
Lima hari setelah kelahiran baby Exzi Riri memutuskan untuk fokus kepada anaknya, karena Riri tidak ingin anaknya di asuh oleh baby suster atau orang tuanya, dia ingin anaknya tumbuh dewasa dengan tangan nya sendiri. Pagi ini Riri baru saja selesai memandikan baby Exzi, setelah baby boy selesai mandi, Riri pun meletakkan putranya di sebuah kreta bayi.
"Duh.. anak mommy ganteng banget sih, pipinya juga semakin gemoy." ucap Riri sambil mencubit pipi Exzi secara pelan.
Riri pun seketika mendorong kereta bayi tersebut untuk menuju ke belakang rumah, yaitu tempat di mana matahari pagi terlihat bersinar begitu sempurna. "Ayok sayang kita berjemur dulu biar sehat."
Namun saat Riri baru saja berjalan beberapa langkah, Tiba-tiba bel pintu depan rumah berbunyi, seketika Riri pun memberhentikan langkahnya. "Itu sepertinya Daddy Alex sayang, kita sambut dulu yukk." ucap Riri yang begitu bahagia.
"Biar saya saja nyonya yang membukakan pintu." ucap bik Lili yang baru saja datang dari arah dapur.
"Ah.. iya bik.. nanti langsung suruh masuk saja ya dia." perintah Riri.
"Baik nyonya." bik Lili yang sudah berjalan untuk membukakan pintu.
Riri masih terdiam di tempat sambil meraih sang putra untuk di gendong di tangannya, Riri benar-benar begitu bahagia dengan kehadiran Exzi di hidupnya, ia merasa Exzi adalah kekuatan untuk dirinya melanjutkan hidup, di tambah adanya Alex yang selalu mensuport dirinya, dan menganggap Exzi seperti anaknya sendiri, tanpa melihat masa lalu Riri. Riri benar-benar bersyukur mendapat cinta dari banyak orang, mendapat anak yang tampan dari tuhan, calon suami yang baik dan pengertian, mendapat mertua yang benar-benar baik, dan mempunyai kedua orang tua yang selalu menjadi pendukung terdepan untuknya.
Bel rumah terus berbunyi berkali-kali, se akan-akan orang tersebut tidak sabar untuk masuk ke dalam rumah. "Iya sebentar." teriak bik Lili yang berjalan begitu cepat.
Namun saat pintu sudah terbuka, bik Lili begitu terkejut dengan kedatangan laki-laki tinggi, tampan yang tidak asing baginya, yaitu mantan majikannya dulu, yaitu Samuel.
"Pak Samuel." ucap bik Lili di depan Samuel.
"Eh bik Lili, apa kabar bik." Samuel yang berbasa-basi.
"Baik Pak, ada perlu apa ya bapak datang ke sini?." tanya bik Lili, karena sudah lama sekali Samuel tidak datang ke rumah Riri.
"Apakah Riri di rumah bik, saya hanya ingin bertemu sebentar."
__ADS_1
Bik Riri yang mendengar ucapan Samuel seketika terdiam, ia bingung harus menjawab apa, karena selama ini Riri selalu tidak mau bertemu dengan Samuel, dan Riri juga selalu melarang pegawainya untuk menerima Samuel di rumahnya, dan tidak mengizinkan Samuel untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Duh.. di suruh masuk ndak ya.. selama ini kan nyonya gak mau ketemu sama pak Sam, tapi tadi barusan nyonya juga bilang langsung di suruh masuk saja dia, jadi bingung aku, di suruh masuk apa tidak." ucap bik Lili di dalam hati.
"Bik.. bagaimana, Riri di dalam rumah kan?." tanya Samuel lagi yang melihat bik Lili malah melamun.
"Ah.. iya Pak.. nyonya Riri di rumah." jawab bik Lili tersadar dari lamunannya.
"Jadi bagaimana, apa saya bisa masuk?." tanya Samuel lagi.
"Iya Pak, bisa, nyonya juga sedang berada di ruang tamu." bik Lili yang sudah membukakan pintu, dan Samuel pun masuk ke dalam rumah begitu saja.
Saat Samuel masuk ke dalam rumah, dan berjalan beberapa langkah, dari jarak beberapa meter ia melihat mantan istrinya yang tak pernah berubah tetap cantik sedang menimang sebuah malaikat kecil di tangannya, Samuel bisa melihat Riri begitu bahagia tersenyum sambil mengecup anaknya berkali-kali. Samuel melihat Riri begitu menyayangi anak yang ada di gendongannya.
