Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Happy Ending (Tamat)


__ADS_3

Empat bulan pun berlalu, hari ini tepat baby Exzi berumur 5 bulan, sesuai janji Alex mereka akan berlibur di luar negri yaitu di Korea. Di dalam kamar Alex dan Riri sudah rapi dan segera turun ke lantai bawah. Setibanya di lantai bawah semua keluarga Hadiwinata dan keluarga Argantara sudah berkumpul menjadi satu di ruang tengah untuk bersiaplah berangkat ke air port.


Semua koper sudah di masukan ke dalam bagasi mobil, dan mobil pertama sudah melaju dan di dalamnya terdapat tuan Hadiwinata, nyonya Tata Anastasya, dan Bimo, serta supir pribadi mereka yang akan mengantarkan mereka sampai bandara. Sedangkan di mobil nomor dua, terdapat Mita sekretaris Riri duduk di samping pak sopir, sedangkan di belakang terdapat Alex dan juga Riri serta baby Exzi yang tertidur pulas di pangkuan sang mommy.


Mobil nomor 3 terdapat tuan Argantara, nyonya Jini dan supir pribadi mereka. Semua tampak bahagia di dalam mobil masing-masing. Akhirnya mereka semua bisa berlibur bersama ke luar negri. Apa lagi Riri dan Alex mereka tampak tidak sabar untuk tiba di Korea, ini menjadi pengalaman mereka berdua berlibur bersama setelah menikah, apa lagi membawa seorang baby. Agak rempong dan sedikit ribet namun Riri sangat menyukai momen itu. Kapan lagi dia harus mengurus anaknya sendiri tanpa bantuan baby sister, karena setelah baby Exzi berumur 2 tahun, Riri akan kembali terjun ke dunia perkantoran, dan akan kembali menjadi seorang CEO di perusahaannya. Maka dari itu Riri ingin melihat perkembangan anaknya dari lahir hingga umur dua tahun nanti tanpa di titipkan oleh siapa pun.


Perjalanan cukup jauh, sekitar 1 jam lebih dari kediaman Riri hingga Air Port. Di perjalanan baby Exzi tampak tenang tidur pulas, seakan tahu bahwa dia akan di bawa liburan jauh. Jalan tampak ramai di pagi hari, karena banyak orang menjalankan aktivitasnya. Berangkat bekerja, berangkat sekolah, dan lain-lain. Setelah hampir 2 jam akhirnya mereka semua pun tiba di air port, setibanya di bandara mereka segera masuk karena pesawat akan take off pada pukul 10 pagi.


"Apa kamu capek sayang bawa baby Exzi? sini giliran aku, pasti pundak kamu sakit karena baby Exzi semakin gemuk." ucap Alex yang berjalan di samping Riri sambil menarik satu koper dan tas kecil yang berisikan keperluan baby Exzi dari popok baby, susu, tisu kering, tisu basah, bedak, dan minyak.


"Tidak sayang, baru jalan berapa meter sih, tadi kan di mobil dia cuman tidur." Riri yang mencoba menolak tawaran suaminya, karena memang dia belum lelah.


"Tidak apa-apa.. biar giliran daddy nya yang menggendong putra tampannya ini." Alex yang sudah meraih baby Exzi yang masih tidur di gendongan sang mommy.


Alex yang memaksa untuk menggendong baby Exzi pun akhirnya Riri memberikannya kepada Alex. "Bisa ngga?." tanya Riri yang melihat Alex sedikit kesusahan untuk membawa baby Exzi.


"Bisa sayang.. kamu tenang saja." Alex yang masih sibuk menata posisi baby Exzi agar nyaman di gendongannya.


"Kenapa nggak di taro di kreta bayi saja." sambung Mita yang berjalan di belakang mereka.


"Tidak.. nanti saja kalau dia sudah bangun, karena Exzi tipikal susah untuk di taro di kreta bayi saat tidur." balas Riri yang menoleh ke arah Mita.

__ADS_1


"Sini aku bantuin bawa kopernya, kamu bawa yang ringan-ringan saja." Mita yang sudah meriah koper yang tadi di bawa oleh Alex.


"Tidak Mit, biar aku saja yang bawa.. aku ajak kamu liburan bukan untuk membantuku membawa bawaanku dan Alex."


"Tidak apa-apa.. aku ini sekretaris serta asisten mu, sudah kewajibanku melakukan ini." ucap Mita lagi.


Riri yang mendapat tawaran dari Mita seketika memberikan koper tersebut, sedangkan dirinya membawa tas kecil yang berisikan perlengkapan baby. Riri sengaja memisahkan perlengkapan baby Exzi agar tidak susah untuk mencarinya saat baby Exzi sedang rewel. Mereka kembali berjalan mengikuti tuan Hadiwinata, taun Argantara, nyonya Jini, dan nyonya Tata yang sudah berjalan lebih dulu masuk ke dalam bandara.


