Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Kebohongan Adel


__ADS_3

Setelah Samuel resmi bercerai dengan Riri, ia memantapkan diri untuk fokus kepada Adel, Samuel sekarang lebih menerima keadaan Adel dan kondisi hidupnya yang sekarang, Sedikit demi sedikit Samuel mencoba melupakan Riri, karena Samuel rasa Riri juga berhak bahagia dengan pilihannya. Samuel pun juga kembali bekerja di perusahaan sang ayah, karena mau tidak mau kedua orang tua Samuel kembali menerima Samuel sebagai anaknya karena bagaimana pun Samuel tetaplah putra mereka.


Beberapa hari ini Samuel dan Adel sedang mengurus pernikahannya, karena mereka berdua belum menikah secara negara hanya secara agama saja. dengan perut yang mulai buncit karena sudah memasuki usia 5 bulan Adel terus saja mengenakan pakaian selayaknya ibu hamil, hari ini Samuel dan Adel akan pergi ke sebuah supermarket terdekat untuk membeli beberapa kebutuhan dapur. Di dalam mobil mereka berdua hanya diam, sesekali Adel bertanya kepada Samuel, namun Samuel hanya menjawab secara singkat, maklum saja karena ia belum sepenuhnya memaafkan perilaku Adel terhadap Riri.


Setibanya di supermarket, Samuel meminta izin untuk membeli beberapa makanan di tempat lain, sedangkan Adel sedang fokus memilih beberapa susu ibu hamil, namun saat Adel sedang melihat-lihat. Tiba-tiba.


"Sayang" ucap seseorang di belakang Adel.


Adel yang mendengar suara laki-laki pun seketika menoleh. Saat menoleh mata Adel pun seketika langsung melotot. "Romi?." ucap Adel yang terlihat terkejut atas kehadiran Romi.


"Hay... " Romi yang melambaikan tangannya.


"Buat apa kamu ke sini, bagaimana kalau Samuel tahu kamu di sini?." tanya Adel yang mulai panik melihat ke penjuru arah, karena Adel takut Samuel akan melihat Romi.


Romi Adipta Putra adalah laki-laki yang pernah menjalin asmara dengan Adel, Romi adalah anak pedagang kaki lima di sebuah pasar. Dulu ia bisa bertemu dengan Adel di sebuah club malam, karena Romi sering datang ke club malam dengan teman-temannya. dari situlah mereka bisa menjalin asmara, hubungan mereka cukup lama, namun setelah Adel menjadi selingkuhan Samuel, Adel memutuskan untuk menyudahi hubungannya bersama Romi, karena Romi tidak seroyal dan se kaya Samuel yang bisa membelikan barang-barang mewah untuknya.


"Wah.. perut mu sudah besar sekarang?." Romi yang mencoba menyentuh perut Adel, namun dengan cepat Adel menepis nya.


"Jangan sentuh perutku, apa-apa an kamu?." Adel yang seketika marah.


"Loh kenapa? dia adalah anakku, aku adalah ayahnya, aku mempunyai hak untuk menyentuhnya."


"Sutttt.. pelan kan suaramu Rom, bagaimana kalau Samuel mendengarnya?."


"Apakah dia sehat di dalam perutmu, aku tidak sabar untuk melihatnya, apakah dia akan mirip dengan mu atau dengan ku." kata Romi lagi.

__ADS_1


"Diam! pergilah dari sini, cepat, aku takut mas Sam akan melihatmu, aku sedang menyiapkan pernikahanku bersama Samuel Rom, dan orang tua Samuel juga sudah bisa menerima ku, jadi jangan datang ke kehidupanku lagi."


"Kenapa kamu malah mau menikah dengan laki-laki itu, padahal anak ini adalah anakku, aku adalah ayahnya."


"Jika aku menikah dengan mu, kamu tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya, karena hidup mu saja berkecukupan, beda dengan Samuel, biarkan anak ini menjadi anak ku dan anak Samuel, aku tidak mau anak ini di besarkan oleh mu."


"Oh.. setelah kamu mendapatkan Samuel, kamu lupa denganku?."


"Rom.. plisss.. Samuel tidak tahu hal ini, jadi biarkan anak ini tubuh besar sebagai anak Samuel."


Namun saat mereka berdua sedang sibuk berbincang-bincang, Tiba-tiba Samuel datang. "Apa kamu sudah selesai memilih susu?." tanya Samuel seketika membuat Adel terkejut.


Namun Samuel juga terkejut dengan ke hadiran Romi yang sedang berdiri di depan Adel. Adel yang merasa begitu dengan dengan tubuh Romi pun segera menjauhkan tubuhnya.


"Siapa laki-laki ini?." tanya Samuel yang penuh tanda tanya.


"Ah.. iya aku lupa memperkenalkan mu, dia Romi mas, teman satu kuliahku dulu, dan kita gak sengaja bertemu di sini." ucap Adel.


"Ohh begitu, salam kenal Aku Samuel suami Adel." Samuel yang sudah mengulurkan tangan untuk bersalaman degan Romi, namun Romi hanya diam saja tanpa merespon perlakuan baik Samuel.


Adel yang melihat perilaku Romi seketika semakin takut, dan mencoba menepis tangan Samuel. "Haha dia memang begitu mas, jika bertemu dengan orang baru sedikit malu-malu dan berhati-hati." ucap Adel sedikit melotot ke arah Romi.


"Perut istrimu semakin besar saja, pasti usia kandungannya sudah memasuki usia 5 bulan." ucap Romi secara tiba-tiba.


"Iya. tapi kok kamu tahu usia kandungan istriku?." tanya balik Samuel.

__ADS_1


"Ah itu mas, tadi aku bilang kalau kandungan ku sudah memasuki usia 5 bulan jadi sudah terlihat." sahut Adel dengan gugup.


"Hati-hati jaman sekarang banyak wanita hamil dengan laki-laki lain, tapi pacarnya yang di suruh tanggung jawab karena pacarnya lebih kaya, alasannya anak itu agar hidup lebih baik." ucap Romi sedikit mendekat ke arah Samuel.


Adel yang mendengar ucapan Romi semakin ke mana-mana pun langsung menarik tangan Samuel. "Udah yo mas kita bayar ke kasir, aku udah capek banyak berdiri, kita duluan ya Rom, sampai jumpa." Adel yang sudah berjalan meninggalkan Romi bersama Samuel.


"Jangan lupa undang-undang kalau kalian menikah nanti." teriak Romi tanpa ada jawaban dari Adek dan Samuel.


Samuel yang mendapat tarikan dari Adel pun seketika mencoba melepaskan tangannya. "Benar itu teman mu kuliah dulu?." tanya Samuel yang berjalan di samping Adel.


"Iya mas."


"Pantas saja perilaku mu selalu berani kepadaku, orang temanmu saja seperti itu, tidak punya sopan santun, apakah dia sudah menikah dan punya anak?." tanya Samuel lagi.


"Aaaa.. sepertinya belum mas, aku juga kurang tahu, karena sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu."


"Jangan berteman lagi dengan laki-laki seperti itu, dia terlihat bukan laki-laki bertanggung jawab."


"Iya mas.. aku harap juga tidak akan bertemu dengan dia lagi."


"Siapa tadi namanya?."


"Eee Romi mas." jawab Adel.


"Oh Romi, Romi." Samuel yang seketika menghafalkan nama Romi.

__ADS_1


__ADS_2