Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Batalkan Atau Kita Selesai


__ADS_3

Hari sudah sore, setelah seharian Alex menemani Riri berada di rumah orang tuanya, kini saatnya Alex mengantarkan Riri dan baby Exzi untuk pulang ke rumah nya, di dalam mobil Riri sudah melambaikan tangan kepada sang mama yaitu nyonya Tata dan juga tuan Hadiwinata untuk pamit pulang. Mobil pun sudah melaju meninggalkan halaman rumah, di dalam mobil tidak ada percakapan sama sekali, Riri sibuk dengan baby nya sedangkan Alex sibuk mengemudikan mobilnya.


Riri yang sedang duduk di samping Alex seketika menatap ke arah Alex, tumben sekali hari ini Alex tidak banyak bicara. "Bagaimana dengan bisnismu tadi sayang, apa kamu akan melanjutkan? apa kamu akan tetap terima tawaran dari Tiger grup?." tanya Riri yang memulai obrolan.


"Entah sayang.. aku juga bingung, jika aku batalkan aku sudah tanda tangan untuk menyetujui bisnis itu, apa lagi bisnis ini akan menghasilkan uang yang banyak, karena aku akan membuka beberapa cabang di kota X di dekat pantai, pasti akan untung banyak di sana, secara banyak wisatawan yang datang ke sana dari berbagai manca negara." jelas Alex sesekali menoleh ke arah Riri sambil mengemudikan mobilnya.


"Oh.. jadi kamu lebih mementingkan uang dari pada hubungan kita?." tanya Riri.


"Kok kamu bilang begitu sayang, ya tidak lah.. aku lebih memilih hubungan kita."


"Buktinya kamu berat untuk menolak tawaran itu, berarti kan kamu memang lebih memilih uang di banding aku dan baby Exzi." Riri yang menatap malas ke arah Alex.


"Bukan begitu Riri, karena aku sudah menandatangi surat setuju itu, jika aku membatalkan kontrak itu, perusahaan ku akan mendapat denda, dendanya tidak sedikit, ratusan juta." jelas Alex.


"Lalu kamu lebih takut dengan denda itu di bandingkan dengan hancurnya hubungan kita, iya?." tanya Riri lagi yang moodnya semakin tidak kondusif.


"Kenapa kamu jadi bahas hubungan kita sih, ini soal bisnis, tidak ada sangkut paut nya dengan hubungan kita, kita akan tetap menikah, kamu tidak perlu khawatir sayang."


"Tidak Khawatir bagaimana, kamu tidak lihat pemilik perusahaan Tiger grup itu adalah ayah dari Anya, bagaimana aku bisa percaya hubungan kita akan baik-baik saja, secara kamu tahu sendiri, wanita itu seperti apa kepadamu, dia selalu mendekatimu, dan jika kamu menerima tawaran itu, wanita itu akan lebih mudah untuk masuk ke dalam hidupmu dan hubungan kita." ucap Riri.


"Terus aku harus bagaimana?." tanya Alex.

__ADS_1


"Kamu tidak bodoh Alex, tinggal batalkan saja tawaran itu, jika kamu mendapat denda, biar perusahaan ku yang membayarnya, lagi pula perusahan kamu berhak untuk menolak perusahaan lain, tapi jika kamu tidak mau membatalkannya, berarti kamu mengizinkan untuk wanita itu masuk ke dalam hubungan kita."


"Itu tidak akan terjadi sayang, hubungan kita akan baik-baik saja, aku jamin itu." Alex yang terus meyakinkan Riri.


"Baiklah.. jika kamu tidak mau membatalkan tawaran bisnis itu, lebih baik kita sudahi saja hubungan kita, kita batalkan saja pernikahan kita, aku sudah malas berurusan dengan orang ke tiga." ucap Riri. "Lebih baik aku hidup sendiri dengan baby Exzi, dari pada aku harus terluka dan makan hati setiap hari." lanjut Riri tanpa menatap wajah Alex.