"Siapa bik yang datang, Alex kan? ." ucap Riri lalu menatap ke arah bik Lili, namun saat Riri menatap ke arah depan, bukanya Alex yang ia lihat melainkan laki-laki yang dulu membuat hidupnya porak-poranda. Riri yang melihat kehadiran Samuel di rumahnya seketika terkejut.
Mata Riri dan mata Samuel pun saling beradu pandang, namun tatapan itu bukan tatapan seperti dulu yang teduh penuh cinta dan sayang, namun tatapan yang penuh tanda tanya, untuk apa Samuel datang ke rumah ini? untuk apa dia menemui ku lagi?.
Riri yang melihat Samuel berjalan mendekat ke arahnya pun seketika berjalan mundur, dan menyembunyikan wajah anaknya, Riri tidak mau Samuel melihat wajah putranya kepada ayah yang tidak bertanggung jawab seperti Samuel.
"Untuk apa kamu datang ke rumah ini, dan siapa yang menyuruhmu datang ke rumah ini?." tanya Riri menatap tajam ke arah Samuel.
"Maaf jika aku datang tanpa memberitahu mu terlebih dahulu, dan membuat mu tidak nyaman, aku datang ke sini dengan niat baik Ri.. aku hanya ingin melihat anakku."
"Dia bukan anakmu." Sahut Riri dengan tegas. "Dia adalah anakku, dan anak Alex, bukan anakmu, dan anak ini tidak akan pernah mengakui kamu ayahnya, jadi jangan pernah kamu menganggap anak ini anakmu." lanjut Riri.
"Ri.. bagaimana pun aku adalah ayah dari anak itu, itu tidak bisa tergantikan."
__ADS_1
"Cukup Sam.. mau sampai kapan kau akan mengganggu hidupku, aku sudah membiarkanmu bahagia dengan orang lain, jadi biarkan aku bahagia dengan Alex dan anakku, aku tidak akan memperkenalkan namamu di dalam hidup bayi ini sampai kapan pun, jadi jangan pernah kamu datang dan se akan-akan mengakui bahwa dia anak mu."
Bik Lili yang masih berdiri di belakang Samuel seketika merasa bersalah, seharusnya ia tidak mengizinkan Samuel untuk masuk ke dalam rumah, mungkin tidak akan sesulit ini situasinya.
"Pergilah dari sini, jangan membuat ku kembali membencimu." titah Riri kepada Samuel.
"Ri.. niat ku hanya baik, aku hanya ingin bertemu dengan anakku, itu saja."
"Dia bukan anakmu, aku sudah bilang dia bukan anakmu, apa kamu tuli!." teriak Riri. "Apa kamu tidak cukup membuat ku menderita, biarkan aku saja Sam yang menderita karena ulahmu, jangan kau bawa-bawa bayi yang tidak bersalah ini ke dalam masa lalu kita, aku tidak mau dia mengetahui seorang ayah yang begitu bejat seperti mu, kau tidak perlu datang ke kehidupannya, biar kan aku sendiri yang memberitahunya dan menjelaskannya kelak, bahwa kau adalah laki-laki yang baik, bukan bejat seperti versiku, aku hanya ingin dia mengetahui, bahwa kau adalah laki-laki yang baik." lanjut Riri.
Samuel yang mendengar ucapan Riri hanya diam, Samuel bisa melihat bahwa Riri masih terluka karena ulahnya dulu.
"Biarkan aku bahagia menjalani hidupku bersama anak ini dan Alex, jangan pernah datang ke kehidupanku lagi, dan kamu tidak perlu khawatir, aku akan memberitahunya jika dia sudah besar nanti, bahwa kamu adalah orang terbaik yang pernah mamanya kenal." Riri yang terus berbicara agar Samuel mengerti.
Namun saat Riri dan Samuel masih beradu pandang, Alex pun baru saja tiba di rumah Riri, karena tadi pagi Alex juga sudah bilang kepada Riri bahwa dia akan datang pagi ini, tapi Alex sedikit telat karena harus meeting dengan beberapa koleganya.
Alex yang melihat ke datangan Samuel di rumah Riri pun seketika terkejut, bagaimana bisa Samuel kembali datang di kehidupan Riri, setelah hampir tidak pernah bertemu.
.
.
.
Maaf kakak-kakak semua lama gak up lagi, kemarin lagi sakit, di tambah sibuk kerja..
Harap di maklumi ya..
__ADS_1
Terimakasih sudah setia menunggu author untuk up..
Sarang heooo❤❤❤