
Dua bulan pun berlalu, wanita cantik tampak sedang menikmati sarapan paginya, dengan di temani oleh laki-laki yang begitu tampan menggunakan kaos putih di padukan dengan celana pendek. Hari ini Riri dan Alex sedang mencari beberapa perlengkapan baby, mengingat kandungan Riri sudah memasuki usia 8 bulan, mereka berdua memutuskan untuk membeli beberapa pakaian baby dan perlengkapan yang lainnya.
Setelah selesai menyantap sarapan di sebuah mall elit di kota tersebut, Riri dan Alex kembali menyusuri mall, untuk mencari ke butuhkan baby yang lain, seperti almari, tempat tidur baby dan lain-lain. Mereka berdua tampak tidak sabar menunggu kelahiran anak pertama mereka, yah walaupun Alex tahu bahwa itu bukan anak kandungnya, namun Alex tak sabar menunggu baby launching ke dunia.
Setelah membeli kebutuhan baby, Riri dan Alex memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan, karena hari ini adalah jadwal Riri untuk melakukan USG di usia kandungan yang sangat tua. Mobil. lamborghini berwarna hitam sudah melaju meninggalkan mall menuju ke rumah sakit tempat di mana Riri terus memeriksakan kandungannya. Walaupun Alex belum sah menjadi suami Riri, tapi ia tetap dengan sigap mendampingi Riri kemanapun Riri pergi.
Sudah hampir menunggu 30 menit, akhirnya giliran mereka masuk ke dalam ruangan, dokter kandungan dengan ramah menyambut kedatangan Riri dan juga Alex. "Selamat datang mom, and dad." ucap Dokter Wisma yang selama ini memeriksa kehamilan Riri.
"Hallo dok." Sapa Alex balik.
Riri pun sudah di persilahkan berbaring di ranjang pasien, untuk menjalani pemeriksaan, selama Riri melakukan USG, ia tidak mau mengetahui apa jenis kelamin anaknya, Riri memang sengaja tidak ingin tahu, agar besuk saat melahirkan menjadi kejutan untuknya. Namun hari ini Alex begitu sangat ngotot ingin mengetahui jenis kelamin sang jabang bayi, awalnya Riri menolak, ia tidak ingin mengetahui sekarang, namun Alex memaksa karena harus menyiapkan nama untuk anak pertamanya.
"Jadi jenis kelamin baby nya apa dok?." tanya Alex kepada dokter Wisma.
"InsyaAllah baby nya cowok tuan." jawab dokter Wisma sambil tersenyum.
__ADS_1
Alex dan Riri yang mendengar ucapan dokter Wisma pun seketika bahagia, sebentar lagi mereka berdua akan mempunyai anak laki-laki. Alex benar-benar tidak sabar melihat baby boy lahir ke dunia. Pemeriksaan pun berjalan dengan lancar, semua sehat, dan tidak ada masalah, di perkirakan Riri bisa melahirkan secara normal, karena baby sudah ada di bawah, di posisi yang tepat.
Alex dan Riri pun sudah berpamitan kepada dokter Wisma, mereka berdua segera keluar dari rung dokter kandungan. Namun saat baru saja melangkah beberapa langkah, Riri dan Alex tidak sengaja bertemu dengan Samuel dan nyonya Amalia, Riri pun sangat terkejut, setelah hampir 6 bulan mereka tidak bertemu, kini tiba-tiba bertemu.
Tidak hanya Riri, Alex, Samuel dan nyonya Amalia pun terkejut saat mereka ber empat saling bertemu.
"Riri.." ucap Samuel lirih.
Riri yang mendapat panggilan dari Samuel hanya mengulum senyum, ia tidak berbicara sedikit pun, Riri sudah berjalan begitu saja meninggalkan Samuel dan nyonya Amalia, mantan mertuanya.
"Permisi tuan dan tante." Alex yang juga hanya tersenyum lalu kembali berjalan mengikuti Riri yang sudah lebih dulu.
"Seharusnya itu cucu mama Sam." ucap nyonya Amalia yang sedang duduk di kursi Roda. "Cucu mama terlihat sehat di perut mantan istrimu, pasti Riri menjaganya dengan baik." lanjut nyonya Amalia.
"Mah..." Samuel yang tidak ingin mamanya bersedih karena melihat kehamilan Riri.
__ADS_1
"Seandainya kamu tidak bercerai dengan Riri, dan memilih wanita ular itu, pasti sebentar lagi mama akan menimang cucu, pasti keluarga Wijaya akan segera mempunyai penerus." nyonya Amalia yang seketika menitihkan air matanya.
Tidak hanya nyonya Amalia, Samuel pun terlihat sedih, penyesalan memang selalu di akhir, Samuel saja bisa melihat bahwa Riri sudah tidak mau bertemu lagi dengannya, apa lagi berbicara lagi dengannya, Samuel bisa melihat masih ada kebencian di raut wajah Riri.
Riri terus berjalan dengan pelan, karena perutnya sudah semakin berat, dengan di ikuti Alex di belakangnya.
"Apa kamu masih membencinya sayang?." tanya Alex saat mereka tadi bertemu dengan Samuel dan mamanya, Riri terlihat cuek dan acuh.
"Tidak." jawab Riri singkat.
"Tidak apa-apa jika kamu masih membencinya, aku memaklumi itu." Alex yang menggenggam tangan Riri.
"Aku sudah tidak membencinya, aku hanya tidak akan lupa dengan kejadian dulu." ucap Riri tanpa menatap wajah Alex.
Alex yang mendengar ucapan Riri seketika mengecup tangan Riri, Alex tahu betul seperti apa Riri dulu, Riri begitu terluka sampai ingin mengakhiri bayi di dalam kandungannya, karena tidak ingin mengandung anak dari Samuel. Sepanjang malam Riri menangis karena orang yang sangat ia cintai mempunyai hubungan dengan wanita lain.
__ADS_1
"Aku sudah bisa melupakan wajahnya dari hidupku, tapi aku tidak bisa melupakan bagaimana dia menyakitiku." lanjut Riri.
Alex pun langsung melingkarkan tangannya di pinggang Riri. "Aku tahu.. ya sudah jangan di bahas lagi ya, anggap saja pertemuan tadi tidak akan terulang lagi." Alex yang mencoba menenangkan Riri.