"Sayang.. kamu kok bilang begitu sih, tidak baik bicara seperti itu." Alex yang mencoba untuk meraih tangan Riri, namun Riri menolaknya. "Aku hanya ingin bisnis ini lancar dan restoran ku semakin berkembang dengan pesat, aku tidak ada pemikiran apapun, atau berfikiran akan selingkuh dengan Anya."


"Kita tidak tahu kedepannya seperti apa Alex, hari ini kamu bisa bilang seperti ini, tapi tidak untuk besok, hati orang itu bisa berubah-ubah, dulu Samuel juga bilang seperti itu kepadaku, dia berjanji, bersumpah, tapi kenyataanya apa sama saja, semua janji nya bohong, dia juga kepincut sama Adel temanku, apa lagi kamu yang harus bertemu dengan anak perusahaan itu, coba saja bukan Tiger grup yang menawarkan kerja sama dengan mu, aku tidak akan mempermasalahkan itu, aku tidak akan takut, kita sebentar lagi menikah Alex, aku tidak mau pernikahanku gagal lagi hanya karena orang ke tiga, aku capek!."


Tidak terasa mobil pun sudah memasuki halaman rumah Riri, Riri yang sudah kecewa dengan Alex pun langsung turun begitu saja dari mobil, ia benar-benar merasa kesal dengan sifat Alex yang hanya mementingkan egonya sendiri.


"Sayang kamu jangan marah dong." Alex yang berlari mengejar Riri.


"Aku tidak mau Ri, kita harus tetap menikah, aku mencintaimu." Alex yang menarik tangan Riri.


"Lepaskan aku, aku sudah malas berdebat, cuman gara-gara bisnis kamu itu, kamu tinggal pilih sekarang, batalkan atau kita selesai!." ucap Riri dengan sangat tegas


Alex yang mendapat ancaman dari Riri seketika takut, ia benar-benar takut kehilangan Riri, apa lagi sebentar lagi mereka akan menikah hanya tinggal menghitung hari saja, Alex ingat betul perjuangannya mendapatkan Riri itu tidak mudah, tidak mungkin harus hancur begitu saja hanya karena sebuah bisnis.


"Baiklah.. aku akan membatalkan tawaran bisnis itu, aku tidak akan bekerja sama dengan Tiger Grup." ucap Alex.

__ADS_1


Riri yang mendengar ucapan Alex pun menatap ke arah Alex. "Beneran kamu akan membatalkan bisnis itu?." tanya Riri yang memastikan bahwa Alex tidak berbohong.


"Iya sayang, aku akan membatalkannya."


"Jika kamu berbohong, hubungan kita akan benar-benar selesai, dan kamu jangan menemui aku lagi apa lagi baby Exzi."


"Iya sayang, aku janji tidak akan berbohong, biar sekretarisku yang menemui mereka untuk membatalkan bisnis itu." Alex yang sudah memeluk tubuh Riri lalu. mengecup kening baby Exzi. "Bilangin mommy sayang jangan marah-marah terus sama daddy." ucap Alex kepada baby Exzi.


"Biarin.. daddy kamu nakal." sahut Riri.


"Iya-iya sayang, maaf." Alex yang mengecup kening calon istrinya.


Alex dan Riri pun kembali baikan, bahkan Riri sudah tidak marah lagi dengan Alex, karena Alex akhirnya menurut dengan perkataan Riri agar membatalkan kerja samanya dengan perusahaan Tiger Grup. Riri takut jika Anya akan merusak rumah tangganya seperti Adel yang dulu merusak rumah tangganya bersama Samuel, Riri benar-benar merasa trauma dengan orang ke tiga, dia begitu takut kehilangan laki-laki yang dia sayang untuk yang kedua kalinya.


.


.


.


Yok yang belum like bisa di like dulu ya kakak-kakak..

__ADS_1


Masa jahat sih sama Author.. biar author lebih semangat lagi untuk Up nya.


Terima Kasih yang selalu mampir di karya aku.. sarang heo 🥰


__ADS_2