Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Restu dari Nyonya Jini


__ADS_3

Tuan Argantara yang melihat istrinya pergi begitu saja hanya diam, ia sudah tidak mengindahkannya lagi. Alex yang melihat sang ayah sudah turun dari panggung pun mencoba mendekat. Alex berjalan sambil menggenggam tangan Riri.


"" Terimakasih ya pa, sudah mengumumkan pernikahan Alex dan Riri." Alex yang begitu terlihat bahagia.


"Iya Al, itu sudah tugas papa untuk membahagiakan kamu." tuan Argantara yang menepuk pundak anaknya.


Raut wajah Alex begitu sangat bahagia, beda halnya dengan Riri, sebenarnya Riri juga senang bila tuan Argantara mengumumkan pernikahan mereka berdua, namun yang membuat Riri sedih adalah tidak mendapat restu dari nyonya Jini, ia merasa hatinya begitu sakit, mungkin itu dulu yang di rasakan oleh Samuel saat ia tidak mendapat restu dari ayah Riri yaitu tuan Hadiwinata untuk menikahi putrinya. Selain itu Riri juga takut kalau rumah tangganya kembali hancur karena tidak mendapat restu dari orang tua, dan sekarang giliran dirinya yang tidak mendapat restu dari orang tua Alex.


"Dua hari lagi, kita semua akan datang ke rumah mu nona Riri, Alex akan datang untuk melamar mu, persiapkan semuanya ya." ucap tuan Argantara kepada Riri.


Riri yang dari tadi melamun seketika tersadar karena mendapat sentuhan dari Alex. Loh secepat itu om?." tanya Riri menatap laki-laki paruh baya namun masih terlihat begitu tampan dan berwibawa.


"Iya.. memang kenapa? apa kamu belum siap, kalau belum siap juga tidak apa-apa, nanti kalau kamu sudah siap baru bilang kepada Alex, lalu kita akan datang ke sana."


"Bukan tidak siap om, secara kan saya baru saja bercerai, takutnya papa dan mama masih belum merestui untuk saya menikah lagi, nanti saya bilang dulu dengan orang tua saya." jelas Riri.


Tuan Argantara pun paham dengan ucapan Riri, tuan Argantara hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.


***


Waktu sudah menunjukan pukul 21:00 WIB. Acara ulang tahun Nyonya Jini pun berjalan dengan lancar tanpa kendala. Setelah acara selesai semua para tamu undangan pun satu per satu pulang, tidak terkecuali Riri, Riri juga memutuskan untuk pulang lebih awal, karena ia sedikit merasa tidak enak badan.


Nyonya Jini yang masih belum Terima dengan keputusan sang suami seketika mendekat ke arah tuan Argantara yang baru saja selesai menelfon rekan bisnisnya memberi tahu agar menghandle perusahaan di Australia.

__ADS_1


"Papa.. mama mau bicara dengan papa!." teriak nyonya Jini, hingga Alex yang baru saja keluar dari kamar bisa mendengarnya.


Tuan Argantara yang mendapat panggilan dari sang istri seketika menoleh, tuan Argantara sudah tahu istrinya akan marah karena masalah tadi. "Papa lagi malas berdebat ma, papa capek." tuan Argantara yang mencoba menghindari sang istri.


"Mama tidak Terima papa mengumumkan pernikahan Alex dengan Riri di hari ulang tahun mama, bagaimana bisa papa berbuat seperti itu?." perotes nyonya Jini.


"Kalau tidak seperti itu mama tidak akan merestui pernikahan mereka." jawab tuan Argantara yang sedang berdiri di depan istrinya.


"Lalu kalau papa memberi tahu jika Alex akan menikah ke semua orang, mama akan langsung merestui mereka, ya jelas tidak lah!."


"Ma.. mama ini kenapa sih benci dengan Riri, wanita seperti apa yang akan mama cari untuk menjadi menantu kita?."


"Ya setidaknya, ia mempunyai nama yang baik, dan nama keluarga yang baik belum tercemar, tidak seperti sekarang, mama bisa malu pa kalau Riri menjadi menantu kita karena ke adaan dia sedang hamil."


"Tapi Riri itu sedang hamil pa, itu bukan anak Alex, bukan cucu kita." nyonya Jini yang terus menolak hubungan Alex dan Riri.


