Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Bertemu Alex


__ADS_3

Pagi hari Alex baru terbangun dari tidurnya, ia merasa badannya seperti mau copot dari bawah kaki hingga atas kepala, karena kemarin Tiger menghajar dirinya habis-habisan, bahkan di bagian tubuhnya terdapat beberapa luka pecutan. Alex yang dari kemarin di atas ranjang tempat tidur pun merasa bosan, ia memutuskan untuk keluar dari kamar, dan meninggalkan David yang masih tidur di sebelahnya. Dengan kaki yang tertatih-tatih karena luka di bagian bola mata Alex menuju ke halaman rumah, Alex melihat halaman rumah begitu sangat ramai di penuhi dengan orang-orang yang memakai baju serba hitam, sedang olahraga raga bersama.


"Kamu sudah bangun?." tanya dokter Lilis yang tiba-tiba sudah ada di belakang Alex.


Alex yang melihat kehadiran dokter Lilis pun menjadi terkejut. "Iya dok."


"Lebih baik kamu di kamar dulu, karena luka mu belum sembuh total, kamu harus banyak istirahat." ucap dokter Lilis.


"Iya dok, tapi saya bosan di kamar terus, saya ingin pulang."


"Apakah kamu sudah merindukan Riri dan bayinya?." tanya dokter Lilis sedikit tersenyum.


Alex seketika berjalan untuk duduk di sebuah kursi di sampingnya, dengan di bantu oleh dokter Lilis.


"Padahal pernikahan kalian hanya tinggal 4 hari lagi, semoga cepat sembuh ya, agar kamu bisa berdiri di pelaminan." ucap dokter Lilis lagi.


"Bagaimana dokter tahu kalau saya dan Riri sebentar lagi menikah?." Alex yang menatap ke. arah dokter Lilis yang sedang duduk di sampingnya.


"Tahu lah.. Riri itu sudah seperti keponakan saya sendiri, bahkan dulu saat Riri sakit, ia tidak pernah periksa ke rumah sakit, papanya selalu membawa dia kesini, dan saat pulang ke rumah sudah sembuh."


"Berarti dulu dokter juga tahu kalau Riri bercerai dengan suaminya?." tanya Alex.


"Tahu, saat pernikahan mereka dulu saya juga datang, namun sayang pernikahan mereka tidak lama, jika nanti kamu menjadi suami Riri, bersikap baiklah kepadanya, jangan pernah menyakitinya, karena dia wanita yang baik dan tulus, dia selalu baik dengan semua orang, dan jika suatu saat kamu sudah tidak mencintainya, dan bosan dengannya, jangan pukul dia, jangan menduakan dia, tapi kembalikan lah kepada kedua orang tuanya dengan baik-baik, karena masih banyak yang mencintainya, dan mau menerimanya." dokter Lilis yang berpesan kepada Alex agar Alex tidak seperti Samuel mantan suami Riri.


"Saya akan tetap mencintai Riri sampai kapan pun dok, perasaan saya tidak akan pernah berubah, dan akan tetap sama." sahut Alex.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, ya sudah saya ke dalam dulu untuk memeriksa Bimo." dokter Lilis yang menepuk pundak Alex.


"Baik dok."


Seketika Alex pun teringat dengan Riri dan baby Exzi, ia benar-benar sangat merindukan mereka berdua. Ingin rasanya Alex segera pulang dan bertemu mereka. "Ya Tuhan untung saja aku masih hidup, aku pikir aku akan mati dan sudah tidak bisa bertemu dengan Riri dan baby Exzi, kenapa aku sangat lemah sekali menjadi laki-laki, bagaimana aku akan menjaga Riri dan Exzi, jika aku saja tidak bisa menjaga tubuhku sendiri." Alex yang mengingat bahwa dia tidak bisa melawan Tiger saat Tiger menyandra nya.


"Sepertinya aku harus belajar silat, memanah, dan menembak dari papah Hadiwinata, sangat memalukan sekali laki-laki tidak bisa perang." ucap Alex lagi yang menertawakan dirinya sendiri.


Alex baru teringat dari kemarin ia belum sama sekali melihat ponselnya, namun saat ia meraba sakunya ponselnya sudah mati karena batre nya habis. Alex yang seketika ingin memberi kabar Riri menjadi tidak jadi.


"Tuan tidak perlu khawatir tuan.. sebentar lagi bos besar Hadiwinata dan nona Riri akan ke sini?." ucap Kenzo yang sudah duduk di samping Alex.


