bermaksud meminang Riri, Riri yang masih di dalam kamar begitu terlihat cantik mengenakan kebaya berwarna merah maroon di padukan rok bermotif batik. Di depan meja Rias terlihat raut wajah Riri tampak begitu bahagia, setelah perceraian nya beberapa bulan yang lalu dengan Samuel, akhirnya ia kembali menemukan laki-laki yang begitu sangat menyayanginya.
"Apa kamu sudah siap sayang?." tanya nyonya Tata kepada putrinya.
"Sudah ma." jawab Riri.
"Ya sudah ayo keluar, sebentar lagi keluarga tuan Alex akan datang."
Riri pun berjalan dengan pelan menuju ke tempat acara, acara tampak begitu sederhana hanya di hadiri, kerabat dan keluarga saja, pasalnya Riri adalah janda, ia tidak mau acara terlalu mewah dan ramai, takut banyak orang yang akan mencibir nya.
Tidak lama keluarga Alex pun sudah datang dengan rombongannya, Alex terlihat begitu tampan mengenakan baju panjang bermotif batik yang sama dengan yang di kenakan Riri. Dua keluarga pun saling bersalaman untuk menyambut satu sama lain. Tidak ber lama-lama acara lamaran pun akhirnya di mulai.
Alex terlihat tampak gugup walaupun dia sudah tahu lamarannya akan di terima namun tetap saja, ini baru pertama kalinya Alex meminta kepada orang tua Riri untuk menjadikan Riri sebagai istrinya. Dua cincin berwarna emas pun sudah melingkar di jemari Alex dan Riri, di situ Alex terlihat begitu sangat lega dan bahagia, kini Riri Resmi menjadi calon istrinya.
__ADS_1
Pernikahan Alex dan Riri akan di laksanakan setelah janin yang di kandung Riri lahir di dunia, yaitu sekitar 3-4 bukan lagi. Alex masih tidak menyangka wanita yang selama ini ia cintai bertahun-tahun akan menjadi miliknya seutuhnya. Alex mengulum senyum ke arah Riri yang sedang duduk di sampingnya, begitu pun Riri matanya pun berkaca-kaca kala merasakan kebahagiaan.
"Terimakasih sayang, sudah menerima lamaran ku." Alex yang sudah mencium punggung tangan mulus Riri yang terdapat cincin di jari manisnya.
"Iya sayang, terimakasih juga atas cinta dan sayang mu untuk ku." ucap Riri.
Tidak hanya Alex dan Riri yang bahagia, bahkan kedua belah keluarga pun juga ikut bahagia dengan pertunangan mereka, terutama nyonya Tata, nyonya Tata seketika menitihkan air mata kala ada yang menerima putrinya dengan apa adanya, tanpa melihat masa lalunya.
Setelah acara tukar cincin selesai, kini ganti sesi pemotretan, Alex dan Riri sudah berdiri di depan inisial huruf mereka yaitu R & A. Mereka berdua begitu mesra berpose saling bertatap-tatapan sambil menunjukan cincin mereka berdua. Foto Graver handal terus saja mengarahkan Alex dan Riri agar terlihat mesra di foto.
Mereka berdua terus tertawa bersama kala melihat hasil-hasil fotonya, Alex begitu senang saat melihat Riri tertawa lepas, baru kali ini Alex melihat Riri tertawa begitu bahagia, tanpa ada rasa beban di pundaknya. Alex seketika juga tersenyum melihat wanita di sampingnya bahagia.
"Tetaplah tersenyum seperti ini Ri.. jangan pernah menangis lagi dan terluka, aku mencintaimu." ucap Alex di dalam hati terus memandangi wajah cantik Riri.
__ADS_1
Hari semakin malam, setelah acara tukar cincin, foto, dan makan-makan selesai, keluarga Alex pun sudah berpamitan untuk pulang. Malam ini Riri tidur di kamarnya dulu waktu masih kuliah. Di dalam kamar Riri bisa melihat tidak ada foto-foto nya lagi saat menikah dengan Samuel dulu, mungkin nyonya Tata sudah membuangnya, karena Riri sudah begitu lama tidak masuk ke dalam kamarnya tersebut, hanya tinggal foto-foto saat dia masih kuliah, foto saat dia menjadi sarjana, dan foto dia bersama keluarga.
Saat Riri bersiap untuk membersihkan wajah dari make up, tiba-tiba ponsel di atas meja rias bergetar, Riri pun langsung meraih ponsel tersebut, Riri bisa melihat pesan dari nomor yang tidak ada namanya, namun Riri tahu bahwa itu adalah nomor Samuel yang ia hapus dari ponselnya.
"Selamat atas pertunangan kalian, semoga lancar sampai hari H, aku ikut bahagia dengan kebahagian kalian, sekali lagi selama Riri." Riri yang sudah membaca pesan dari Samuel.
Riri kembali meletakan ponsel di atas meja, ia tidak mau membalas pesan dari Samuel, karena dia sekarang sudah bisa lupa dengan kenangan-kenangan dulu bersamanya, Riri sudah tidak merasa benci dengan mantan suaminya tersebut, bahkan tidak ada dendam, dia hanya ingin lupa dengan semuanya yang dulu menimpa dirinya, dia ingin hidup di lembaran baru, tanpa ada sedikit pun percak noda masa lalu di lembaran putih sekarang.
.
.
.
__ADS_1
.
Mohon dukungan kalian semua ya.. dengan like, comment, dan Vote nya, terimakasih orang-orang baik❤