"Lalu kenapa kalau Riri hamil, papa akan sama seperti Alex, akan menganggap janin itu seperti cucu papa sendiri." ucap tuan Argantara dengan jelas.


Alex yang mendengar kedua orang tuanya selalu berantem karena masalah Riri seketika menjadi bosan dan capek, setiap hari mereka berantem hanya membahas Riri yang tidak ada habisnya.


"Sampai kapan sih, papa dan mama akan berantem terus seperti ini?." tanya Alex. "Alex bosan ma.. pa.. selalu denger kalian berantem terus." lanjut Alex yang berjalan ke arah mereka berdua.


Tuan Argantara dan nyonya Jini pun menatap bersamaan ke arah Alex.

__ADS_1


"Itu juga karena kamu Al, sebelumnya papa dan mama tidak pernah berantem dan berdebat, namun dengan kamu membawa Riri ke rumah ini, semuanya menjadi berubah, mama dan papa sudah tidak sepemikiran lagi." ucap nyonya Jini.


"Apa yang salah dengan pilihan Alex ma.. kenapa dari dulu mama hanya mementingkan ego mama, Alex juga berhak bahagia, Alex berhak mencintai pilihan Alex sendiri, mau sampai kapan Alex akan menuruti kata mama dan papa.. Alex sudah besar bukan anak kecil lagi!." Alex yang seketika juga ikut marah.


"Ucapan mama yang mana yang Alex tidak kabulkan, perintah mama yang mana yang Alex tidak laksanakan, dari dulu Alex selalu menurut kata mama, tanpa mengeluh dan membantah, karena apa mama adalah surga Alex yang harus Alex utamakan, namun bukan berarti Alex harus tunduk terus kepada mama.." Alex yang seketika menitihkan air matanya.


Tuan Argantara dan Nyonya Jini pun seketika terkejut kala melihat anaknya menangis, ini baru pertama kalinya mereka berdua melihat Alex menitihkan air mata setelah dewasa, karena yang mereka tahu Alex adalah anak yang kuat dan tidak mudah rapuh.


"Alex ingin melihat mama selalu bahagia maka dari itu Alex tidak pernah menentang semua perintah dan keinginan mama, tapi Alex juga yakin mama pasti ingin melihat Alex bahagia, apakah sulit untuk mama menerima keinginan Alex tanpa Alex memaksa tanpa Alex marah, ma... Riri adalah pilihan Alex yang ingin Alex nikahi, dan Alex ingin mama mewujudkan itu tanpa Alex harus bersimpu di kaki mama." ucap Alex dengan air mata yang terus menetes. "Alex tidak pernah meminta apa-apa dari mama, Alex hanya minta wujudkan keinginan Alex yaitu merestui hubungan kita dan Terima Riri di keluarga ini." lanjut Alex.


Nyonya Jini yang melihat anaknya berkata begitu tulus dari hati seketika terharu, nyonya Jini tidak menyangka bahwa Alex begitu sangat mencintai Riri, hati yang tadinya keras seperti batu, keputusan yang tadinya begitu kuat seperti bangunan belanda kini tiba-tiba rapuh dan hancur.


"Maafkan mama Alex.." nyonya Jini yang langsung memeluk anak semata wayangnya sambil menangis.


Nyonya Jini memang selalu menuntut Alex menjadi seperti ya ia inginkan dari dulu, tidak pernah memberi kesempatan untuk Alex memilih, meminta, dan mencoba. Nyonya Jini merasa terlalu egois selama ini tanpa memikirkan hati anaknya. Alex yang mendapat pelukan dari sang mama hanya diam, ia tak sanggup lagi berkata-kata.


"Maafkan mama yang selalu mementingkan ego mama, tanpa memikirkan mu." ucap nyonya Jini lagi.


"Menikahlah nak, kalau memang Riri adalah pilihan mu, mama akan merestui nya, dan menerima Riri dengan baik di keluarga kita." ucap nyonya Jini sambil menatap wajah anaknya.


Tuan Argantara yang mendengar ucapan istrinya masih tidak percaya, begitu pun dengan Alex, Alex pun juga tidak menyangka mamanya akan berbicara seperti itu.


"Mama tidak bercanda kan, mama beneran merestui hubunganku dan Riri?. " tanya Alex lagi.

__ADS_1


"Iya.. mama ingin kalian menikah." ucap nyonya Jini sambil tersenyum kecil.


__ADS_2