Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Uang 25 Juta


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu Adel sudah memberikan uang yang di minta oleh Romi, itu pun Adel hasil minjam-minjam temannya, karena ia bingung harus meminta uang kepada siapa lagi, namun hari ini Adel kembali di buat bingung dan gelisah, pasalnya Romi masih saja menggangu hidupnya dan meminta uang yang nominalnya lebih banyak dari kemarin yaitu 25 juta.


"Kenapa kamu terus mendatangiku, dan mengganggu hidupku, kamu bilang setelah aku memberikan uang 10 juta kemarin kamu akan pergi." ucap Adel di depan rumah Samuel.


Pagi-pagi sekali Romi sudah datang menemui Adel di kediamannya, bahkan Romi tidak ada rasa takut sama sekali datang ke rumah Samuel.


"Kamu kira aku ini ATM berjalan, se enak jidat mu meminta uang ke padaku." Adel yang semakin marah di depan Romi mantan kekasihnya.


"Bukannya suami mu kaya raya, lihatlah rumahnya bak istana Sultan, tinggal minta ke suamimu kaya itu lah, uang 25 juta bukan hal sulit untuknya." Romi yang terus memaksa meminta uang kepada Adel.


"Tidak.. kamu kira mudah meminta uang kepada suamiku, uang kemarin saja aku minjam temanku, sudah lah Rom, jangan datang lagi ke rumah ini, aku tidak mau Samuel dan mertuaku tahu keberadaan mu."


"Makanya berikan aku uang 25 juta agar aku tidak datang ke rumah ini."


"Halah.. kamu itu hanya memeras ku, baru beberapa hari aku memberikan uang 10 juta dan kamu meminta lagi 25 juta, aku akan melaporkan mu ke posisi atas tindakan pemerasan." ancam Adel.


"Oh.. kamu mengancam ku, baiklah, lebih baik Samuel tahu kalau janin yang kamu kandung bukan anaknya." Romi yang bersiap untuk masuk ke dalam rumah namun di halangi oleh Adel.


"Romi.. jangan.. jangan gila kamu." Adel yang terus mencegah Romi agar tidak masuk ke dalam rumah.


"Makanya berikan aku sekarang uang 25 juta."


"Aku tidak bisa kalau sekarang bodoh!." Adel yang frustasi.


Namun saat Adel dan Romi masih berdebat tiba-tiba Samuel keluar dari dalam rumah, Samuel yang melihat Adel tak kunjung kembali pun sedikit curiga. "Kamu ngapain di situ, cepat kembali, buatkan aku sarapan." teriak Samuel seketika membuat Adel terkejut.

__ADS_1


"Cepat pergi dari sini, aku akan memberikan uang 25 juta itu, tapi tidak sekarang." ucap Adel lirih.


"Adel.." teriak Samuel lagi, karena tidak ada jawaban dari Adel.


"Iya mas.. sebentar." teriak Adel dari luar gerbang.


"Cepat Rom, pergilah, sebelum Samuel melihatmu."


"Kamu tidak bohong kan akan memberikan uang 25 juta itu, awas saja kamu bohong kepadaku."


Namun sebelum Romi pergi, Samuel pun lebih dulu tiba di gerbang rumah nya, ia pun langsung menarik gerbang yang hanya terbuka sedikit.


"Grekkk" gerbang yang sudah terbuka seketika membuat Adel begitu terkejut, karena tiba-tiba Samuel sudah ada di belakangnya.


"Kamu ini sedang apa sih di luar?." tanya Samuel yang belum sadar dengan ke hadiran Romi di rumahnya.


"Loh bukannya kamu Romi, cowok yang kemarin bertemu di supermarket?." tanya Samuel.


"Iya.. saya kira anda lupa degan nama saya tuan." Romi yang sedikit menunduk untuk menyapa Samuel.


"Ada apa kamu datang ke rumah saya dan menemui Adel, kok kamu bisa tahu rumah saya dan Adel di sini?." tanya Samuel lagi.


"Duh.. mati aku.." batin Adel di dalam hati.


"Aaa.. saya hanya tidak sengaja lewat saja, dan kebetulan melihat Adel di luar rumah, makanya saya berhenti untuk menyapanya, karena dia kan dulu teman saya kuliah."

__ADS_1


"Mana kendaraanmu, apa kamu jalan kaki?." Samuel yang semakin bertanya-tanya, karena ucapan Romi tidak masuk akal menurutnya.


"Itu mas, dia kan juga tinggal di daerah sini, katanya rumahnya sebelah sana, dan dia sedang jalan-jalan pagi, makanya tidak bawa kendaraan, dan kita tidak sengaja bertemu iya kan Rom?." ucap Adel yang beralasan.


"Iya benar.. rumah saya ada di sebelah sana." Romi yang menunjuk ke arah jalan lurus.


Samuel yang mendengar ucapan Adel dan Romi hanya diam, ia tidak lagi meresponnya. "Sudah selesaikan kalian ngobrolnya, atau mau di lanjut di dalam rumah bisa?." ucap Samuel.


"Ah.. tidak mas, kita sudah selesai kok ngobrolnya, ayo kita masuk, aku akan membuatkan kamu sarapan, masuk dulu ya Rom, sampai jumpa." Adel yang sudah menarik tangan Samuel untuk masuk ke dalam rumah.


"Pergilah cepat." ucap Adel tanpa suara menatap Romi.


Samuel dan Adel pun kembali masuk, dengan sigap Adel kembali menutup gerbang rumah tersebut. Samuel yang sudah jalan lebih dulu sedikit curiga, kenapa Adel akhir-akhir ini terlihat aneh dan sepertinya berbohong.


Setelah beberapa menit Adel pun sudah selesai menyiapkan sarapan untuk Samuel, mereka berdua pun sedang menikmati sarapan bersama di meja makan.


"Bukankah aku sudah bilang kepadamu, jangan bertemu dengan laki-laki itu lagi." ucap Samuel sambil menikmati nasi goreng di depannya.


Adel yang mendengar ucapan suaminya kembali terkejut, ternyata masih saja Samuel membahas tentang Romi. "Iya mas.. karena tadi kita juga tidak sengaja bertemu."


"Aku tidak yakin kalau di temanmu saja, apa kamu ada hubungan dengan dia sebelumnya, apa dia mantan pacarmu dulu, kenapa tampaknya kalian terlihat akrab?."


"Tidak mas.. kita hanya teman biasa, aku baik kepadanya ya karena kita sudah lama tidak bertemu saja, lain kali kalau aku tidak sengaja bertemu dengannya, aku tidak akan menegurnya."


"Awas saja jika kamu membohongiku, aku tidak segan-segan melempar mu dari rumah ini!." ancam Samuel.

__ADS_1


"Iya mas, aku tidak akan membohongimu, mas tenang saja." Adel yang seketika semakin takut dengan ancaman Samuel.


__ADS_2