Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Papa Adalah Panutan Alex


__ADS_3

Alex baru saja pulang ke rumah setelah mengantarkan Riri pulang, hari ini Alex memutuskan untuk tidur di kediaman orang tuanya, karena hampir satu tahun mereka tidak saling bertemu, saat Alex baru saja masuk ke dalam rumah, Tiba-tiba nyonya Jini mendekat ke arahnya.


"Alex" panggil nyonya Jini, yang sedang berjalan mendekat ke arah anaknya.


Alex yang mendapat panggilan dari sang mama seketika menoleh. "Iya ma."


"Mama tidak suka bila kamu menjalin hubungan dengan wanita itu." ucap nyonya Jini.


"Maksut mama Riri?." tanya Alex.


"Iya... kayak gak ada wanita lain saja di dunia ini." nyonya Jini yang sudah berdiri di depan Alex.


"Memang kenapa dengan Riri ma, dia wanita yang baik, bahkan wanita yang mapan, berpendidikan tinggi, keluarganya juga bukan orang sembarangan."


"Mama tau itu, tapi lihatlah dia sedang hamil Al, apa kamu tidak salah menjalin hubungan dengan wanita hamil, banyak di luar sana wanita yang lebih dari Riri."


"Jadi mama tidak suka dengan Riri karena Riri sedang hamil, ma, Alex tidak mempersalahkan itu, justru Alex ingin menikahi dan menganggap janin itu adalah anak Alex."


"Apa. kamu gila, itu bukan anakmu, dia hamil bukan karena mu, dia hamil karena mantan suaminya, untuk apa kamu bertanggung jawab, apa kamu tidak malu mempunyai istri yang sudah hamil, apa kata dunia Al."

__ADS_1


"Ma.. Riri seperti itu juga bukan ke inginkan Riri, Riri juga ingin hidup selayaknya wanita lain, dengan keluarga yang baik, suami yang baik, tidak seperti sekarang."


"Pokoknya mama tidak mau tau, putuskan hubungan kalian, mama tidak merestui nya." nyonya Jini yang berjalan meninggalkan Alex begitu saja.


"Maa.. mama.. Alex tidak bisa ma, karena Alex mencintai Riri..." teriak Alex namun tidak di indahkan oleh nyonya Jini.


Saat Alex berteriak-teriak tiba-tiba tuan Argantara datang dari arah ruang kerja. "Kenapa kamu boy teriak-teriak sama mamamu?."


Alex pun seketika menghela nafasnya. "Mama menginginkan aku dan Riri memutuskan hubungan pa." jawab Alex dengan berat.


"Soal itu, iya mamamu memang tidak menyukai putri Hadiwinata."


"Papa tahu, sebenarnya papa juga tidak keberatan jika kamu bersama Riri, tapi mamamu yang bersikeras agar kamu mencari wanita lain, yang masih bersih namanya dan nama keluarganya."


"Riri menjadi seperti ini juga bukan kemauan Riri pa, dia adalah korban dari selingkuhan suaminya, dan Riri tidak menyangka kalau di hamil, dia juga ingin keadaan hamil. mempunyai suami, papa kira semua itu di sengaja."


"Iya papa tau." tuan Argantara yang menepuk pundak anak semata wayangnya. "Apa kamu benar-benar mencintai Riri?." tanya tuan Argantara.


"Iya pa, Alex sangat mencintai Riri, dari dulu Alex mencintai Riri sebelum Riri menikah hingga menjadi sekarang."

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kamu lakukan kedepannya dengan Riri?." tanya tuan Argantara lagi.


"Alex akan menikahi Riri, dan akan menganggap anak itu seperti anak Alex sendiri, Alex tidak perduli dengan masa lalu Riri, karena Alex faham betul Riri wanita yang baik."


"Baiklah, jika kamu benar-benar mencintai Riri, papa akan membantumu untuk mendapatkannya."


"Tapi bagaimana dengan mama pa? mama tidak merestui kita berdua."


"Mama biar menjadi tanggung jawab papa, biar papa yang urus, papa akan membuat mamamu agar merestui kalian berdua, ya.. walaupun papa tahu pasti itu tidak akan mudah, tau sendiri kan, mama mu itu kalau sudah kuat dengan pilihannya, pasti sulit untuk di goyahkan."


"Benar papa akan membantu Alex, apa papa tidak akan malu jika mempunyai menantu yang sudah hamil, mama seperti ini karena Alex tau mama itu malu pa."


"Papa percaya dengan anak papa, pasti anak papa tidak akan memilih wanita sembarangan untuk menjadi pendamping hidupnya, apa lagi papa juga melihat kalau Riri itu wanita yang baik, bahkan sopan terhadap orang tua, biasanya putri dari konglomerat itu terkadang adab nya kurang, tapi sepertinya orang tua Riri berhasil mendidik putrinya.


Alex yang mendengar ucapan sang ayah seketika langsung memeluknya.


"Terimakasih pa, terimakasih.. selalu mendukung pilihan Alex, Alex janji tidak akan mengecewakan papa."


Tuan Argantara seketika juga memeluk tubuh Alex."Jika anak papa bahagia, papa juga akan bahagia, tapi ingat pesan papa, tetap hati-hati dalam menentukan hal apapun, jangan tergesa-gesa, dan jangan pernah melukai hati wanita, itu tidak baik." Jelas tuan Argantara.

__ADS_1


"Iya pa, Alex akan terus mengingat ucapan-ucapan papa, bimbing Alex terus ya pa, agar lebih baik kedepannya., karena papa adalah panutan Alex."


__ADS_2