Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Go To America


__ADS_3

Pagi ini Samuel sudah begitu sangat rapi, ia baru saja keluar dari kamarnya, karena hari ini adalah hari di mana Samuel akan pindah dan menetap di Amerika, Samuel memutuskan untuk pindah ke Amerika untuk melupakan Riri dan menjauh dari Adel yang terus saja mengusik hidupnya. Samuel hanya ingin memulai kehidupan yang baru di negri orang, ia ingin melupakan apa yang telah terjadi di hidupnya.


"Kamu sudah siap sayang?." tanya nyonya Amalia kepada anak semata wayangnya.


"Sudah ma." jawab Samuel tanpa ragu dia akan meninggalkan tanah air.


"Apa kamu yakin akan pergi ke bandara tanpa papa dan mama Sam?." tanya tuan Wijaya juga.


"Iya pa.. papa dan mama tidak perlu mengantar Samuel, Samuel tidak apa-apa, doakan saja Samuel di sana sehat dan bisnis Samuel berjalan dengan lancar." jawab Samuel untuk meyakinkan kedua orang tuanya.


"Iya nak.. mama akan selalu mendoakan mu, dan tunggu mama dan mama, kami akan segera menyusul mu ke sana, setelah bisnis papa di sini selesai."


"Iya ma.. Samuel akan menunggu mama dan papa datang ke Amerika untuk menemui Samuel."


"Ingat pesan papa Sam.. jadikan masalah kemarin sebagai pelajaran, buka lah lembaran baru, dan jangan mudah menyakiti hati seseorang, karena karma itu pasti, jaga dirimu baik-baik, jangan pernah mengecewakan papa dan mama lagi, tunjukan bahwa kamu berharga." tutur tuan Wijaya.


Samuel yang mendengar ucapan ayahnya pun seketika langsung memeluk tubuh sang ayah. "Samuel akan mengingat semua ucapan papa, Samuel tidak akan mengecewakan papa dan mama lagi, Samuel janji akan menjadi orang yang lebih baik lagi."

__ADS_1


Setelah memeluk sang ayah, Samuel pun langsung memeluk sang mama."Jaga diri mama baik-baik ya ma.. mama harus sehat terus, karena Samuel menyayangi mama."


"Iya nak.. mama juga menyayangimu, kamu juga sehat-sehat ya di sana."


"Iya ma.. pasti." jawab Samuel lalu melepaskan pelukannya.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Samuel pun segera masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh sopir pribadi Samuel. Semua barang dan koper pun sudah masuk ke dalam bagasi mobil. Samuel pun langsung melambaikan tangan ke arah orang tuanya, lalu masuk ke dalam mobil, mobil berwarna hitam pun sudah melaju meninggalkan halaman rumah untuk menuju ke bandara.


Namun saat mobil baru saja keluar dari gerbang, Tiba-tiba datanglah Taksi yang berhenti tepat di gerbang rumah Samuel, Adel baru saja turun dari taksi kala melihat Samuel masuk ke dalam mobil.


"Mas Sam.." teriak Samuel, namun mobil yang di kendarai Samuel sudah begitu cepat melaju.


"Mas Sam.. kenapa kamu tega meninggalkanku!." teriak Adel lagi.


Tuan Wijaya dan nyonya Amalia yang melihat ke hadiran Adel di rumahnya kembali merasa terganggu. Tuan Wijaya pun mencoba mendekat ke arah Adel yang berdiri tidak jauh dari gerbang.


"Samuel sudah pergi, dan saya harap kamu jangan datang ke sini lagi, jalani kehidupan mu sendiri, begitu pun Samuel, dan sebentar lagi kalian juga akan bercerai, jadi jangan semakin memperpanjang masalah."

__ADS_1


"Kenapa pa.. kenapa papa mengizinkan mas Sam pergi keluar negri, kenapa kalian sangat tega kepadaku, aku sedang hamil anak Samuel, tapi kalian malah lari dari tanggung jawab." Adel yang terus marah-marah.


Nyonya Amalia yang melihat perilaku Adel hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menarik nafasnya. "Malang benar nasipmu, tapi jika anakku bersamamu, anakku akan semakin tersiksa dan tidak bahagia." ucap nyonya Amalia secara pelan.


"Pergilah dari rumah ini, dan jangan pernah kembali ke rumah ini, sudah tidak ada yang kamu harapkan di rumah ini, semua sudah berakhir Adelia." ucap tuan Wijaya lagi.


"Tapi bagaimana dengan bayiku, bayi ku butuh ayah.." Adel yang seketika menangis kala melihat kepergian Samuel meninggalkan tanah air.


"Semoga kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari anak saya, dan bisa menerima masa lalu mu dan keadaan mu sekarang, saya yakin kamu bisa berubah menjadi yang lebih baik Adel, dan jadilah ibu yang baik untuk anak mu nanti." ucap tuan Wijaya lalu berjalan masuk ke dalam rumah begitu saja bersama nyonya Amalia.


"Mas Sam.. Mas Sam.. aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku dan anak kita, hik.. hik..." Adel yang seketika duduk di tanah sambil menangis.


Dua security yang bekerja di rumah tuan Wijaya pun langsung sigap mengusir Adel agar pergi dari rumah majikannya, karena emosi Adel sudah tidak terkontrol lagi, ia semakin berteriak-teriak dan mengamuk. Dua security dengan secara paksa membawa Adel pergi dari rumah tuan Wijaya.


"Lepasin.. aku bisa. jalan sendiri." teriak Adel lalu menarik tangannya yang dipegang oleh dua security.


"Jangan sentuh aku, nanti aku aduin kamu ke mas Sam.. hik hik.. mas Sam.. aku mencintaimu." Adel yang sudah berjalan pergi meninggalkan kediaman Wijaya.

__ADS_1


Dua security yang melihat perilaku Adel seketika merasa jijik. "Amit-amit ya.. kok dia jadi seperti itu, apa dia sudah mulai gila." ucap Iwan.


"Sutss.. gak boleh bicara begitu, kasihan dia sedang hamil tua." sahut pak Rudi selaku security senior di rumah tersebut yang sebenarnya juga merasa jijik dengan tingkah Adel.


__ADS_2