
"Adel.. apa benar yang di katakan Samuel, bahwa itu bukan anak Samuel." tanya tuan Wijaya yang wajahnya sudah terlihat berubah.
"Tidak pa.. ini anak mas Sam, dan ini cucu papa."
"Bohong! dia masih berkomunikasi dengan Romi mantan ke kasihnya, dan Romi mengancam dia supaya memberikan uang 10 juta dan 25 juta agar Romi tidak bilang ke padaku, bahwa anak itu adalah anaknya." ucap Samuel.
Nyonya Amalia yang mendengar ucapan Samuel seketika mendekat. "Berarti kemarin Adel meminta uang 10 juta kepada mama untuk membayar mulut mantan kekasihnya?."
"Iya ma.. Samuel sudah membaca chat dia bersama laki-laki itu." sahut Samuel lagi.
"Itu tidak benar.." Adel yang terus mencoba menyakinkan mereka.
"Saya kecewa dengan kamu Adel, bagaimana kamu bisa membohongi saya, anak saya dan juga istri saya, keluarga saya menerima kamu dengan baik di rumah ini, tapi kamu malah memanfaatkan kondisi itu, anak saya rela bercerai dengan Riri demi menerima kamu dan bertanggung jawab atas anak itu, tapi ternyata anak itu bukan anak Samuel!." ujar tuan Wijaya yang begitu marah menatap ke arah Adel.
"Pah.. bukan begitu, Adel bisa menjelaskan.." Adel yang mencoba meriah tangan ayah mertuanya, namun tuan Wijaya langsung menolak.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan, saya pikir kamu sudah berubah, kamu tahu, kamu menyakiti dua keluarga sekaligus, menyakiti keluarga Riri, dan menyakiti keluargaku!." lanjut tuan Wijaya.
__ADS_1
"Dasar wanita murahan.. tidak tahu diri, setidaknya kalau kamu tidak cantik dan tidak berpendidikan tinggi, minimal punya sopan santun dan harga diri, sudah merusak rumah tangga orang, malah sekarang ngaku-ngaku hamil anak saya, dari awal saya sudah curiga sama kamu, kalau kamu itu bukan wanita yang baik, orang ibu mu saja yang di pikir hanya uang dan uang, emak sama anak kok sama saja." ujar nyonya Amalia yang semakin tidak suka dengan Adel.
"Mas.. pesan itu salah, Romi hanya mengancam ku saja."ucap Adel yang mendekat ke arah Samuel, namun Samuel langsung menjauh.
"Tunggu apa lagi Sam, seret dia keluar dari rumah ini, apa kamu akan menghidupi wanita berbisa seperti itu?." nyonya Amalia yang menunjuk ke arah Adel.
"Aku talak tiga kamu, dan sekarang aku tidak mau mempunyai hubungan lagi dengan mu!." ucap Samuel di depan Adel.
Adel yang mendengar ucapan Samuel seketika terkejut. Jika Adel diusir dari rumah itu, dia akan tinggal di mana, ia bahkan tidak bekerja, hidup dengan mamanya, mamanya saja hanya tinggal di sebuah kontrakan yang kumuh, dan sempit.
"Minggir! aku tidak perduli!." Samuel yang mendorong Adel agar menjauh dari tubuhnya. "Aku sudah hancur kehilangan Riri, namun aku mencoba untuk menerima mu, dan memulai hidup baru dengan mu, tapi ternyata aku salah, kamu berbisa, kamu semakin melukai ku, hingga aku rasanya ingin mati karena mu, pergi kamu dari rumah ini!." Samuel yang mengusir Adel.
"Tidak mas.. tolong jangan usir aku.. aku mohon.." Adel yang terus memohon.
"Bangun kamu, berdirilah, dan kemasi semua barang-barang mu, aku akan segera mengurus perceraian kita!." Samuel yang membantu Adel untuk berdiri namun Adel kesusahan, karena perutnya yang sudah membesar.
"Aku tidak mau pergi dari rumah ini mas." Adel yang menolak di seret oleh Samuel, namun Samuel terus memaksa agar Adel keluar dari rumah orang tuanya.
__ADS_1
Tuan Wijaya dan nyonya Amalia yang menyaksikan Samuel mengusir Adel hanya Diam, mereka berdua sudah tidak bisa berkata apa-apa karena sangat kecewa, nyonya Amalia begitu terlihat bahagia, akhirnya wanita yang ia benci keluar dari rumahnya.
"Sudah numpang, tapi tidak tau diri!." ucap nyonya Amalia, yang lebih dulu keluar dari kamar Samuel.
Barang-barang Adel sudah selesai di kemasi oleh ART keluarga Samuel. Barang-barang langsung di lembar begitu saja ke luar rumah. "Pergi kamu, kamu buka istriku lagi!." bentak Samuel sambil mengusir Adel agar pergi dari rumahnya.
"Mas ini sudah malam, aku akan tidur di mana, apa kamu tega dengan ku dan anak kita."
"Aku tidak perduli kamu mau tidur di jalan kek, kolong jembatan kek, atau di hutan kek, itu bukan urusanku, dan berhenti berbicara janin itu anakku, aku tidak sudi!." ucap Samuel. "Dan satu lagi, jangan pernah balik ke rumah ini lagi, atau kamu akan ku musnahkan, aku sangat jijik melihat wajahmu."lanjut Samuel.
" Mas.. aku minta maaf, tolong maafkan aku, aku mohon mas.." Adel yang terus bersimpu di kaki Samuel, namun Samuel langsung menendangnya.
"Pergi kamu, hidupku hancur karena berhubungan dengan mu!." Samuel yang seketika masuk ke dalam rumah begitu saja, lalu mengunci pintu.
"Bruakkk.. Bruakkk" Adel yang terus menggedor-gedor pintu dengan kencang, sambil merintih meminta pengampunan dari Samuel agar tidak mengusir dan menceraikannya. "Mas buka mas.. aku mohon.. aku tidak mau pergi dari rumah ini, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi." teriak Adel dari luar rumah namun Samuel tidak mengindahkan nya.
Samuel yang masih di sebalik pintu, kini hanya diam sambil menitihkan air mata, ia menyesali kehidupan yang ia pilih sekarang, andai saja dia tidak pernah bertemu dengan Adel, pasti dia akan hidup bahagia dengan Riri yang jelas-jelas mengandung anaknya, tidak seperti Adel yang selalu membohonginya dan memanfaatkan keluarganya.
__ADS_1