"Apakah mereka akan ke sini hari ini?." Alex yang seketika merasa bahagia karena dia bisa bertemu dengan Riri.


...****************...


Di kediaman Riri, Riri begitu sangat ber antusias untuk bertemu dengan Alex dan kakaknya. Exzi yang masih berada di gendongannya pun seketika ia berikan kepada nyonya Tata Anastasya. "Riri titip baby Exzi dulu ya ma..." ucap Riri sambil mengecup pipi anaknya.


"Iya sayang.. kamu hati-hati ya." ucap nyonya Tata.


Riri yang mendengar ucapan mamanya hanya mengangguk pelan. "Mommy pergi dulu ya sayang untuk menemui daddy Alex dan paman Bimo, Exzi jangan nakal sama nenek, mommy akan segera kembali." Riri yang berbicara kepada baby nya.


"Apakah kamu sudah siap Ri?."tanya tuan Hadiwinata yang sudah berada di dalam mobil.


" ya pa." jawab Riri lalu berjalan untuk masuk ke dalam mobil sambil melambaikan tangan ke arah nyonya Tata.

__ADS_1


Mobil hitam pun sudah melaju meninggalkan kediaman Riri untuk menuju ke tempat dokter Lilis, di perjalanan Riri benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan Alex, di sepanjang jalan Riri terus menatap ke arah luar untuk menikmati pemandangan kota di pagi hari. Setelah perjalanan hampir 30 menit, mobil pun sudah mulai melewati rawa-rawa dan hutan. Riri yang ada di dalam mobil seketika terkejut saat melihat mobil mereka mulai masuk ke dalam hutan. Seketika Riri pun menoleh ke arah sang ayah yang duduk di sampingnya.


"Apakah ini memang jalannya pa?." tanya Riri.


"Iya.." jawab tuan Hadiwinata sambil menatap ipad di tangannya.


"Memang kita mau ke mana pa, kenapa harus lewat hutan seperti ini, apakah kita tidak salah jalan?."


"Kita akan pergi ke tempat dokter Lilis." jawab tuan Hadiwinata sambil menoleh ke arah putrinya.


"Jadi Alex dan kak Bimo ada di tempat dokter Lilis?."


"Iya.. mereka semua ada di sana, karena di rawat di sana." jawab tuan Hadiwinata lagi.


Riri yang mendengar bahwa dirinya akan ke rumah dokter Lilis pun menjadi sedikit tenang. Ia tetap menikmati pemandangan hutan yang begitu sangat lebat, Riri merasa tidak heran jika ayahnya membawa Alex dan kakaknya ke rumah dokter Lilis, secara dokter Lilis adalah dokter Mafia kepercayaan papanya, apa lagi dokter Lilis dan ayahnya adalah sahabat hingga sekarang.


Tidak lama mobil hitam pun sudah keluar dari hutan dan melewati pantai yang kecil, sudah begitu lama Riri tidak datang ke tempat dokter Lilis, mungkin sudah hampir 5 tahunan. Pemandangan pulau begitu sangat cantik di pagi hari, namun pulau itu bukanlah sembarang pulau, pulau terpencil yang masih di penuhi dengan hewan-hewan mengerikan, tampak indah namun di balik keindahannya pulau tersebut sangat mematikan, maka dari itu tidak ada manusia yang berani datang ke pulau tersebut.


Dari kejauhan rumah dokter Lilis pun sudah terlihat, yaitu rumah yang tidak cukup besar namun sangat nyaman, tempat para Mafia untuk berkumpul. Mobil yang di tumpangi oleh Riri pun seketika sudah berhenti di halaman rumah, dari dalam mobil Riri melihat Alex sedang duduk di depan rumah dengan wajah yang banyak perban. Black sudah membukakan pintu mobil, dan Riri pun langsung berlari untuk mendekat ke arah Alex. Semua Mafia yang ada di sana memberi hormat kepada tuan Hadiwinata, selaku mantan Mafia.


"Bagaimana dengan Bimo? apakah dia sudah siuman?." tanya tuan Hadiwinata kepada Kenzo.


"Sudah bos, dari semalam tuan Bimo sudah siuman, dan kondisinya sekarang semakin baik." jawab Kenzo.


"Baguslah." Tuan Hadiwinata yang kembali berjalan untuk menemui Alex dan Bimo.

__ADS_1


__ADS_2