Waktu sudah menunjukan pukul 9 lebih 45 menit, sebentar lagi pesawat Akan Take off meninggalkan kota tersebut untuk menuju ke Korea. Di dalam pesawat, tempat duduk antara Alex dan Riri tidak jauh, mereka hanya bersebelahan, dan di depan Alex terdapat Bimo dan juga Mita yang sedang pede Kate, bahkan Riri dan Alex sering menjodoh-jodohkan mereka berdua agar menjadi sepasang kekasih lalu menikah, apa lagi tuan Hadiwinata dan nyonya Tata sangat mendukung agar mereka, segera mempunyai hubungan.


Sedangkan di sebelah kursi Alex dan Riri terdapat Tuan Hadiwinata dan juga Nyonya Anastasya. Sedangkan di belakang Alex dan Riri terdapat tuan Argantara dan nyonya Jini. Selama di dalam pesawat baby Exzi masih tenang, bahkan dia sedang bermain dengan Mita dan juga Bimo.


"Udah cocok kali Mit jadi ibu, emang ngga pingin, lucu loh?." ucap Riri saat berdiri di belakang kursi Mita dan melihat putranya terus tertawa di pangkuan Mita dan Bimo.


"Lha itu di sebelah kamu masih nganggur, udah deh kalian cepat nikah aja." Alex yang ikut-ikutan berdiri melihat putranya yang begitu sangat happy bersama Mita.


"Gimana Kak? mau ngga sama Mita? Mita cantik loh?." tanya Riri kepada kakaknya.


"Ya kakak sih mau-mau aja, tapi permasalahannya Mita nya mau ngga sama kakak." sahut Bimo.


Semua yang mendengar ucapan Bimo seketika tertawa. "Gimana Mit, mau ngga sama kakak gue?." tanya, Riri lagi, dan Mita hanya tersenyum karena malu.

__ADS_1


"Udah cepetan nikah kalian, biar mama dan papa cucunya nambah lagi." sahut nyonya Tata, saat mendengar mereka saling bercanda.


"Tuh.. mama udah ngasih lampu hijau buat kalian, jangan di sia-siakan, nanti keburu mama berubah pikiran." sahut Riri.


"Kalau cucunya dulu gimana ma? nikahnya nyusul, bisa ngga? ." ucap Bimo secara tiba-tiba.


"Loh.. Loh..." nyonya Tata yang menatap tajam ke arah putra sulungnya.


"Bisa.. bisa gila mama dan papamu ini." sahut tuan Hadiwinata saat mendengar ucapan senonoh dari Bimo.


Semua yang mendengar ucapan tuan Hadiwinata semakin tertawa, begitu pun tuan Argantara dan nyonya Jini. Dua keluarga yang begitu harmonis, tanpa adanya masalah yang di tutup-tutupi, bahkan mereka tidak merasa sungkan untuk saling mengobrol, dan meledek.


Apalagi Mita, Mita begitu bahagia, bisa bersama kedua keluarga kaya raya, konglomerat, namun baik dan selalu rendah hati, tanpa membeda-bedakan yang lainnya. Mita juga di perlakukan oleh mereka sangat baik, apa lagi Bimo selalu sigap dan perhatian kepadanya.


Waktu sudah menunjukan pukul 10 kurang 3 menit dan pesawat sudah siap untuk Take off. Saat salah satu pramugari memberi aba-aba kepada penumpang, untuk duduk di tempat duduk masing-masing serta memakai sabuk pengaman. Riri segera meraih baby Exzi untuk kembali di pangkuannya. Dan tidak lama pesawat pun sudah meluncur ke udara menuju ke tempat tujuan.


...****************...


Yeyyy.. finally kakak-kakak semua..


Saya Author memutuskan untuk menyudahi cerita Alex dan Riri, sampai di sini saja, takutnya ceritanya nanti malah kesana kesini ngga jelas, dan bikin bosan, jadi saya memutuskan untuk menyudahi saja. Apa lagi mereka kan juga sudah bahagia.

__ADS_1


Saya ingin mengucapkan terimakasih buat kalian semua, sudah mampir ke karya saya, dan menikmati karya saya yang masih amburadul ini, karena tanpa kalian saya bukan apa-apa. Sekali lagi terimakasih untuk orang-orang baik, saya doakan semoga selalu sehat dan panjang umur. Amin.


Tunggu karya saya selanjutnya, saya akan menulis cerita yang tentunya masih berkaitan dengan cerita ini, di tunggu saja pengumumannya ya.. dan tulis di kolom komentar siapa di tokoh cerita ini yang ceritanya ingin saja jadikan cerita di novel selanjutnya. Makasih ❤


__ADS_2